Halal bi Halal Ulama Ngawi: Khilafah Wujudkan Rahmatan lil Alamin

Foto: shautul ulama


MUSTANIR.COM, Ngawi – Halal bi halal Kamis (28/6/2018) dihadiri 220 peserta yang terdiri dari para asyatidz, Pengasuh majlis taklim, Pengasuh Ponpes Salafiah, tokoh dan muhibin Kyai Misno. Acara berlangsung dalam kesederhanaan namun penuh khidmah dan himmah yang luar biasa. Acara berlangsung di Ndalem Kyai Misno, Paron, Ngawi.

Hadir dalam acara ini KH. Sugito (Ulama Ngawi), Kyai Munawir (Ulama sepuh Paron Ngawi), Kyai Munarwan (Ulama dan Tokoh Tempuran), Kyai Kadi (Pengasuh Majlis Taklim Tombo Ati Ngawi), Ustad Hawidono (Pengasuh Kajian Al Mulk Geneng), Ustad dr. Amin, Ustad Hadi Mulyono, Ustad Satrio Adi, Ustad Nurali, dan masyarakat lainnya.

Acara dimulai dengan doa bersama untuk para almarhum leluhur, Ustad, Kyai yang memperjuangkan jalan dakwah ini. Selanjutnya pembacaan Al Qur’an oleh Ustad Supriyanto.

Selanjutnya disampaikan kalimah para ulama, yang disampaikan berturut turut oleh Ustad Abu (Pengasuh Ponpes Arrahman), Ustad Suparlan (Ulama Padas Ngawi dan Kyai Misno (Shohibul bait)

Dalam kalimahnya al Mukarom wal Muhtarom Ustad Zuhdi, menyampaikan bahwa setelah sebulan melaksanakan ibadah puasa yang di dalamnya penuh dengan pelajaran, maka memasuki bulan Syawal harus menuju perubahan yang lebih baik.

“Bagi para aktifis dakwah kalau sekarang ini banyak dibenci banyak pihak terutama para penguasa dzalim dan kroni-kroninya. Dan inilah bentuk ujian para aktifis dakwah. Maka yang harus dilakukan adalah bersabar dengan ujian dakwah ini. Hasilnya pasti jauh lebih baik di sisi Allah”, pesan Ustad Zuhdi.

Al mukarom wal Muhtarom Ustad Suparlan menyampaikan bahwa bulan “Syawal” itu dari segi bahasa berarti “peningkatan”. Seharusnya umat muslim itu harus meningkat kadar keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Hal ini ditunjukan dalam masalah pelaksanaan syariat-Nya harus bisa terlaksanakan dengan sempurna.

“Kesempurnaan penerapan syariah butuh negara, tujuannya mampu merasakan Islam rahatan lil alamin,” tuturnya.

Shohibul bait al mukarom wal muhtarom Kyai Misno menyampaikan dalil-dalil tentang wajibnya memperjuangkan Khilafah serta bisyarah atau kabar gembira tentang kemenangan ummat Islam kelak sebagimana disebutkan dalam al Qur’an dan hadits Rasul.

“Kemenangan adalah kepastian, masalahnya adalah cara kita meraihnya, mustahil kemenangan diperoleh jika kita menyelisihi tuntunan dakwah Rasulullah, khilafah adalah ajaran Islam, sudah jelas dalil-dalilnya disebutkan kitab-kitab para ulama. Mengapa kita masih berpegang pada demokrasi, apa dalilnya? tidak ada”, tegasnya.

Sebagai penutup Kyai Ahmad Baedhowi memimpin doa. Alhamdulilah acara yang dibantu keamananya oleh anggota Polsek Paron berjalan lancar dan khidmat. Dan dilanjutkan dengan berjabat tangan untuk saling bermaaf maafan, semua peserta yang hadir pada malam itu penuh dengan keakraban.
(shautululama.com/1/7/18)

Categories