
Haji dan Khilafah
MUSTANIR.net – Tiga juta umat Islam dari segala penjuru dunia berkumpul di Makkah al-Mukarramah, mereka mengucapkan kalimat yang sama, memakai baju ihram yang sama, dan menuju tempat yang sama, sungguh pemandangan yang menggetarkan hati kita.
وَاَذِّنْ فِى النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوْكَ رِجَالًا وَّعَلٰى كُلِّ ضَامِرٍ يَّأْتِيْنَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيْقٍ
“Dan serulah mereka untuk melakukan ibadah haji, niscaya mereka mendatangimu dengan berjalan dan mengendari unta kurus, datang dari segala lorong-lorong yang sempit.“ (al-Hajj: 27)
Dari pemandangan mengagumkan ini kita bisa mengambil pelajaran berharga bahwa persatuan umat Islam di dalam satu perintah bukan khayalan, persatuan umat Islam bukan utopia, persatuan umat Islam seluruh dunia itu nyata. Ketika mereka disatukan oleh pemikiran, perasaan, dan peraturan yang sama.
Persatuan yang oleh Islam diibaratkan sebagai satu tubuh. Rasulullah bersabda:
قال رسول الله صلى الله عليه و سلم(مثل المؤمنين في توادهم و تراحمهم و تعاطفهم مثل الجسد؛ إذا اشتكى منه عضو تداعى له سائر الجسد بالسّهر والحمّىّ ( رواه مسلم.)
“Perumpamaan orang-orang berimana di dalam kasih sayang mereka, mencintai dan menyayangi mereka ibarat satu tubuh, jika salah satu anggota tubuh tersakiti maka, anggota tubuh lainnya akan merasakan panasnya (demam) dan tidak bisa tidur.“ (HR Muslim)
Persatuan Islam dianggap sebagai qadhiyyah mashiriyyah atau perkara hidup dan matinya Islam. Artinya tanpa persatuan, Islam hakikatnya mati dan tidak memiliki kekuatan yang mampu menggetarkan musuhnya. Tanpa persatuan, Islam diremehkan dan dilecehkan. Tanpa persatuan, Islam ditindas dan dianiaya di mana pun berada. Meski jumlah mereka dua miliar di seluruh dunia.
Lihatlah, bagaimana orang yang mati? Ketika kakinya dipotong, mulut diam membisu. Ketika jari-jemarinya terputus, matanya tidak peduli, dan bahkan jika kepalanya terputus sekalipun maka tangan dan kaki tidak bergerak sedikit pun untuk mencegah pembunuhnya.
Inilah yang sedang terjadi di tengah-tengah kita hari ini. Bagaimana bisa empat juta Zionis Yahudi mengangkangi dua miliar umat Islam seluruh dunia? Tidak satu pun pemimpin Muslim yang ada datang dengan pasukan jihadnya untuk membebaskan Palestina.
Umat Islam hari ini tidak bersatu, karena mereka disekat oleh garis-garis imajiner nasionalisme buatan orang-orang kafir dalam perjanjian Sykes-Picot pada tahun 1917.
Nasionalisme inilah yang menyebabkan matinya Islam. Kekuatan besar mereka tidak lagi diperhitungkan dalam kancah perpolitikan dunia. Rasulullah memperingatkan kita agar kita kembali ke dalam agama Islam yang sempurna yang menggerakkan jihad kepada musuh-musuhnya.
Tanpa dua hal tersebut selamanya umat ini akan terpasung dalam kelemahannya.
اذا تبايعتم بالعينة واخذتم اذناب البقر ورضينم بالزرع وترتم الجهاد سلط الله عليكم ولا ينزعه حتى ترجعوا الى دينكم
“Jika kalian lebih mementingkan jual beli, dan lebih mengikuti pertanian kalian, dan memilih di belakang sapi sapi kalian, sementara kalian meninggalkan jihad, maka Allah akan menguasakan atas kalian orang-orang kafir dan tidak menngangkatnya hingga kalian kembali kepada agama kalian, yakni Islam.“ (HR Ahmad dan Abu Daud)
Islam yang dimaksud adalah Islam kaffah yang menerapkan syariah Islam secara sempurna dalam seluruh aspek kehidupan baik dalam urusan pribadi hingga masalah negara. Dan institusi yang menerapkan itu hanyalah khilafah.
Jika kaum Muslimin bisa bersatu dalam pelaksanaan ibadah haji, maka bersatunya mereka dalam khilafah pasti bisa. Asalkan ada kesamaan pemikiran, perasaan, dan peraturan di tengah-tengah kaum Muslimin.
Umat Islam sudah waktunya menyadari kelemahannya, mengembalikan kekuatannya dengan bersatunya mereka di dalam khilafah Islamiyah. Khilafah akan menghimpun kaum Muslimin dari segala penjuru dunia, —layaknya ibadah haji— di dalam satu kesatuan politik, satu kesatuan ideologi, dan satu kesatuan negara. []
Sumber: Muhammad Ayyubi (Direktur Mufakkirun Siyasiyyun Community)
