Hari Moekti, dari Panggung Musik Hijrah ke Mimbar Dakwah

Ustadz Hari Moekti. foto: sumedangonline.com


MUSTANIR.COM – Salah seorang dai kondang asal Cimahi, Jawa Barat Harry Moekti dikabarkan meninggal dunia pada pukul 20.49 WIB di Rumah Sakit Dustira, Cimahi, Ahad (24/6). Pria bernama lengkap Hariadi Wibowo tersebut meninggal akibat riwayat penyakit jantung yang diidapnya beberapa tahun terakhir.

Tokoh penceramah tersebut mempunyai kisah perjalanan hidup yang bisa dibilang cukup unik. Kisah hijrahnya dari panggung musik rock ke panggung ceramah kerap menginspirasi banyak orang.

Kesukaannya terhadap dunia musik berawal dari kepindahannya ke kota Semarang. Di Semarang, ia dan kawan-kawannya pernah membentuk sebuah grup band bernama Darodox. Konon nama Darodox merupakan plesetan dari kata nderedeg yang dalam bahasa jawa artinya gemetar.

Saat dirinya kembali ke Bandung, kegemarannya terhadap musik tidak luntur begitu saja, ia pun bergabung dengan band Orbit, New Bloodly, dan Primas. Dari sekian banyak band yang ia pernah singgahi, salah satu band yang membuat namanya meroket adalag ketika dirinya bergabung dengan Krakatau pada 1985. Beberapa karya yang laku di pasaran antara lain Lintas Melawai, Ada Kamu, Aku Suka Kamu Suka, dan Satu Kata.

Sebelum akhirnya sukses sebagai rocker, Harry Moekti pernah menjalani berbagai profesi, mulai dari tukang cuci mobil, tukang bersih kamar mandi, serta pernah juga menjadi room boy di salah satu hotel di tempat suami kakaknya bekerja. Pada 1993 Harry mulai mengurangi aktivitas bermusiknya.

Imbasnya, album terakhirnya yang ia ciptakan kurang laku di pasaran lantaran pada saat itu dirinya tengah mendalami ilmu agama. Bahkan akhirnya pada 1995, Harry memutuskan untuk melaksanakan ibadah haji. Hingga akhirnya ia benar-benar meninggalkan dunia musik.

Tidak hanya sukses di dunia musik, keberadaannya di dunia dakwah juga memperoleh kesuksesan. Nama Harry Moekti cukup dikenal sebagai salah seorang yang memiliki kisah hijrah yang sukses.

Ingar bingar di dunia keartisan tidak membuat dirinya terlarut dan terlena. Bahkan dirinya tetap mau belajar dan mencari pencerahan. Hingga pada akhir hayatnya ia tetap konsisten dengan apa yang ia pilih dalam hidupnya. Selamat jalan, Harry Moekti.
(republika.co.id/25/6/18)

Categories