Enam Tahun Perang Suriah dan Lima Dampak Memilukannya

gadis-kecil-suriah

Enam Tahun Perang Suriah dan Lima Dampak Memilukannya

Mustanir.com – Perang saudara Suriah yang dimulai sejak Maret 2011 hingga saat ini belum menunjukkan tanda-tanda berakhir. Enam tahun konflik di negara yang dipimpin presiden Suriah Bashar al-Assad telah menimbulkan berbagai dampak memilukan. Berikut ini dampak akibat perang Suriah:

1. Ratusan Ribu Orang Tewas

Belum ada data statistik yang tepat terkait jumlah korban tewas dalam perang Suriah karena ketidakmampuan untuk memantaunya di lapangan. Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), lebih dari 250 ribu orang telah tewas dan lebih dari 1 juta luka-luka.

Namun para pejabat mengakui angka itu belum diperbarui dalam beberapa bulan. Kelompok pemantau perang Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia menyebutkan korban tewas lebih dari 270 ribu jiwa.

Sedangkan laporan yang dirilis kelompok think thank Syrian Center for Policy Research mengatakan, konflik Suriah menyebabkan  470 ribu orang tewas, baik secara langsung maupun tidak langsung.

2. Jutaan Warga Mengungsi

Hampir setengah populasi sebelum perang Suriah sebanyak 23 juta telah mengungsi akibat perang. Badan pengungsi PBB mengatakan, ada 6,5 juta pengungsi dalam Suriah dan 4,8 juta pengungsi di luar Suriah.

Sebagian besar penduduk yang tersisa sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan. Para pengungsi sebagian besar telah melarikan diri ke negara tetangga seperti Yordania, Turki, Lebanon, dan Irak. Para pengungsi juga membanjiri Eropa yang tiba setelah menempuh perjalanan laut berbahaya dari Turki.

3. Kota Kota Bersejarah Hancur

Aleppo yang merupakan salah satu kota bersejarah terbesar Suriah dan bekas pusat komersial telah hancur. Kompleks Masjid Umayyah yang kuno dan terkenal telah dihancurkan.

Kota Homs, yang merupakan kota ketiga terbesar Suriah kini tinggal reruntuhan. Seluruh blok menjadi puing-puing dan rumah-rumah banyak yang ditinggal penghuninya.

Kemudian kota-kota yang dikuasai pemberontak di sekitar ibu kota Suriah Damaskus seperti Jobar, Douma, dan Harasta telah hancur dan  bangunannya runtuh. Bank Dunia telah menaksir kerugian enam kota di Suriah seperti Aleppo, Daraa, Hama, Homs, Idlib, dan Latakia.  Diperkirakan kerusakan mencapai sebesar 3,6 – 4,5 miliar dolar AS pada akhir 2014.

4. Tempat Warisan Dunia Hancur

Hampir semua tempat Warisan Dunia Suriah versi Badan Pelestarian Budaya PBB (Unesco) telah rusak atau hancur. Di antaranya termasuk di kota sebelah utara Aleppo, kota kuno Bosra di selatan, salah satu istana abad pertengahan yang paling penting dilestarikan di dunia Crac des Chevaliers serta situs arkeologi Palmyra.

Beberapa telah rusak akibat pertempuran dan penembakan. Adapula yang sengaja diledakkan atau dijarah. Kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), yang menguasai Palmyra tahun lalu menghancurkan banyak  peninggalan era Romawi, termasuk Kuil berusia 2.000 tahun Bel dan ikon Arch of Triumph.

Banyak situs arkeologi di Suriah ditargetkan untuk digali oleh penjahat dan kelompok-kelompok bersenjata. Ini termasuk situs arkeologi Apamea di Hama, situs arkeologi Tell Merdikh di wilayah Idlib, dan situs Dura-Europos dan Mari di Deir el-Zour.

5. Ekonomi Terpuruk

Belum ada perkiraan akurat biaya ekonomi perang yang sedang berlangsung di Suriah. Sebuah laporan terbaru oleh kelompok amal World Vision dan kelompok konsultan Frontier Economics memperkirakan konflik Suriah sejauh ini menelan biaya 275 miliar dolar AS atau 150 kali lebih dari anggaran kesehatan Suriah praperang.

Jika konflik berakhir pada 2020, biaya konflik diperkirakan akan membengkak menjadi 1,3 triliun dolar AS. Sebuah laporan Bank Dunia memperkirakan anjloknya modal saham di Suriah pada pertengahan 2014 menjadi 70-80 miliar dolar AS. Situasi telah sangat memburuk sejak saat itu.
Negara-negara sekitar Suriah ikut menanggung dampak seperti di Turki, Lebanon, Yordania, dan Irak telah menanggung beban dampak ekonomi perang Suriah.

Perkiraan Bank Dunia, masuknya lebih dari 630 ribupengungsi Suriah telah menelan biaya bagi Jordan lebih dari 2,5 miliar dolar AS per tahun. Jumlah ini 6 persen dari pendapatan domestik bruto (PDB) dan seperempat dari pendapatan tahunan pemerintah. Kekurangan dana juga dialami Lebanon dan Turki mengatakan tidak lagi mampu untuk menerima pengungsi. (rol/adj)

Categories