Kanselir Jerman Serukan Larangan Burqa

Kanselir Jerman Serukan Larangan Burqa

Mustanir.com – Kanselir Jerman, Angela Merkel mengeluarkan argumennya soal penggunaan cadar penuh di wajah atau burqa. Ia menyerukan larangan publik pada burqa, Selasa (6/12).

Pernyataan ini disambut tepuk tangan oleh sekitar seribu delegasi dari partainya, Christian Democrats’ (CDU). Lebih lanjut Merkel mengatakan burqa tidak sesuai dengan kultur di Jerman.

“Di sini kami menunjukkan wajah kami, sehingga menutupnya secara penuh tidaklah layak, ini harus dicegah dimana pun secara legal,” kata dia pada publik dilansir Aljazirah.

Pernyataan ini adalah yang pertama bagi Merkel merambah ke sentimen Islamofobia. Saat ini ia sedang berkampanye untuk jabatan termin keempatnya di posisi kanselir.

Merkel menilai larangan burqa perlu diberlakukan penuh di tempat umum, seperti pengadilan, pemeriksaan polisi dan ketika sedang mengendarai kendaraan. Pada para delegasi partai, Merkel juga berjanji mengatasi gelombang migran.

“Situasi seperti itu pada musim panas 2015 tidak seharusnya terjadi lagi,” kata Merkel. Ia menyatakan hal itu sebagai tujuan politiknya.

Merkel menjelaskan para pengungsi mendapat perlindungan di Jerman dari perang, penyiksaan dan masalah lain di negara asal mereka. Namun tidak semua pengungsi bisa tetap tinggal.

Para delegasi tampak senang dengan pandangan Merkel kali ini. Pidatonya selesai dalam satu setengah jam dan langsung menuaistanding ovation. Pidato tersebut disampaikan dalam konferensi partai CDU selama dua hari di kota industri Essen. (rol/adj)

Komentar Mustanir.com

Jerman sebagai negara yang menjalankan prinsip kebebasan dan demokrasi seharusnya menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia bagi setiap warganya, sekalipun warga tersebut adalah seorang Muslimah yang ingin menggunakan burqa atau cadarnya di tempat umum, ini baru namanya konsistensi terhadap prinsip kebebasan dan demokrasi.

Akan tetapi sebagaimana yang kita pahami bahwa kaum muslimin di Eropa memang tidak memiliki tempat dalam kehidupan mereka yang bebas dan demokrasi. Inilah cacat dari demokrasi yang ternyata tidak pernah berpihak kepada kaum muslimin dimanapun.

Categories