Fahri Hamzah

Fahri Hamzah

Fahri Hamzah Sebut Respons Jokowi untuk Papua Terlalu Datar

MUSTANIR.net – Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai pernyataan Presiden Joko Widodo atau Jokowi terkait meletusnya kerusuhan di Jayapura, Papua pada Kamis (29/8/2019) kemarin merupakan imbauan yang sangat datar dan tak memberi opsi penyelesaian masalah utama konflik di Papua.

Fahri mengatakan Jokowi seharusnya bisa mengeluarkan langkah dan kebijakan yang luar biasa agar kericuhan di wilayah itu dapat berakhir.

Perkembangan terbaru di Papua itu sesungguhnya memerlukan langkah-langkah yang luar biasa dari presiden, tidak bisa presiden hanya mengeluarkan himbauan-himbauan yang datar ya, dalam situasi seperti sekarang,” kata Fahri saat dihubungi wartawan, Jumat (30/8/2019).

Fahri mengatakan seharusnya Jokowi bisa memberikan pesan yang substansial sehingga mampu membekas hingga ke relung hati seluruh masyarakat Papua.

Fahri menyarankan Jokowi bisa menjelaskan secara gamblang dan terukur berbagai rencana strategisnya dalam membangun kepercayaan masyarakat Papua kembali usai insiden tersebut. Hal itu bertujuan agar situasi di Papua kembali kondusif dan tak ada kerusuhan lanjutan.

Sambil tentunya mendengar apa yang sekarang dalam jangka pendek dituntut oleh masyarakat dan lalu kemudian kita mencoba membangun pengertian jangka panjang tentang keadaan kita,” kata dia.

Fahri Hamzah: Respons Jokowi untuk Papua Terlalu Datar

Fahri hanya bisa berharap Jokowi tak menyesal nantinya karena terlambat dalam bersikap mengatasi situasi di Papua kini. Terlebih sudah ada pihak-pihak yang mencoba melakukan mobilisasi dukungan internasional terkait insiden tersebut

Jika presiden terlalu datar membuat pernyataan, sementara orang sudah bertindak jauh, termasuk adanya pihak-pihak yang mencoba menginternasionalisasi persoalan ini, nanti kita menyesal karena terlambat,” kata dia.

Sekali lagi, pihak yang pemain di kasus Papua selalu banyak, terutama pihak internasional yang selalu ingin agar kedamaian dan stabilitas di Papua itu tidak pernah selesai,” tambah Fahri.

Sebelumnya, Jokowi mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh adat serta tokoh agama untuk menjaga agar Papua tetap menjadi wilayah yang damai. Ia katakan untuk merespons kerusuhan yang terjadi di Jayapura, Papua pada Kamis (29/8/2019).

Mari kita semuanya menjaga agar tanah Papua tetap menjadi sebuah wilayah yang damai, tanah yang damai,” kata Jokowi di Purworejo, Jawa Tengah seperti ditayangkan akun resmi Sekretariat Presiden di laman YouTube, Kamis (29/8/2019).

Jokowi sendiri berkomitmen untuk terus membangun Papua. Baik dari segi fisik maupun sumber daya manusia. Semua itu dilakukan agar masyarakat Papua bisa lebih maju dan sejahtera.

Fahri Hamzah: Respons Jokowi untuk Papua Terlalu Datar

Jokowi Bersepeda di Borobudur

Presiden Jokowi bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo pagi ini bersepeda di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah dari Manohara hingga pintu Kenari yang berjarak sekitar 1,7 kilometer.

Ikut dalam rombongan Presiden bersepeda antara lain Mendikbud Muhajir Effendi, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Perhubungan Budi Karya, Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Presiden Jokowi mengenakan jaket warna merah dipadu dengan celana hitam, sedangkan Ibu Negara mengenakan jaket bermotif bergaris dengan warna merah tua dengan celana panjang putih.

Sesampai di pintu masuk Kenari, Presiden dan rombongan memarkir sepeda kemudian naik ke halaman candi sisi barat dengan berjalan kaki.

Presiden kemudian naik Candi Borobudur dari tangga sisi utara dan turun dari sisi barat.

Saat Presiden dan rombongan menaiki candi, kawasan candi terbuka untuk wisatawan umum.

Dalam kunjungan ke Borobudur tersebut, Presiden batal menemui para pedagang di Sentral Kerajinan Makanan Borobudur.

Dari Kenari Presiden beserta rombongan langsung naik mobil menuju Hotel Plataran.

Fahri Hamzah: Respons Jokowi untuk Papua Terlalu Datar

Kondisi Jayapura Masih Tak Menentu

Kondisi Kota Jayapura yang masih belum menentu selepas unjuk rasa yang berujung rusuh pada Kamis (29/8/2019) pagi hingga petang membuat para warga, termasuk kaum perempuan, menggelar ronda untuk menjaga keamanan lingkungan di sekitar mereka usai Jayapura rusuh.

Berdasarkan pantauan ANTARA, para warga tersebut secara bergiliran melakukan ronda sejak malam hari dalam keadaan gelap dan tanpa ada jaringan komunikasi seperti terlihat di Dok 8 Kelurahan Imbi, Distrik Jayapura, Kota Jayapura.

Sebagian besar warga lainnya masih bertahan di kantor atau fasilitas milik negara karena tidak dapat pulang ke kediamannya pada Kamis malam ketika situasi belum bisa dipastikan kondusif.

Kondisi Jayapura pada Kamis (29/8/2019) malam hari, jalan raya dalam keadaan gelap karena listrik padam, jalanan banyak yang diblokir warga, batu sisa bentrok hingga botol air mineral bergeletakan di tengah jalan, sisa bangunan yang dibakar juga rata-rata masih berasap.

Sekitar jam 21:00 WIT massa yang menduduki kantor Gubernur Papua di Jayapura baru membubarkan diri. Terlihat juga di beberapa jalan besar ada aksi penjarahan pada toko-toko yang dibakar sehingga banyak warga yang memilih jalan lain.

Sumber: CNN

Baca Juga:

Categories