Demo Warga Mesir Terhadap Kedzaliman Rezim Al Sisi

demo-di-mesir

Demo Warga Mesir Terhadap Kedzaliman Rezim Al Sisi

Ribuan penentang kudeta militer Mesir, Kamis malam (02/07), menggelar demonstrasi serentak di berbagai kota dan desa. Mereka mengecam pembunuhan 13 pemimpin Ikhwanul Muslimin dalam penyerbuan pasukan keamanan Rabu sebelumnya (01/07).

Di sejumlah lingkungan di daerah Suyuf, provinsi Iskandariyah, para demontran membawa foto para korban dan meneriakkan slogan-slogan mengecam pembunuhan di kota 6 Oktober, barat Kairo, itu. Mereka juga meneriakkan anti rezim Abdul Fatah Al-Sisi.

Di Kardasah di provinsi Jiza, warga menggelar aksi jalan kaki di pusat kota. Yel-yel menolak rezim militer dan tindakan represi oleh pasukan keamanan berulang-ulang mereka teriakkan sepanjang jalan.

Masih di Jiza, tepatnya di kota Al-Manshurah, demontran membawa foto mantan Presiden Muhammad Mursi. Mereka mengecam penghabisan lawan politik oleh rezim Mesir.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pasukan keamanan mengumumkan membunuh sembilan orang yang dikatakan bersenjata ketika menyergap markas Ikhwanul Muslimin di kota 6 Oktober pada Rabu. Keamanan mengaku, penyergapan itu berdasarkan persetujuan Kejaksaan Agung Mesir.

Di sisi lain, Ikhwanul Muslim menolak tegas sembilan anggotanya yang dibunuh itu bersenjata. Tidak ada kontak senjata dalam penyergapan tersebut.

“Pasukan keamanan membunuh 13 komandan IM dengan darah dingin setelah mereka dizinkan masuk,” kata Ikhwanul Muslimin dalam pernyataannya kepada Al-Jazeera.

Rezim Mesir yang saat ini dikendalikan militer terus berupaya menghabisi para penentangannya, khususnya gerakan Ikhwanul Muslimin. Para pemimpin IM ditangkap dan divonis hukuman mati.

Sementara itu, IM masih bersikeras menghadapi tindakan represif itu dengan demonstrasi damai. Mereka menyatakan tidak akan mengangkat senjata. (kiblatnet/adj)

Jelang Setahun Kudeta Al-Sisi, Pendukung Mursi Gelar Demo Besar-besaran

Pendukung mantan Presiden Mesir Mohamad Mursi melancarkan aksi protes terbaru pada hari Jumat, (03/07), satu pekan menjelang ulang tahun kejatuhannya dalam kudeta militer.

Aksi demonstrasi ini diserukan oleh Aliansi Nasional untuk Pertahanan Legitimasi, kelompok utama pendukung Morsi.

Ratusan pengunjuk rasa menggelar konvoi di beberapa provinsi termasuk, Kairo, Alexandria dan Gharbiya di Delta Nil.

Para pengunjuk rasa meneriakkan slogan-slogan melawan tentara dan polisi dan menyerukan pembebasan tahanan yang ditahan oleh otoritas Mesir dalam dua tahun terakhir sejak penggulingan Mursi itu.

Mesir telah dilanda gejolak sejak militer menumbangkan Mursi, presiden pertama negara itu yang dipilih secara bebas dan terbuka.

Sejak penggulingan Mursi, pemerintah Mesir telah melakukan tindakan keras tanpa henti pada perbedaan pendapat yang terutama ditujukan pendukung presiden terguling. Ratusan orang tewas dan ribuan lainnya meringkuk di balik jeruji besi.

Dua tahun setelah kudeta militer yang menghancurkan pengalaman demokratis pertama di Mesir, warga Mesir secara bersama-sama menggelar protes untuk menumbangkan rezim Abdel Fattah-Al-Sisi yang melakukan kudeta tidak sah.

Di Kota 6 Oktober, Propinsi Giza, rezim Al-Sisi membunuh 9 pemimpin, setelah menangkap mereka dan membawa sidik jari mereka, kemudian menembak dan membunuh mereka secara keji. (kiblatnet/adj)

Categories