Mewaspadai Jebakan Hedonisme Modern Saat Ini

Mewaspadai Jebakan Hedonisme Modern Saat Ini

Mustanir.com – Saudaraku, di saat negera sedang dalam kondisi yang tidak menentu. Masyarakat kita justru hidup foya-foya dengan kemewahan fasilitas yang serba canggih. Ironisnya, semua barang itu belum tentu dibeli dari uang sendiri. Sebagian para pemegang kekuasaan memakai kendaraan dan fasilitas dari uang korupsi, sedangkan rakyat kecil bergaya hidup mewah.

Sikap seperti inilah yang oleh para ahli disebut sebagai gaya hidup Hedonis. Dalam kamus Collins Gem (1993) dinyatakan bahwa hedonisme adalah doktrin yang menyatakan bahwa kesenangan adalah hal yang paling penting dalam hidup. Atau hedonisme adalah paham yang dianut oleh orang-orang yang mencari kesenangan hidup semata-mata (Echols,2003).

Sebuah paham yang mementingkan kenikmatan sesaat. Bagi manusia modern sekarang kebahagiaan dianggap dapat dipenuhi dengan fasilitas yang serba mewah. Walhasil budaya hedonis ini menjadi sebuah paham yang digabungkan dengan gaya hidup materialis. Karena dengan diyakininya bahwa kebahagiaan hanya diukur dengan materi, akan melahirkan kondisi ketidakpercayaan terhadap sesuatu yang immateri, Tuhan. Inilah yang disebut gaya hidup hedon :

1. Pesta Tahun Baru

Pesta yang hingar bingar dan penuh dengan alunan-alunan musik menjadi suasana yang pasti dalam sebuah pesta tahun baru. Suara-suara terompet dan tabuhan alat-alat perkusi memeriahkan perhelatan yang senantiasa diadakan setiap tahun. Itulah pesta tahun baru yang selalu dinanti dan dimeriahkan. Seakan menjadi kewajiban bagi setiap manusia untuk merayakan upacara pergantian tahun itu.

2. Ulang Tahun

Tidak sedikit uang yang dikeluarkan untuk mengadakan pesta ulang tahun. Biaya dikeluarkan untuk pendanaan konsumsi, kue ulang tahun, baju pesta, dekorasi ruang, dan surat undangan. Biaya akan lebih besar jika acara dilakukan di gedung mewah, sewa badut untuk menghibur para tamu undangan, dan tampilan dari para pemain musik seperti band dan orkes tunggal.

3. Penyalahgunaan narkoba

Narkotika dan obat-obatan berbahaya atau yang kita kenal dengan narkoba, tidak lain adalah bom waktu yang siap menghancurkan generasi-generasi penerus. Hal ini terbukti dari  beberapa informasi yang menyatakan bahwa para siswa SD pun sudah mengkonsumsi zat haram tersebut. Lalu bagaimana nasib masyarakat kita nantinya jika para generasi muda telah mengalami ketergantungan pada narkoba?

Berapapun uang yang akan mereka keluarkan untuk membeli narkoba, hal itu bukan masalah yang berarti. Jika tak punya duit maka mencuri menjadi cara cepat untuk mendapatkannya. Segala cara menjadi halal selama jalan itu menuju kenikmatan dan kesenangan.

4. Musik dan Seni

Dunia sepertinya sepi tanpa musik dan kehidupan seakan hampa tanpa seni. Itulah  beberapa ungkapan para musisi dan seniman serta para penikmatnya. Konser-konser musik digelar di setiap kota. Tak jarang, setiap konser musik berlangsung,  banyak korban yang berjatuhan karena berdesak-desakan saat mereka asyik menikmati alunan musik sang idola. Banyak di antara korban itu yang meninggal dunia. Namun, peristiwa demi peristiwa tersebut tidak membuat mereka sadar akan kematian. Sebaliknya, konser terus digelar walaupun bahaya maut menjadi taruhan.

5. Seks bebas

Prinsip hedonisme telah menjadi semacam ‘alat massal penghancur moral’ yang meluluhlantakkan tataran publik hingga kelapisan privat. Pornografi, seks bebas, dan  penyimpangan seksual menjadi ritual baru umat manusia. Di Eropa, Denmark adalah Negara yang dengan terbuka memproklamirkan diri sebagai sentra pornografi dan prostitusi, dan Covenhagen sebagai ibu kota Negara, merangkap pusat akivitas seks bebas. Copenhagen dijuluki pusat pornografi, prostitusi, serta hiburan seks live di Eropa. Diperkirakan sekitar 1500 pekerja seks ‘beraksi’ setiap hari.

6. Pariwisata

Salah satu upaya untuk menyalurkan kesenangan ialah dengan berwisata. Pada dasarnya, seseorang boleh-boleh saja berwisata selama aktivitas tersebut tidak melanggar nilai-nilai syar‟i. Adapun yang menjadi pembahasan saat ini adalah tempat-tempat wisata serta aktifitasnya yang senantiasa menjurus kepada kemaksiatan.

Banyak tempat-tempat prostitusi yang tersebar luas di kawasan wisata. Tidak hanya itu, tempat wisata terkadang menjadi area yang pas untuk pesta narkoba dan miras. Biasanya, mereka melakukan hal ini di tempat-tempat penginapan. Mulai dari motel yang bertarif murah sampai hotel-hotel mewah, ditawarkan untuk memberikan pelayanan kepada para  pengungjung untuk bebas melakukan apapun.

7. Per-Film-an

Acara-acara yang disuguhkan kepada masyarakat kerap tidak pernah terlepas dari  prilaku hedonis. Tidak hanya di layar kaca, kehidupan para selebritis pun sangat kental dengan budaya hedonisme. Kehidupan glamour dan figuritas senantiasa melekat dalam keseharian para bintang film.

Selain menampilkan gaya hidup yang serba mewah, perfileman juga selalu menampilkan unsur-unsur pornografi. Di Amerika, sebuah pengamatan dan penelitian terhadap tiga saluran televisi terbesar yaitu CBS, NBC dan ABC, telah tercatat bahwa ketiganya menayangkan 113 adegan  pelecehan seksual setiap minggunya. Angka-angka statistik lainnya juga menunjukkan bahwa masyarakat AS setiap harinya menghabiskan waktu dengan program-program televisi yang menayangkan adegan kekerasan dan pelecehan seksual.

Penayangan tindakan kekerasan dan seksual di media-media massa AS, khususnya televisi, telah menyebabkan masyarakat negeri ini dilanda gelombang kejahatan. Majalah mingguan Inggris Sunday Times menulis, “Meskipun AS memiliki 440 ribu polisi federal, setiap jam terjadi dua kali pembunuhan, 194 kali pencurian bersenjata, 10 kali pemerkosaan terhadap wanita dan anak-anak, dan 600 kali pencurian di rumah-rumah.” Dalam kondisi masyarakat seperti ini, Hollywood berarti cikal bakal timbulnya kebudayaan seks dan kekerasan di AS. Kondisi yang memprihatinkan ini tidak saja membahayakan bangsa AS sendiri, namun juga membahayakan masyarakat dunia mengingat besarnya penyebaran film-film produksi AS di seluruh dunia.

Industri perfileman merupakan bisnis yang paling menguntungkan. Hal ini terjadi karena budaya konsumtif masyarakat terhadap film semakin meningkat. Tidak hanya itu, sisi-sisi kehidupan sang bintang yang glamour selalu menjadi perhatian publik yang acapkali ditiru. Dengan kata lain, film dan acara-acara televisi yang ditayangkan adalah jalan yang sangat mulus dalam upaya penyebaran budaya hedonisme dan kebebasan.

Semoga bermanfaat. SUMBER

Categories