
Jahiliyah adalah Kondisi Sistemik Ketika Manusia Menyingkirkan Petunjuk Allah
MUSTANIR.net – Perbedaan antara jahiliyah historis dan pola pikir jahiliyah modern terletak pada konteks waktu dan manifestasi fisiknya, namun keduanya memiliki substansi yang sama, yaitu penyingkiran wahyu Allah sebagai asas kehidupan.
Jahiliyah pada masa pra-Islam bukan berarti masyarakatnya bodoh atau buta huruf; sebaliknya, bangsa Arab pra-Islam memiliki tradisi sastra yang tinggi dan jaringan perdagangan yang sangat luas.
Kehidupan mereka disebut jahiliyah karena landasan hidupnya bukan berdasarkan wahyu, melainkan didasarkan pada hawa nafsu, fanatisme kesukuan, kepentingan kaum elite, dan hukum buatan manusia. Manifestasinya terlihat dalam prasangka jahiliyah, hukum jahiliyah, gaya hidup (tabarruj) jahiliyah, dan fanatisme jahiliyah.
Sementara itu, jahiliyah modern dapat tetap hadir meskipun sebuah masyarakat memiliki gedung-gedung tinggi, teknologi canggih, lembaga politik modern, serta sistem administrasi yang rapi. Karena esensi jahiliyah modern adalah kondisi ketika manusia mengambil sumber hukum, nilai, dan sistem hidup selain dari Allah. Hal ini sering mewujud dalam bentuk sekularisme, yaitu pemisahan agama dari kehidupan publik.
Aspek ekonominya dibangun di atas sistem riba, eksploitasi, dan kerakusan modal. Alam politiknya dipahami hanya sebagai seni merebut kekuasaan, bukan amanah untuk mengurus umat dengan hukum Allah. Sisi kebudayaannya, menjadikan kebebasan tanpa batas sebagai ukuran kemajuan dan menjadikan hawa nafsu sebagai sesembahan.
Perbedaan mendasar di antara kedua jenis jahiliyah tersebut adalah bahwa jahiliyah modern sering kali berlindung di balik “berhala modern”, yaitu ideologi-ideologi yang secara sistematis menyingkirkan wahyu dari pengaturan masyarakat, seperti kapitalisme atau liberalisme. Sementara jahiliyah historis lebih bersifat tradisional dan kesukuan, jahiliyah modern bersifat sistemik dan global, di mana individu yang ingin hidup saleh sekalipun sering merasa “dikepung” oleh tatanan yang tidak islami tersebut.
Jahiliyah tidak pas disebut sebagai periode sejarah masa lalu, tapi ia adalah sebuah kondisi mental dan sistemik yang terjadi kapan saja ketika manusia menyingkirkan petunjuk Allah dari kehidupan. Oleh karena itu, hijrah yang diperlukan saat ini adalah berpindah dari seluruh bentuk pemikiran dan sistem jahiliyah modern menuju penerapan Islam secara menyeluruh (kaffah). []
Sumber: Ngaji Shubuh
