DPR: Minuman Beralkohol Puncak Penyimpangan dalam Islam

anggota-komisi-ix-dpr-dari-fraksi-pks-ansory-siregar-_

DPR: Minuman Beralkohol Puncak Penyimpangan dalam Islam

Mustanir.com – Di beberapa negara, terang dia, larangan minuman beralkohol sudah diberlakukan. “Mereka sudah tahu dampak kerusakan dari minuman beralkohol ini, termasuk di India.”

Seharusnya, saran dia, Indonesia bisa menerapkan larangan minuman beralkohol. “Kalau India bisa, Indonesia juga harus bisa,” katanya.

Sebelumnya, kepemilikan saham Pemprov DKI di PT Delta Djakarta juga mendapatkan kritikan dari  Kemendagri di RAPBD 2015. Ini menunjukkan  investasi Pemprov DKI di perusahaan penghasil minuman alkohol tak tepat.

Saat ini, Pemprov DKI memiliki saham sebesar 26,25 persen di PT Delta Djakarta. Ahok menyatakan tetap mempertahankan saham yang dimiliki Pemprov. Pasalnya, tidak ada yang salah dengan minuman beralkohol.

“Kita punya saham, kita lanjut saja. Bir salahnya di mana? Ada nggak orang mati gara-gara minum bir? Orang mati kan minum oplosan yang cap topi miring macam-macam, ada nggak orang minum bir yang mabok?” kata Ahok. (republika/adj)

70 Persen Tindak Kriminalitas Akibat Minuman Keras

Manado, Mustanir.com – Sekitar 70 persen terjadinya tindak kriminalitas umum di Sulawesi Utara (Sulut) akibat mabuk setelah mengomsumsi minuman keras.

Kepala Bidang Humas Polda Sulut, AKBP Benny Bela di Manado, Jumat, mengatakan, masih tingginya tindak kriminalitas terjadi di daerah itu karena akibat minuman keras.

“Diperkirakan 65-70 persen tindak kriminalitas umum di daerah itu akibat mabuk minuman keras,” kata Bela tanpa merinci.

Benny Bela menambahkan, selain tindak kriminalitas tersebut, minuman keras juga berpengaruh terhadap terjadinya kecelakaan lalu lintas di daerah itu.

“Sekitar 15 persen kecelakaan lalu lintas akibat pengaruh minuman keras,” katanya.

Menurut Bela, dengan mengkomsumsi minuman keras maka perilaku dari orang tersebut mengalami perubahan.

Misalnya ketika mabuk orang tersebut tidak mampu mengendalikan diri sehingga melakukan hal-hal yang berlawanan dengan hukum.

“Selain itu dengan minuman keras itu sebagai alat untuk memunculkan keberanian diri,” katanya.

Dia mengatakan, berbagai langkah dilakukan kepolisian dalam mengantisipasi terjadinya tindak kriminalitas akibat mengkomsumsi  minuman keras tersebut.

Langkah dilakukan seperti melalui operasi serta menindak tegas pelaku kriminalitas dengan memproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Selain itu, kepolisian juga melakukan kerjasama dengan Universitas Negeri Manado dalam mengantisipasi tindak kriminalitas akibat pengaruh miras itu.

Kerjasama itu antara lain bagaimana mengeliminir perilaku orang mabuk akibat minuman keras tersebut.

“Kerjasama tersebut telah dilakukan sejak 2010 dan akan terus berlanjut hingga tahun ini,” katanya. (adj)

Categories