Ironi: Pemimpin Kafir dibela, Akidah Islam di Tepi Jurang

Ironi: Pemimpin Kafir dibela, Akidah Islam di Tepi Jurang

Oleh: Adjih Mubarok

(Mahasiswa Pasca Sarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)

Mustanir.com – Dalam ILC (Indonesia Lawyers Club) yang ditayangkan di TVOne 11 Oktober 2016 lalu, ada yang menarik dari berbagai pemberitaan media massa. Setidaknya yang paling ramai diberitakan adalah tentang pernyataan NW yang -menurut Pak Samsi Ali- menunjukkan kerendahan yang sangat. Juga ignorant, arrogant, serta blunder.

Masih menurut Imam New York tersebut, meski tidak secara jelas beliau menuliskan, pemikiran Nusron Wahid mewakili kalangan orang-orang Liberal. Yakni kalangan yang selama ini kita tahu kalangan Liberal adalah kalangan yang frontal terhadap ajaran Islam di negeri ini. Hal-hal yang berbau Syariat saja -padahal cuma bau- mereka akan beramai-ramai frontal.

Membuat tulisan, sindiran, kritikan pedas bahkan tidak jarang yang melakukan perendahan hingga bullying. Kalangan Liberal bisa dikatakan sebagai kalangan yang memiliki ide melakukan Liberalisasi Islam di Indonesia. Yakni, menjadikan Islam yang mampu tunduk pada Kapitalisme-Sekulerisme global.

Orang Liberal semacam NW, di negeri ini banyak. Hobby mereka adalah melanggar batas-batas keagamaan yang tidak sesuai dengan ide (baca: syahwat) mereka. Bahkan batas-batas fundamental agama Islam saja berani mereka langgar. Dan ini jelas bisa mengeluarkan mereka dari agama Islam itu sendiri. Yang artinya dia menjadi -bahasa Qurannya- Kafir.

Peristiwa Ahok baru-baru ini yang dinilai melukai hati kaum muslimin di Indonesia, merupakan salah satu momentum melihat, siapa kawan sebenarnya dan siapa musuh sebenarnya. NW dan kalangan Liberal sebagai pendukung Ahok jelas adalah musuh yang nyata bagi Islam dan ajaran Islam yang fundamental.

Ajaran Islam yang fundamental yang dilanggar oleh kalangan Liberal adalah jelas ketika mereka “menghalalkan” apa yang “diharamkan” oleh Allah. Allah jelas melarang menjadikan orang Kafir sebagai pemimpin. Barang siapa yang menjadikan orang Kafir sebagai pemimpin, maka dia termasuk golongan Kafir. (Selengkapnya QS Al Maidah ayat 51)

Ustadz Rokhmat S. Labib dalam tulisannya “Ancaman Kepada Para Pendukung Ahok”, telah memberikan ultimatum kepada kaum muslimin (yang masih mau disebut muslim) yang mendukung Ahok dalam kepemimpinan dan membela Ahok yang telah menuduh kaum muslimin dibodohi oleh QS Al Maidah ayat 51, maka balasan yang setimpalnya adalah Neraka.

Adanya fakta bahwa banyak sekali kaum muslimin yang masuk dalam kategori diatas, adalah sebuah kemirisan. Akidah kaum muslimin tersebut sedang berada di tepi jurang. Inilah ironi di tubuh kaum muslimin negeri ini. Terlalu lama Sekulerisme-Liberalisme membenalu di tubuh kaum muslimin negeri ini. Tebas dan buang benalu tersebut. Bersihkan dan cabut hingga tercerabut ke akar-akarnya. Hingga tidak tersisa lagi kecuali Islam sebenar-benar Islam. Wallahu a’lam.

Categories