Jamaah Haji Mulai Tuntaskan Prosesi Haji

Jamaah Haji Mulai Tuntaskan Prosesi Haji

Mustanir.com – Sebagian jamaah haji, Rabu (14/09), menuntaskan prosesi pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Para jamaah melempar tiga Jumrah di Mina kemudian menuju Mekkah untuk melakukan Tawaf Wada (tawaf perpisahan).

Pada hari Tasyriq kedua ini (12 Dzulhijjah), sebagian besar jamaah sejak pagi berjejalan di jembatan menuju Jumrah untuk melempar tiga Jumrah. Sebagian jamaah ada yang melakukan sehari sebelumnya, sebagaimana petunjuk Nabi yang dimulai dengan melempar Jumrah Sughrah, Wustha kemudian Jumrah Aqabah.

Waktu melempar Jumrah pada hari-hari Tasyriq, dan dimulai selepas matahari condong ke barat, atau setelah masuknya waktu Dzuhur hingga matahari tenggelam. Sejumlah ulama membolehkan melempar jumrah tepat sebelum matahari tenggelam.

Sementara sebagian jamaah ada yang melempar jumrah pada pagi hari di tanggal 12 Dzulhijjah, ini juga dibolehkan berdasarkan pendapat ulama yang membolehkan melempar Jumrah di detik-detik matahari tenggelam. Akan tetapi, mayoritas jamaah haji melempar Jumrah selepas Dzuhur.

Jika jamaah haji melempar jumrah pada tanggal 12 Dzulhijjah (hari Tasyriq kedua), mereka dibolehkan meninggalkan Mina. Dalam Istilah syariat hal itu dinamakan Nafar Awal. Dengan demikian, mereka tidak wajib mabit dan melempar jumrah di hari akhir (tanggal 13 Dzluhijjah). Akan tetapi dengan syarat, mereka keluar dari Mina sebelum Matahari tenggelam, jika tidak maka mereka harus bermalam di Mina.

Selepas melempar Jumrah pada 12 Dzulhijjah, jamaah menuju ke Baitul Haram untuk melaksanakan Tawaf Wada. Hal itu sebagaimana firman Allah yang artinya, “Barang siapa bersegera dalam dua hari tidak ada dosa baginya”.

Para jamaah yang ingin mengakhirnya melempar Jumrah hingga tanggal 13 Dzulhijjah maka harus menetap di jembatan Mina. Mereka akan melempar sebanyak tiga Jumrah di hari itu kemudian baru menuju Baitul Haram untuk Tawaf Wada.

Melempar Jumrah sebagai pengingat permusuhan terhadap setan yang menganggu Nabi Ibrahim dan anaknya Nabi Ismail di tempat tersebut. Itu menunjukkan permusuhan yang nyata tehradap setan.

Tiga jumrah di Mina merupakan tiga tempat yang ditandai dengan menara. Di tiga tempat itu, Nabi Ibrahim melemparkan kerikil untuk menimpuk setan yang terlihat. (kiblatnet/adj)

Komentar Mustanir.com

Selamat datang kembali ke tanah air bagi para Haji. Inilah para haji kita, manusia-manusia yang berbahaya bagi segala kezhaliman, kemunkaran, dan kekejian. Kedatangan mereka ke tanah air dinantikan untuk menghabisi penindasan, keterpecahan, keterbelakangan, dan kebodohan. Kedatangan mereka ke tanah air harus menjadi tonggak perubahan sosial, perbaikan ekonomi, pembinaan moral, peningkatan taraf pendidikan, kesehatan, serta kemakmuran. Selamat berkiprah berdarma bakti untuk ummat dan bangsa. Atau jangan kita bangga menyandang rukun Islam agung itu di depan nama.

Categories