Harga Karet Menurun Drastis Akibat Ekspor yang dikurangi

petani-karet-menjerit

Harga Karet Menurun Drastis Akibat Ekspor yang dikurangi

Mustanir.com – Stok karet alam melimpah yang berakibat penurunan harga. Eksportir karet alam Indonesia pun sepakat membatasi ekspor karet ke pasar dunia.

Sekretaris Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumatera Utara, Edy Irwansyah, menilai pembatasan kuota ekspor penting. Langkah itu bertujuan menangani harga karet semakin anjlok.

“Ini harus kita ambil, agar pasokan dan permintaan (supply dan demand) karet bisa seimbang. Sehingga harga bisa stabil,” kata Edy di Medan, Jumat (29/1/2016).

Kebijakan serupa pernah dilakukan pada 2009. Saat itu, eksportir sepakat mengurangi 10 persen kuota ekspor karet selama satu tahun. Kebijakan itu efektif mendongkrak harga karet.

“Itu sangat efektif, selama setahun harga karet tidak naik turun, sesuai harapan,” papar Edy.

Lalu pada 2016, Edy mengaku eksportir akan melakukan hal serupa. Indonesia, katanya, pun berkoordinasi dengan eksportir asal Malaysia dan Thailand untuk membahas kebijakan tersebut.

“Jadi, kita belum tau berapa persen dikurangi untuk tahun ini,” ujarnya.

Pengurangan ekspor ini, menurut Edy, tidak akan berdampak terhadap petani karet yang ada di Indonesia. Sebab, pabrik karet tetap akan membeli karet dari mereka.
Sebaliknya, efek dari kondisi ini akan dirasakan oleh para perusahaan karet yang dipaksa bersaing dengan penurunan harga minyak mentah dunia. Sebab, minyak mentah dunia merupakan bahan baku karet sintetis.

“Jadi kalau harga minyak dunia terus turun, maka ini akan berpengaruh terhadap penggunaan karet alam,” ungkapnya.

Bagi perusahaan karet alam, pembatasan kuota eksport ini menurut Edy ibarat menelan pil pahit. Namun mereka yakin, hal ini akan membuat pulihnya harga karet alam.

“Ibarat lagi sakit, kita harus minum pil yang pahit biar sembuh,” sebutnya.

Sebelumnya, para petani karet di Sumatera Utara (Sumut) sudah mengeluhkan harga karet alam anjlok. Aktivis Kelompok Anak Petani Karet Indonesia (KAPKI), Ginanda Siregar, mengatakan harga karet anjlok dari Rp15 ribu menjadi Rp4 ribu per Kg. (metrotvnews/adj)

Komentar Mustanir.com

Saat ini petani karet di Indonesia menjerit dengan harga karet yang menurun sangat drastis. Maka sangat wajar jika banyak petani karet yang akhirnya menyerah menjadi petani karet. Sudah seharusnya pemerintah melakukan intervensi terhadap nasib rakyatnya ini.

Indonesia jelas sudah terlalu banyak permasalahannya, Indonesia yang katanya negara agraris, pada akhirnya impor beras karena stok beras di dalam negeri tidak cukup. Bahkan yang paling baru adalah indonesia harus impor ikan dan garam, padahal Indonesia adalah negara maritim.

Tentu jika kita memahami, kita akan mendapati bahwa negeri ini adalah negeri kaya yang salah kelola. Perlu sebuah ide besar dan brilian untuk menyelesaikan semua persoalan-persoalan negeri ini. Alternatif yang paling mungkin bagi negeri ini adalah dengan menggunakan sistem Islam yang selama ini diabaikan oleh pemeluk agamanya sendiri.

Categories