Iuran BPJS Sudah Capai 7,2 Triliun

iuran-bpjs

Iuran BPJS Sudah Capai 7,2 Triliun

Mustanir.com – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan mengantongi iuran kepesertaan sebesar Rp10,1 triliun pada kuartal I tahun ini. Realisasi ini tercatat tumbuh 140 persen apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni Rp7,2 triliun.

Agus Susanto, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan mengatakan, peningkatan iuran peserta ini sejalan dengan kenaikan jumlah peserta yang dirangkulnya. Per 31 Maret 2016, jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan naik 115,5 persen menjadi sebanyak 19,25 juta peserta.

“Kami optimistis, pertumbuhan iuran hingga akhir tahun nanti akan sesuai target, yaitu sebesar 124 persen kalau dibandingkan dengan perolehan akhir tahun lalu,” ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Kamis (14/4).

Menurut Agus, kenaikan iuran dan jumlah peserta tidak terlepas dari upaya yang dilakukan badan penyelenggara jaminan kesejahteraan tenaga kerja itu dalam melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.

Pertumbuhan iuran dan jumlah peserta juga, sambung ia, juga sejalan dengan optimalisasi kerja sama dengan berbagai pihak, seperti lembaga pemerintah melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (Paten), serta mitra strategis lainnya, seperti perbankan.

BPJS Ketenagakerjaan juga akan mengoptimalkan pengawasan dan pemeriksaan untuk memastikan pelaksanaan program jaminan sosial tenaga kerja dipatuhi oleh seluruh masyarakat kaum pekerja dan pemberi kerja (pengusaha).

“Saat ini, kami sudah memiliki petugas pengawasan dan pemeriksaan yang tersebar di 132 unit kerja BPJS Ketenagakerjaan di seluruh Indonesia,” terang dia.

Selain mendongkrak jumlah kepesertaan, ia menambahkan, pihaknya melalui jajaran direksi baru juga akan fokus pada pembenahan pelayanan di kantor cabang untuk melayani masyarakat kaum pekerja. (cnn/adj)

Komentar Mustanir.com

Luar biasa jumlah nominal iuran yang sudah terkumpul oleh BPJS. Yang mana iuran ini sebagaimana tercantum dalam UU Jaminan Nasional akan digunakan untuk kepentingan orang fakir dan miskin. Tapi, sayangnya uang BPJS ini digunakan untuk kepentingan investasi BPJS itu sendiri.

Investasi ini pun hanyalah sebuah gambling, kemungkinannya belum jelas, bisa menguntungkan dan sebaliknya bisa merugikan. Uang rakyat digunakan untuk perjudian, ini jelas kebijakan yang tidak Islami sama sekali.

Categories