Haram Membela Kebiadaban Yahudi

MUSTANIR.net – Kejahatan entitas Yahudi terhadap penduduk Gaza kian terkuak. Ternyata militer Yahudi sendiri yang melakukan pembantaian terhadap warga sipil yang tengah menyaksikan konser pada 7 Oktober lalu. Pembantaian itu lalu mereka tuduhkan kepada Hamas.

Tudingan Yahudi Zionis bahwa sejumlah rumah sakit menjadi markas pejuang Hamas juga tidak terbukti. Padahal entitas Yahudi telah melakukan serangan brutal terhadap fasilitas kesehatan tersebut. Masih banyak lagi kedustaan untuk membenarkan tindakan keji mereka akhirnya terbongkar juga.

Dengan izin Allah, kini opini sebagian besar penduduk dunia, para jurnalis, termasuk sejumlah media massa Barat mulai berbalik menyerang Yahudi Zionis. Mereka membeberkan kedustaan entitas Yahudi di balik berbagai serangan terhadap warga Gaza. Di berbagai negara, termasuk di Amerika Serikat dan Inggris, warga mulai mengecam para pemimpinnya sendiri yang dituduh bertanggung jawab atas aksi genosida kaum Yahudi terhadap penduduk Gaza.

Peringatan al-Quran

Allah SWT sesungguhnya telah mengingatkan kaum Muslim tentang kejahatan kaum Yahudi sepanjang sejarah. Padahal Allah SWT telah memberi mereka banyak karunia. Misalnya, Allah SWT banyak mengutus para nabi dan rasul di tengah-tengah mereka, menjadikan sebagian dari mereka sebagai raja, termasuk menyelamatkan mereka dari kekejaman Fir’aun. Allah SWT berfirman:

يَٰبَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ ٱذۡكُرُواْ نِعۡمَتِيَ ٱلَّتِيٓ أَنۡعَمۡتُ عَلَيۡكُمۡ وَأَنِّي فَضَّلۡتُكُمۡ عَلَى ٱلۡعَٰلَمِينَ

Hai Bani Israil, ingatlah nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepada kalian, dan ingat pula bahwa Aku telah melebihkan kalian atas seluruh umat (TQS al-Baqarah [2]: 47).

Di dalam tafsirnya Imam Ibnu Katsir menjelaskan ayat di atas: ”Allah SWT menyebutkan kepada mereka tentang pemberian nikmat-Nya kepada nenek moyang dan leluhur mereka, juga kelebihan mereka dengan mengutus para rasul dari kalangan mereka. Allah SWT pun menurunkan kitab-kitab kepada mereka serta keistimewaan atas umat-umat lain pada zaman mereka.” (Ibnu Katsir, Tafsîr al-Qur’ân al-‘Azhîm, 1/158).

Di antara mereka ada yang mengimani Allah dan para nabi, seperti kaum Hawariyun yang menjadi pengikut Nabi Isa as. Pada masa Rasulullah saw. ada Shafiyyah binti Huyay ra. yang menjadi istri Rasulullah saw. Ada juga Abdullah bin Salam yang termasuk kalangan Sahabat Nabi saw. Akan tetapi, kebanyakan dari mereka justru mengingkari Allah SWT dan para nabi. Mereka malah mengobarkan permusuhan terhadap orang-orang yang beriman.

Berbagai tabiat buruk kaum Yahudi diungkap Allah SWT di dalam al-Quran. Tujuannya agar menjadi peringatan bagi kaum Muslim. Di antara tabiat buruk kaum Yahudi:

Pertama, suka mengkhianati perjanjian. Sedari dulu kaum Yahudi punya karakter pengkhianat. Karena itu jangan mudah memercayai mereka untuk menepati segala bentuk perjanjian. Allah SWT berfirman:

أَوَ كُلَّمَا عَٰهَدُواْ عَهۡدًا نَّبَذَهُۥ فَرِيقٌ مِّنۡهُمۚ بَلۡ أَكۡثَرُهُمۡ لَا يُؤۡمِنُونَ

Patutkah (mereka mengingkar ayat-ayat Allah) dan setiap kali mereka mengikat janji, segolongan mereka melemparkan janji tersebut? Bahkan sebagian besar dari mereka tidak beriman (TQS al-Baqarah [2]: 100).

Pengkhianatan ini sudah ditampakkan kaum Yahudi pada masa Nabi saw. Mereka telah terikat dengan Piagam Madinah untuk tidak saling menyerang. Namun, justru berkali-kali mereka melanggar isi perjanjian tersebut. Termasuk bersekutu dengan kaum musyrik Quraisy pada Perang Ahzab. Mereka berusaha menusuk kaum Muslim dari belakang.

Pada masa kini, Yahudi Zionis juga berkali-kali menyatakan gencatan senjata di Palestina. Namun, berkali-kali pula mereka melanggar perjanjian tersebut. Begitulah. Tabiat asli mereka telah ditampakkan dalam sejarah.

Ke dua, membunuh para nabi. Kejahatan terbesar kaum Yahudi/Bani Israil adalah melakukan pembunuhan terhadap para nabi dan rasul. Allah SWT berfirman:

لَقَدۡ أَخَذۡنَا مِيثَٰقَ بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ وَأَرۡسَلۡنَآ إِلَيۡهِمۡ رُسُلاًۖ كُلَّمَا جَآءَهُمۡ رَسُولُۢ بِمَا لَا تَهۡوَىٰٓ أَنفُسُهُمۡ فَرِيقًا كَذَّبُواْ وَفَرِيقًا يَقۡتُلُونَ

Sungguh Kami telah mengambil perjanjian dari Bani Israil. Kami pun telah mengutus para rasul kepada mereka. Namun, setiap datang seorang rasul kepada mereka dengan membawa apa yang tidak diingini oleh hawa nafsu mereka, maka sebagian dari rasul-rasul itu mereka dustakan, dan sebagian lainnya mereka bunuh (TQS al-Maidah [5]: 70).

Di antara utusan Allah yang mereka bunuh adalah Nabi Zakaria as. dan Nabi Yahya as. Ada pun Nabi Isa as. diselamatkan oleh Allah dari upaya pembunuhan oleh kaum Bani Israil. Allah SWT juga menyelamatkan Rasulullah saw. dari sejumlah upaya pembunuhan yang dilakukan orang-orang Yahudi, yang dilakukan Amar bin Jahsiy.

Ke tiga, kaum Yahudi adalah bangsa yang paling keras permusuhan dan kebenciannya terhadap Islam dan kaum Muslim. Mereka juga berusaha keras agar kaum Muslim mengikuti millah (agama) mereka. Allah SWT berfirman:

وَلَن تَرۡضَىٰ عَنكَ ٱلۡيَهُودُ وَلَا ٱلنَّصَٰرَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمۡ

Tidak akan pernah ridha kepada kamu (Muhammad) kaum Yahudi dan Nasrani sampai kamu mengikuti agama mereka (TQS al-Baqarah [2]: 120).

Kebencian dan permusuhan kaum Yahudi ini juga diingatkan Allah SWT dalam ayat yang lain:

لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ ٱلنَّاسِ عَدَٰوَةً لِّلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱلۡيَهُودَ وَٱلَّذِينَ أَشۡرَكُواْۖ

Sungguh kamu akan mendapati manusia yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah kaum Yahudi dan orang-orang musyrik (TQS al-Maidah [5]: 82).

Kaum Yahudi telah menampakkan permusuhan dan kebenciannya pada masa Nabi saw. Begitu bencinya terhadap umat Muslim, Yahudi Bani Qainuqa pernah melakukan pelecehan terhadap Muslimah. Mereka pun membunuh seorang pedagang Muslim yang membela Muslimah tersebut. Kelompok Yahudi lain, yakni Yahudi Bani Nadhir, pernah berusaha membunuh Rasulullah saw. Akhirnya, Rasulullah saw. dan para Sahabat memerangi dan mengusir mereka dari Madinah.

Saat ini, kebencian dan permusuhan kaum Yahudi juga tampak begitu keras terhadap kaum Muslim Palestina. Bukan hanya mengusir penduduk Palestina. Mereka juga menyerang dan menembaki jamaah shalat di al-Aqsha. Lalu dengan kejam mereka membunuhi anak-anak, perempuan dan lansia. Begitu kejinya tindakan mereka sampai bayi yang baru lahir saja mereka bunuh dengan kejam.

Bahkan dalam serangan terhadap warga Gaza, militer Yahudi Zionis menggunakan cara-cara kejam seperti mengebom pasar, sekolah, masjid, gereja dan pemukiman warga. Kaum Yahudi Zionis juga menggunakan bom fosfor yang sudah dilarang penggunaannya, menembaki jurnalis dan tenaga medis, bahkan menggunakan tank baja untuk menggilas warga sipil.

Pemerintah Yahudi Zionis juga terbukti melakukan praktik penjualan organ-organ tubuh manusia yang mereka ambil dari jenazah warga Palestina yang terbunuh. Baik dari jasad korban perang maupun dari tahanan yang mati di penjara-penjara negara zionis. Inikah yang disebut sebagai self defense (upaya membela diri)?

Haram Membela Kezaliman

Oleh sebab itu kita patut bertanya: Sedemikian telah jelas kekejaman dan kebiadaban Zionis Yahudi, apakah pantas untuk dibela? Hanya orang biadab dan tidak waras saja yang mendukung dan membenarkan tindakan genosida kaum Yahudi. Orang yang masih waras akalnya tak akan mungkin membenarkan tindakan kejam, biadab dan brutal tersebut.

Mengherankan jika di Tanah Air bermunculan orang-orang dan kelompok-kelompok yang dengan bangga membela kebiadaban entitas Yahudi tersebut. Bahkan mereka menuduh para pejuang Islam, seperti Hamas yang sedang berusaha membebaskan tanah airnya, sebagai kelompok teroris. Jika orang yang sedang melawan penjajah disebut teroris, lalu apa sebutan yang pantas untuk para agresor seperti kaum Yahudi yang merampok negeri orang lain? Apa pula sebutan yang pantas untuk Amerika Serikat yang menyerbu Irak dan Afganistan?

Wahai kaum Muslim: Bukankah Allah SWT telah mengingatkan Anda tentang larangan untuk mendukung kezaliman? Allah SWT berfirman:

وَلَا تَرْكَنُوا إِلَى الَّذِينَ ظَلَمُوا فَتَمَسَّكُمُ النَّارُ وَمَا لَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ مِنْ أَوْلِيَاءَ ثُمَّ لَا تُنْصَرُونَ

Janganlah kalian cenderung kepada orang-orang zalim yang menyebabkan kalian disentuh api neraka. Sekali-kali kalian tidak mempunyai seorang penolong pun selain Allah, kemudian kalian tidak akan diberi pertolongan (TQS Hud [11]: 113).

Wahai kaum Muslim: Janganlah kalian terpedaya dengan tipu daya kaum Yahudi yang punya tabiat pengkhianat dan perusak perjanjian. Jangan juga Anda percaya dengan negara-negara Barat yang mensponsori eksistensi negara teroris Yahudi ini. Mereka telah bersekongkol untuk menipu dan menghancurkan Anda sekalian. Allah SWT berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَتَّخِذُواْ ٱلۡيَهُودَ وَٱلنَّصَٰرَىٰٓ أَوۡلِيَآءَۘ بَعۡضُهُمۡ أَوۡلِيَآءُ بَعۡض

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengambil kaum Yahudi dan Nasrani menjadi para pemimpin (kalian), Sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain (TQS al-Maidah [5]: 51).

Saatnya umat ini bersatu untuk membebaskan Palestina dari cengkraman agresor Yahudi. Saatnya kita menunaikan perintah Allah SWT untuk menolong sesama Muslim. Saatnya kita menghapuskan sekat-sekat nasionalisme, lalu melebur dalam ukhuwah islamiyah di bawah naungan khilafah sebagai junnah (perisai) yang melindungi umat.

WalLâhu a’lam bi ash-shawâb. []

Sumber: Buletin Kaffah

About Author

Categories