Demo Pengusiran Pasukan PBB di Afrika Tengah

Demo Pengusiran Pasukan PBB di Afrika Tengah

Mustanir.com – Ratusan warga Afrika Tengah, Senin (24/10), menggelar aski unjuk rasa di ibukota Bangui mendesak pasukan perdamaian PBB meninggalkan negeri mereka. Pasukan perdamaian dituding tak mampu melindungi sipil bahkan terlibat pembantaian.

Dilansir dari Al-Jazeera, para demonstran membawa poster bertuliskan anti PBB. Aksi semakin panas setelah demonstran melempari pasukan keamanan dengan batu. Polisi membalas dengan melepaskan peluru tajam ke udara.

Seorang demonstran dilaporkan terluka dalam aksi itu. Belum diketahui penyebab peserta demo itu terluka, apakah terkena peluru atau yang lain.

Organisasi Masyarakat Sipil, yang mengoordinir aksi tersebut, menyerukan aksi mogok masal pada hari Senin sebagai aksi mendesak PBB meninggalkan negera mereka.

Seruan ini disambut warga yang jumlahnya sekitar sejuta jiwa. Toko-toko tutup. Pintu-pintu rumah warga juga terkunci. Jalan-jalan besar sepi. Hanya beberapa angkutan umum yang masih beroperasi.

Koordinator Masyarakat Sipil, Jairafi Lakusu, mengatakan terjadi pembantaian mengerikan di daerah-daerah yang di dalamnya terdapat pasukan PBB. Mereka terus melakukan pembantaian di tengah diam.

Seperti diketahui, Republik Afrika Tengah dilanda konflik pada awal 2013 silam akibat perebutan kursi kekuasaan. Kelompok Selekta, yang mayorita anggotanya Muslim, mencoba menggulingkan pemerintah yang dipimpin oleh kelompok Anti-Balaka, yang mayoritas Kristen.

Kondisi itu mendorong PBB mengirim pasukan perdamaian di bawah pimpinan Prancis. Pasukan ini dinamai Minosa.

Beberapa waktu terakhir, warga mengeluh pasukan yang berjumlah 13 ribu itu tidak membawa perubahan. Warga tidak merasakan keamanan meski mereka hadir. Bahkan, banyak laporan menyebutkan pasukan PBB itu melakukan pembantaian etnis. (kiblatnet/adj)

Categories