Ustadz Maulana Buat Kontroversi Sebut Pemimpin Tak Penting Agama

ustad-maulana-nangkring-naik-diatas-mimbar-lebay-kena-bully-netizen1

Ustadz Maulana Buat Kontroversi Sebut Pemimpin Tak Penting Agama

Mustanir.com – Ustadz Maulana mengeluarkan pernyataan kontroversial dalam ceramahnya dengan menyebutkan bahwa ketika membahas soal kepemimpinan tidak perlu bicara agama. Pernyataan ini disampaikan dalam acara Islam Itu Indah stasiun televisi TransTV edisi senin 9 November 2015.

Ah agamanya beda? kalau kita membahas kepemimpinan tidak usah bicara agama. Kepemimpinan itu tidak berbicara masalah agama” ujar Ustadz Maulana disambut tawa peserta yang hadir.

Lebih lanjut Ustadz asal Makassar yang memiliki nama lengkap Muhammad Nur Maulana ini juga membuat analogi aneh bahwa kepemimpinan diidentikan dengan pilot.

Jadi kau tidak mau naik pesawat kalau pilotnya agama lain? jadi berbicara seperti ini jangan ada black campaign” tutur Ustadz Maulana.

Pernyataan Ustadz Maulana seakan melupakan Firman Allah dalam Al-Qur’an Surat Al-Imran 28, yang sangat jelas tertulis bahwa seorang Muslim tidak diperkenankan memilih pemimpin dari yang bukan Muslim.

Janganlah orang-orang mu’min mengambil orang-orang kuffar menjadi wali/pemimpin dengan meninggalkan orang-orang mu’min. Barangsiapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa) Nya. Dan hanya kepada Allah kembali (mu).” (ALQUR’AN SURAT ALI IMRAN : 28). (islamedia/adj)

Komentar Mustanir.com

Sungguh pernyataan yang gegabah yang dilontarkan oleh ‘ustadz’ maulana ini. Sejak awal kemunculannya di televisi, kami sudah mulai khawatir akan ada kepentingan Liberal yang menyetir ‘ustadz’ artis ini. Sungguh pernyataan semacam ini tidak seharusnya keluar dari seorang da’i.

Menggunakan rasio untuk mengukur benar atau salah adalah cara berfikir yang keliru, bagi umat Islam. Islam telah menggariskan, apa yang benar dan apa yang salah menurut standar hukum syara’. Dan telah jelas sekali, banyak nash yang menyatakan kewajiban untuk memilih pemimpin berdasarkan agamanya. Syarat pertama bagi seorang pemimpin dalam Islam, adalah dia seorang Islam. Jadi, jika ‘ustadz’ maulana menyatakan tidak penting agama seorang pemimpin, jelas ini bukan pendapat yang islami.

Categories