Derita 250 Ribu Anak Anak Suriah dalam Blokade Rezim Bashar

derita-anak-suriah

Derita 250 Ribu Anak Anak Suriah dalam Blokade Rezim Bashar

Mustanir.com – Sekitar seperempat juta anak hidup dalam isolasi Rezim Bashar Assad di Suriah. Satu persatu dari mereka mati, karena minimnya makanan pokok, medis dan buruknya situasi lingkungan. Selain itu, jet tempur yang beterbangan di langit Suriah, mengakibatkan anak-anak menderita gangguan mental.

Lembaga “Save the Children” melaporkan bahwa sekitar 250 ribu anak-anak Suriah hidup di dalam blokade. Banyak dari mereka yang terpaksa memakan hewan dan dedaunan pohon untuk bertahan hidup.

Laporan ini dikeluarkan bertepatan dengan peringatan lima tahun konflik Suriah, sebagaimana yang dilansir BBC pada Rabu (09/03).

“Anak-anak (Suriah) bersama keluarganya hidup merana dalam blokade di beberapa wilayah Suriah. Mereka dikelilingi milisi bersenjata, yang sengaja digunakan sebagai alat penjaga,” jelas “Save the Children” dalam laporannya.

Laporan itu juga menyebutkan bahwa, sekitar seperempat juta anak hidup dalam pengepungan. Daerah-daerah yang diblokade seakan berubah menjadi penjara kota.

Berdasarkan keterangan salah satu tim medis, Dr. Nizar, dijelaskan bahwa sejumlah anak mati lantaran kekurangan gizi, vaksin dan obat-obatan. Dr. Nizar juga menjelaskan, ada juga anak yang tewas akibat penyakit rabies.

“Beberapa dari mereka yang meninggal karena rabies, karena tidak adanya vaksin untuk itu,” ujarnya.

Masyarakat setempat menggantungkan kehidupannya pada air yang terkontaminasi dengan limbah. Akibatnya, penyakit menular dan kulit pun timbul. Hal itu disebabkan karena Rezim telah memotang saluran air menuju daerah yang diblokade. Ditambah lagi, asap dari bahan peledak mengakibatkan anak-anak rentan menderita radang paru-paru.

“Anak-anak juga menderita gangguan dan radang saluran pernapasan karena asap tebal yang ditimbulkan bahan peledak,” lanjut Dr. Nizar.

Seorang ibu Suriah turut menceritakan situasi memprihatinkan itu. Menurut keterangannya, anak-anak meninggal akibat pendarahan serta minimnya tenaga dan pasokan medis untuk melakukan oporasi.

“Tidak ada inkubator untuk anak-anak yang lahir prematur, akibatnya kematian menimpa banyak bayi,” kata ibu itu.

Anak-anak yang hidup dalam blokade berada dalam ketakutan. Sebagian dari mereka menderita gangguan mental, akibat gempuran dan serangan udara Rezim yang terus menerus.

Konflik Suriah yang telah berlangsung sejak lima tahun lalu telah menyebabkan kematian lebih dari 270.000 jiwa. Sedangkan lebih dari setengah populasi penduduk Suriah saat ini mengungsi ke luar negeri. (kiblatnet/adj)

Categories