Hukum Membunuh Duta Besar Negara Kafir Harbi

Hukum Membunuh Duta Besar Negara Kafir Harbi

Tanya:

Bagaimana menurut pandangan ustadz sekalian mengenai penembakan Rusia ambassador yang jadi isu hari ini? Apa hukumnya memerangi embassy/diplomat negara kufur seperti Rusia? Syukran. (Alaudin Azzam)

Jawab:

Tidak boleh membunuh utusan negara kafir baik itu harbi fi’lan maupun hukman.

Larangan ini di dasarkan pada keumuman sabda Nabi SAW ketika menerima utusan Musailamah Al Kadzab ;

ﺃَﻣَﺎ ﻭَﺍﻟﻠَّﻪِ ﻟَﻮْ ﻻَ ﺃَﻥَّ ﺍﻟﺮُّﺳُﻞَ ﻻَ ﺗُﻘْﺘَﻞُ ﻟَﻀَﺮَﺑْﺖُ ﺃَﻋْﻨَﺎﻗَﻜُﻤَﺎ.

Demi Allah, seandainya bukan karena para utusan itu tidak boleh untuk dibunuh, niscaya kupenggal leher kalian (HR. Abu Dawud)

Kata Ar Rusul dalam hadis di atas bersifat umum mencakup semua jenis utusan orang kafir.

Imam As Syafi’i dalam kitabnya Al Umm mengecualikan Risalah (sebagai duta) tentang ketidakbolehan ahlul harb masuk ke dalam wilayah kaum muslimin. Beliau berkata ;

ولا يترك أهل الحرب يدخلون بلاد المسلمين تجّاراً، فإن دخلوا بغير أمان ولا رسالة غُنِمُوا، وإن دخلوا بأمان وشرط أن يأخذ منهم، عشراً أو أكثر أو أقل أخذ منهم فإن دخلوا بلا أمان ولا شرط ردوا إلى مَأْمَنِهِمْ، ولم يتركوا يمضون في بلاد الإسلام

Ahl al-Harb tidak boleh dibiarkan masuk negeri kaum Muslim sebagai pedagang. Jika mereka masuk tanpa jaminan keamanan (al-aman) dan risalah (sebagai duta), maka mereka bisa dirampas (hartanya). Jika mereka masuk dengan al-aman, dengan syarat membayar 1/10 lebih atau kurang dari harta mereka, maka boleh diambil. Jika masuk tanpa al-aman dan syarat, mereka harus dikembalikan ke negeri mereka. Dan tidak boleh dibiarkan melenggang di negeri kaum Muslim (as-Syafi’i, al-Umm, juz IV, hal. 244)

Allahu a’lam

Dijawab oleh Ustadz Iful Fitrah Abu Faqih

Categories