Individualisme adalah Kemajuan Menurut Kapitalisme

MUSTANIR.net – Kapitalisme memandang bahwa masyarakat tidak lebih dari sekumpulan individu. Pandangan ini ditegaskan oleh pemikir Muslim terkemuka abad ke-20, Taqiyuddin an-Nabhani, dalam bukunya Nidzam al-Islam.

Ia menjelaskan bahwa menurut kapitalisme, jika urusan individu teratur, maka masyarakat pun otomatis akan teratur. Dengan kata lain, kapitalisme menekankan kebebasan individu dalam mengaktualisasikan dirinya, karena diyakini bahwa kemajuan individu akan membawa kemajuan masyarakat.

Gagasan ini sejalan dengan pemikiran Adam Smith dalam The Wealth of Nations, ketika ia menyatakan:

“It is not from the benevolence of the butcher, the brewer, or the baker, that we expect our dinner, but from their regard to their own interest.”

“Bukan karena kebaikan hati si tukang daging, pembuat bir, atau pembuat roti kita mendapatkan makan malam, melainkan karena perhatian mereka terhadap kepentingan mereka sendiri.”

Konsekuensi logis dari pandangan ini adalah pemberian kebebasan seluas-luasnya kepada individu—dalam memiliki harta, berpendapat, dan beragama. Kapitalisme menilai bahwa intervensi negara yang membatasi individu justru akan membawa kehancuran.

Namun, yang sering luput dari perhatian adalah dampak merusak dari gagasan ini. Ketika individu bebas menentukan standar moral sendiri, muncullah berbagai kerusakan sosial: perzinahan yang merajalela, penyalahgunaan alkohol, kekerasan, hingga budaya saling menjatuhkan demi kepentingan pribadi.

Islam memiliki pandangan yang berbeda. Islam melihat masyarakat bukan hanya kumpulan individu, tetapi juga mencakup pemikiran (afkar), kecenderungan (muyul), dan aturan (nidzam). Masyarakat terbentuk melalui interaksi antar individu yang meniscayakan kesamaan dalam ketiga unsur tersebut.

Oleh karena itu, kemajuan masyarakat hanya bisa dicapai dengan membangun pemikiran yang benar, kecenderungan yang lurus, dan aturan yang shahih. Islamlah satu-satunya sistem yang menawarkan aturan shahih tersebut—yang mampu membimbing individu dan masyarakat menuju kemajuan sejati, bukan kerusakan. []

Sumber: Robi Pamungkas

About Author

Categories