Kasus ISPA Meningkat 20 Persen Akibat Kabus Asap

ispa

Kasus ISPA Meningkat 20 Persen Akibat Kabus Asap

Mustanir.com – Bencana kabut asap di enam provinsi di Pulau Sumatera dan Kalimantan masih terus melanda. Dampak kesehatan yang ditimbulkan pun makin memprihatinkan.

Menteri Kesehatan, Nila Djuwita Moeloek, mengatakan, selama kabut asap masih ada, potensi peningkatan penyakit gangguan pernapasan, seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan iritasi mata terus meningkat. Penyakit lain seperti diare akibat keterbatasan air bersih dan sanitasi buruk juga menjadi ancaman selama tidak turun hujan.

Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan mencatat, jumlah penderita ISPA akibat kabut asap rata-rata meningkat sekitar 15-20 persen.

“Rata-rata jumlah pasien yang berkunjung ke fasilitas kesehatan naik 15-20 persen, meningkat tiga minggu terakhir ini. Kondisinya makin mengkhawatirkan kalau asap tidak berhenti,” kata Nila dalam temu media di Kantor Kemkes, Jakarta, Selasa (6/10).

Jumlah kasus ISPA secara kumulatif sejak 29 Juni sampai 5 Oktober 2015 di enam provinsi, tercatat di Riau sebanyak 45.668 kasus, Jambi 69.734, Sumatera Selatan 83.276, Kalimantan Barat 43.477, Kalimantan Selatan 29.104, dan Kalimantan Tengah 36.101 kasus.

Sementara status Indek Standar Pencemaran Udara (ISPU) per hari ini, 6 Oktober, terdiri dari Riau sebesar 395,63 (level berbahaya), Jambi 585,27 (berbahaya), Sumatera Selatan 880,85 (berbahaya), Kalimantan Barat 44,16 (baik), Kalimantan Selatan 55,46 (sedang), dan Kalimantan Tengah 763,09 (berbahaya).

Menkes mengatakan, pihaknya sudah mengirimkan 27.595 ton bantuan ke delapan provinsi terdampak, berupa masker,oxycan, paket obat untuk ISPA, diare, tetes mata, dan vitamin.

Untuk mencegah dampak kesehatan yang meluas, Menkes minta masyarakat, terutama yang berisiko tinggi seperti anak-anak, lansia, ibu hamil dan yang sudah sakit, agar tidak keluar rumah bila tidak mendesak. Sebisa mungkin hindari kabut asap tebal. Sebab, menurut Menkes, meski sudah menggunakan masker, potensi anak-anak terpapar asap tetap tinggi.

Selain itu, dianjurkan menjaga fisik atau kekebalan tubuh, sehingga tidak mudah sakit. Menkes juga minta pemerintah di daerah terdampak selalu mengupdate status ISPU, dan mengumumkannya kepada masyarakat, sehingga bisa dihindari (sp/adj)

Categories