Kebodohan Rasisme di Amerika Ketika Jam Elektronik disebut Bom

ahmed

Kebodohan Rasisme di Amerika Ketika Jam Elektronik disebut Bom

Mustanir.com – Mohamed Ahmed, seorang murid Muslim berusia 14 tahun di Texas Utara diduga membawa bom ke sekolah. Hal itu karena jam buatannya sendiri yang dia bawa ke kelas menurut gurunya mirip seperti alat peledak. Akhirnya gurunya memutuskan untuk melaporkannya ke polisi untuk diamankan.

Ceritanya, Mohamed, seorang anak yang suka bermain dengan barang-barang elektronik itu pada Senin (14/9) dengan bangga menunjukkan jamnya di kelas di MacArthur High School. Kemudian salah seorang guru meneriakkan bahwa barang yang ditunjukkan Mohamed itu adalah bom.

Oleh karena itulah Kepala Sekolah McArthur High School langsung memanggil polisi. Setelah polisi datang ke sekolah tersebut Mohamed langsung diborgol dan dimintai keterangan atas benda yang dibawanya tersebut. Namun demikian polisi masih meragukan jika benda itu adalah bom.

Atas kejadian tersebut, menurut informasi dari New York Post pada Rabu (16/9), Mohamed diskors selama tiga hari. Kendati dia belum mendapatkan putusan dari pihak yang berwenang dari kasus tersebut.

Dewan Hubungan Islam Amerika menyelidiki kasus tersebut. Dia beranggapan bahwa kasus ini merupakan insiden yang khas menunjukkan sikap anti terhadap Islam. (rol/adj)

Komentar Mustanir.com

Melihat peristiwa ini setidaknya bisa kita nilai, bahwa tuduhan yang diberikan kepada Ahmed semata-mata atas dasar kebodohan guru tersebut. Kemudian fenomena islamophobia atau sikap anti-islam yang sedang mewabah menjadi motif utama untuk menghukumi setiap muslim memiliki kaitan dengan bom, teroris dan sebagainya.

Dan kejadian semacam ini seolah membawa kita kepada abad kegelapan Eropa dimana mereka juga melakukan banyak sekali kebodohan karena fanatisme terhadap Gereja. Sehingga semua doktrin gereja, sekalipun tidak masuk akal dan tidak manusiawi akan dilakukan. Sepertinya Amerika sedang kembali menjalani fase-fase kegelapan sebagaimana di Eropa.

Categories