Jangan Sisakan Makanan di Piringmu

Jangan Sisakan Makanan di Piringmu

Mustanir.com – Wahai saudaraku, pernahkah menyisakan makanan di piring? Mungkin sebutir dua butir nasi yang tersisa di piring banyak orang yang menganggapnya wajar untuk disisakan, padahal Islam mengajarkan kita untuk menghargai makanan bahkan hingga butir terakhir. Apakah kita sudah mengajarkan anak-anak kita untuk menghabiskan makanan hingga piring bersih?

“Apabila seseorang di antara kalian makan maka hendaklah ia menjilati jari jemarinya, karena ia tidak tahu di makanan yang manakah yang ada berkahnya.” [HR Muslim: 2035]

Bukankah menyisakan makanan berarti telah melakukan perbuatan mubadzir?

Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” (QS. Al Isro’: 26-27).

Masih menganggap sepele persoalan makanan sisa? Mari lihat beberapa fakta mengerikan mengenai sampah makanan sisa berikut ini:

Sepertiga makanan di dunia berakhir di pembuangan setiap tahunnya, yang dalam angka jumlahnya bisa mecapai 1,3 miliar ton, setara dengan berat 8,6 juta paus biru dewasa. Ya, sebanyak itulah sampah makanan yang kita hasilkan setiap tahun.

Berdasarkan indeks kelaparan yag dirilis organisasi bantuan pangan Jerman, Welthungerhilfe, selama 2014 sedikitnya 800 juta manusia di 16 negara menderita kelaparan serius. Seandainya miliaran ton makanan sisa itu tak disia-siakan dan digunakan untuk memberi makan mereka, pastilah mereka bisa lebih dari sekedar kenyang.

Jenis makanan yang paling banyak dibuang adalah buah dan sayur, entah karena busuk, terlihat/tercium tidak enak, hingga terbuang pada saat proses memasak. Hampir setengah dari jumlah buah dan sayur yang diproduksi di seluruh dunia, terbuang sebelum sempat dikonsumsi. Kedua jenis makanan ini sangat dibutuhkan manusia sebagai sumbr nutrisi, sementara kini 2 miliar orang di seluruh dunia justru kekurangan gizi.

Sampah makanan termasuk sampah organik yang dapat menghasilkan gas etana (CH4), gas berbau dan beracun yang memiliki efek yang 23 kali lebih buruk dibandingkan karbondioksida (CO2). Tragedi TPU Leuwigajah tahun 2005 mengingatkan kita ketika gas metana dari timbunan sampah bereaksi dan menimbulkan ledakan dahsyat yang menewaskan 157 orang.

Sampah makanan menghasilkan 3,3 miliar ton jejak karbon,hanya beda tipis dengan jumlah jejak karbon yang dihasilkan oleh negara sebesar Cina dan Amerika Serikat. Artinya sampah makanan yang dihasilkan manusia di seluruh dunia sangat berdampak terhadap pemanasan global dan kerusakan lingkungan.

Sahabat Ummi, untuk memastikan kita dan keluarga tidak membuang-buang makanan di rumah, pertama sekali pastikanlah kita membeli bahan makanan dengan jumlah yang bisa dihabiskan, jangan berlebihan beli dua papan tempe jika satu saja sudah cukup, setelah itu biasakan mengambil makanan di piring secukupnya saja. Kalau kurang kan bisa menambah kembali, daripada ambil kebanyakan namun tidak habis. Semoga yang sedikit ini bermanfaat. SUMBER

Categories