Desa Peninggalan Masa Usmaniyyah di Bosnia

Desa Peninggalan Masa Usmaniyyah di Bosnia

Mustanir.com – Desa bersejarah Turki-Ottoman (Utsmaniyah), Pocitelj, di wilayah pariwisata Kota Capljina negara Bosnia Herzegovina, terkenal dengan jalan sempitnya yang berkelok-kelok, bangunan kuno yang terbuat dari batu yang juga memiliki sebuah benteng yang luar biasa diperkirakan berasal dari Kerajaan Bosnia dan Ottoman (Utsmaniyah).

Pada abad pertengahan, Pociteljwas merupakan pusat dari pemerintahan Dubrava župa dan titik paling barat yang strategis dan penting, demikian dikutip worldbulletin.net, Sabtu (06/05/2016).

Pada tahun 1471, setelah pengepungan singkat, kota itu dikuasai oleh Dinasti Ottoman. Dan tetap berada di kekuasaan Kekaisaran Ottoman hingga 1878.

Saat itu merupakan era yang menandai kemegahan dari aktivitas pembangunan bangunan publik seperti masjid, imaret (sebuah dapur untuk orang miskin), madrasah, penginapan dan jam menara.

Desa itu dideklarasikan menjadi sebuah “Monumen Nasional Bosnia dan Herzegovina” pada 2003 dan menjadi nominasi dalam daftar Warisan Budaya UNESCO pada 2007.

Situs bersejarah dari kota kuno ini termasuk juga rumah Gavrakanpetanović: dibangun pada akhir Abad 16, mendapat nama itu setelah menjadi rumah dari kapten Počitelj, yang merupakan milik keluarga Gavrakanpetanovič. Rumah itu merupakan contoh khas dari arsitektur perumahan desa tersebut dan menjadi sebuah pusat budaya bagi seniman termasuk pelukis Italia Vittorio Miele.

Rumah batu itu juga menjadi rumah bagi pelukis selama periode Komunis. Safet Zec, salah satu dari pelukis terkenal Bosnia-Herzegovina saat ini tinggal di desa yang indah itu.

Kula, merupakan sebuah benteng berbentuk silo yang menjadi rumah bagi pengawas militer dan Sahat Kula (sebuah menara bel yang dekat dengan sungai) juga merupakan situs yang terkenal di kota yang terletak di bagian selatan dari kota tua.Juga, Masjid Hajji Alija yang dibangun pada 1563 oleh “Hajji-Alija, anak dari Musa”. Masjid itu kemudian diperbaiki pada abad 17 oleh Šišman Ibrahim pasha yang dinamai oleh penduduk setempat dengan namanya karena kubahnya yang mempunyai tanda akustik khusus. Masjid itu kemudian diperbaiki lagi pada tahun 1970-an, tetapi mendapat kerusakan berat selama Perang Bosnia pada 1993 dan kemudian diperbaiki lagi pada 2002.

Selain bangunan batunya, buah delima merupakan keistimewaan dari desa tersebut – hampir semua rumah memiliki pohon delima yang oleh warga setempat gunakan untuk menghasilkan jus dan sirup delima.

Pedesaan itu dapat dicapai melalui jalan tol M 17 dan berada sekitar 30 kilometer dari pusat pariwisata Mostar, yang dikenal karena Jembatan Mostarnya yang bersejarah dan berlokasi di dekat Sungai Neretva. (SUMBER)

Categories