Ibadah di Gereja Hari Minggu, Adakah Perintahnya?

hands-open-bible

Ibadah di Gereja Hari Minggu, Adakah Perintahnya?

Oleh: Hj. Irena Handono, Pakar Kristologi

Mustanir.com – Mungkin kesannya pertanyaan ini remeh. Tapi mari kita kupas. Masalah ibadah adalah masalah penting yang harusnya memiliki dasar/dalil yang cukup kuat. Karena melakukan ritual ibadah wajib secara terus menerus tanpa dalil atau perintah dari Allah, merupakan ibadah yang sia-sia.

Umat Kristen melakukan ibadah di hari Minggu secara terus menerus dan kontinyu. Bahkan kita mengenal hari Minggu/Sunday adalah hari ibadah umat Kristen. Apakah yang mereka lakukan selama ini benar-benar punya dalil atau dasar yang kuat dari kitab suci kita, ataukah itu hanya berasal dari perintah manusia biasa atau pendapat para pemimpin agamanya, kemudian mewajibkan para pengikutnya untuk melakukannya.

Kalau hal seperti itu yang terjadi, kemudian diikuti oleh para pengikutnya, maka itu berarti yang mereka ikuti adalah ajaran manusia, bukan ajaran Allah.

Sebenarnya jika benar-benar mengikuti Bibel, maka hari peribadatan itu ialah hari Sabat (Sabtu) bukan Minggu! Hari inilah (Sabat) yang ada dalilnya dalam Bibel, bahkan perintah untuk memelihara, menjaga dan mengkuduskannya, jelas sekali ada tertulis di dalam Bibel itu sendiri.

Dalam Alkitab, ternyata ada ancaman yang sungguh mengerikan, yaitu ancaman hukuman mati bagi mereka yang tidak memelihara dan yang melanggar kekudusan hari Sabat.

“Berfirmanlah Tuhan kepada Musa: “Katakanlah kepada orang Israel, demikian: Akan tetapi hari-hari Sabat-Ku harus kamu pelihara, sebab itulah peringatan antara Aku dan kamu, turun-temurun, sehingga kamu mengetahui, bahwa Akulah Tuhan, yang menguduskan kamu. Haruslah kamu pelihara hari Sabat, sebab itulah hari kudus bagimu; siapa yang melanggar kekudusan hari Sabat itu, pastilah ia dihukum mati, sebab setiap orang yang melakukan pekerjaan pada hari itu, orang itu harus dilenyapkan dari antara bangsanya.” (Kel. 31:12-14)

Yang lebih menarik lagi yaitu, ternyata Yesus seumur hidupnya tidak pernah mengkuduskan hari Minggu. Seumur hidupnya Yesus selalu mengkuduskan hari Sabat dan setiap mengajar selalu pada hari Sabat. Yesus tidak pernah satu kalipun menganjurkan untuk beribadah atau mengkuduskan hari Minggu.

Perhatikan hari apa yang Yesus kuduskan di dalam Bibel, apakah hari Sabtu atau hari Minggu?

Lukas 4:16 Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat (Sabtu) la masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab.

Markus 1:21 Mereka tiba di Kapernaum. Setelah hari Sabat mulai, Yesus segera masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar.

Markus 6:2 Pada hari Sabat Ia mulai mengajar di rumah ibadat dan jemaat yang ‘ besar takjub ketika mendengar Dia dan mereka berkata: “Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya? Dan mujizat-mujizat yang demikian bagaimanakah dapat diadakan oleh tangan-Nya?

Lukas 4:16 Ia (Yesus) datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan?Nya pada hari Sabat la masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Al kitab.

Lukas 4:31 Kemudian Yesus pergi ke Kapernaum, sebuah kota di Galilea, lalu mengajar di situ pada hari-hari Sabat.

Lukas 6:6 Pada suatu hari Sabat lain, Yesus masuk ke rumah ibadat, lalu mengajar. Di situ ada seorang yang mati tangan kanannya.

Lukas 13:10 Pada suatu kali Yesus sedang mengajar dalam salah satu rumah ibadat pada hari Sabat.

Masih banyak ayat-ayat lainnya dimana Yesus memelihara dan mengkuduskan hari Sabat bukan hari Minggu. Dari tujuh ayat diatas saja, sudah lebih dari cukup memberikan bukti-bukti bahwa sesungguhnya menurut Bibel, hari yang diperintahkan untuk di ibadati, dipelihara, dan dikuduskan adalah hari Sabat (Sabtu) bukan Minggu.

Lalu mengapa umat Kristen di dunia saat ini melakukan ibadah di hari Minggu? Ternyata hari Minggu dikuduskan karena menurut pendapat pemuka agama mereka hari itu Yesus bangkit dari kuburnya. Dan ini sudah kita bahas di edisi-edisi lalu, bahwa ‘Yesus bangkit dari kubur’ adalah sebuah kebohongan yang sengaja diciptakan dalam rangka memenuhi rangkaian puzzle ‘penebusan dosa’. (mu/adj)

Categories