Demokrasi Memanfaatkan Suara Rakyat untuk Kepentingan Oligarki

MUSTANIR.net – Untuk bisa menang dan berkuasa melalui mekanisme demokrasi maka suara rakyat menjadi ukuran dan penentu. Semakin banyak mendulang suara, semakin besar peluang menangnya.

Partai politik bekerja lima tahun sekali dekat dengan rakyat adalah kewajibannya. Setelah itu selama lima tahun ke depan bekerja untuk kepentingan oligarki sembari menekan rakyat dengan pajak, tarif harga komoditas yang naik, yang intinya tidak berpihak kepada rakyat.

Kenapa demikian?

Sebab mekanisme demokrasi dalam kompetisi kontestan tak cukup dengan kecakapan dan kepopuleran tapi dukungan dana sangat menentukan.

Ke mana para kontestan hendak mencari dana?

Maka kemungkinannya seorang kontestan haruslah ia kaya dan dukungan dana yang dimiliki besar maka ia bisa main sendiri, namun tidak mungkin ia lakukan sendiri maka ia bisa berkolaborasi dengan pengusaha lain meskipun dirinya juga pengusaha.

Maka sudah pasti imbal balik setelah kemenangan adalah keharusan. Konsensi dan kompensasi adalah hal yang akhirnya umum diberikan untuk pengusaha yang telah berkontribusi pada kemenangan seorang kandidat.

Yang lebih mengerikan dan musibah bagi rakyat adalah ketika kontestan adalah orang yang tidak memiliki kemampuan dalam segala hal, maka oligarki akan leluasa bermain untuk mengatur segalanya dan penguasa hanya sebatas memformalkan keinginannya. Dengan demikian pada kondisi seperti ini nasib rakyat ada di tangan pengusaha.

Maka wajar kalau kontestan dan kandidat bekerja lima tahun sekali, dan ketika menang selama lima tahun bekerja untuk kepentingan oligarki.

Pilihan ada di tangan Anda, apakah Anda masih berharap demokrasi atau tidak?

Kalau masih berharap, maka derita itu akan berkepanjangan. Atau Anda berharap calon yang Anda inginkan menang memiliki kapasitas kelas dunia dengan moral yang cum laude, tapi itu dibatasi waktu dan bekerja di bawah tekanan oposisi yang menjadi musuh dan rivalitasnya.

Maka rekomendasi rasional adalah meninggalkan demokrasi, dan menjadikan khilafah sebagai sarana dan sistem untuk menerapkan Islam secara kaffah.

Wallahu’alam. []

Sumber: Mas Farin

About Author

Categories