MUSTANIR.net – Sistem politik demokrasi —beserta induk semangnya yakni ideologi kapitalisme-sekulerisme dan derivatnya: liberalisme, nasionalisme, nation state, HAM, pluralisme, hedonisme, sinkretisme, ekonomi kapitalis, dan lain-lain— yang kini telah diadopsi dan diterapkan oleh sekitar 167 negara.

Termasuk diadopsi dan diterapkan oleh beberapa negara yang berpenduduk muslim seperti Turki, Pakistan, Lebanon, Malaysia, Indonesia, dan lain-lain. Yang juga notabenenya sistem politik demokrasi itu pun diadopsi, diterapkan, dan diemban serta dijaga oleh punggawa utamanya yaitu Amerika Serikat (USA) dan sekutu Baratnya (Eropa) serta juga lembaga mantel internasionalnya yakni PBB.

Demokrasi itu realitas faktanya historis maupun empiris bukanlah sistem terbaik dan bukanlah sistem yang adil. Karena faktanya demokrasi sistem terburuk, sangat zalim, dan sangat jahat sekali yang menebar kerusakan, kezaliman, kekufuran, dan kejahatan di muka bumi ini.

Buktinya banyak sekali track record (rekam jejak) kerusakan dan kejahatan demokrasi tersebut yang tersebar luas di seantero penjuru bumi. Termasuk pula, kejahatan demokrasi tersebar luas di seantero penjuru Nusantara (Indonesia) ini. Ada pun bukti-bukti kejahatan demokrasi tersebut, antara lain:

  1. Negara Amerika Serikat (AS) yang sejak awal lahirnya hingga sekarang mengadopsi dan mengemban ideologi kapitalisme-sekulerisme dengan sistem politik demokrasi dan sistem ekonomi kapitalisnya. Faktanya hanya membuat dunia kian semakin carut marut dan dunia pun dirundung berbagai macam problematika yang tak kunjung selesai, seperti:

– Di awal lahirnya negara AS, bangsa Eropa yang eksodus besar-besaran ke daratan benua Amerika. Mereka membuat kebijakan politik melakukan pembunuhan secara massal (genosida) kepada jutaan lebih rakyat pribumi asli Amerika yaitu suku bangsa Indian. [1]

– Melahirkan penjajahan gaya baru (neo-imperialisme). [2]

– Menciptakan peperangan yang lebih brutal dan sangat sadis, seperti: meletusnya Perang Dunia ke dua pada 1 September 1939-2 September 1945, yang menewaskan sekitar 60 juta umat manusia. AS menjatuhkan bom atom di kota Nagasaki dan Hiroshima di Jepang pada 6 dan 9 Agustus 1945 hingga menewaskan penduduknya sekitar 150.000-190.000 korban jiwa. Dan AS pernah menginvasi dan menjajah Vietnam, Afganistan, dan Irak hingga tewaskan jutaan lebih warga. Serta AS pun puluhan tahun mendukung, membela, dan membekingi Israel dalam menjajah Palestina dan membunuhi puluhan ribu lebih warga Palestina. Dan lain-lain. [3]

– Menyuburkan ateisme. [4]

– Menyuburkan liberalisme. [5]

– Menyuburkan hedonisme. [6]

– Meningkatkan kriminalitas. [7]

– Menciptakan eksploitasi terhadap manusia. [8]

– Meningkatkan semakin suburnya pornografi-pornoaksi dan pelacuran atau prostitusi. [9]

– Menyebabkan kerusakan ekosistem dunia di darat maupun di lautan. [10]

– Berdiri banyaknya industri-industri besar oleh perusahaan-perusahaan multinasional. Hingga sebabkan kerusakan dan pencemaran lingkungan serta terjadinya efek rumah kaca dan mencairnya es di Kutub Utara dan Selatan. Hingga sebabkan semakin bertambah besar dan tingginya volume permukaan air laut, sehingga kota-kota di pinggir laut terancam tenggelam. [11]

– Menciptakan dan meningkatkan kemiskinan sistemik. [12]

– Menyebabkan perpecahan dan konflik sosial serta maraknya pembunuhan di tengah masyarakat. [13]

– Membuat kesenjangan antara si miskin dan si kaya yang semakin sangat menganga. [14]

– Menyebabkan ketidakadilan sosial, hukum, dan ekonomi. [15]

– Menyebabkan kerusakan institusi keluarga dan masyarakat. [16]

– Menyebabkan tercemarnya ekosistem lingkungan bumi dengan munculnya berbagai macam polusi. Seperti: polusi udara, polusi air, polusi lautan dan daratan, yang disebabkan kian tumbuh suburnya industri-industri besar dari perusahaan-perusahaan raksasa multinasional. Hingga sebabkan efek rumah kaca dan juga akibatnya pun terjadi kebolongan atau kebocoran pada dinding lapisan ozon di atmosfer bumi. [17]

–Dan lain-lain.

  1. Demokrasi itu pun sangat jahat dengan menindas rakyat dan merusak negeri Nusantara ini atas nama rakyat dan kebebasan. Demokrasi kapitalisme-sekulerisme yang diadopsi dan diterapkan di negeri ini sejak era Orde Lama (Orla), Orde Baru (Orba) hingga Orde Reformasi (Ormas) dan Orde Gila (Orgil) saat ini. Faktanya hanya semakin kian melahirkan banyaknya kerusakan dan carut marutnya berbagai problematika yang semakin acak adut, yang mendera Indonesia. Serta demokrasi kapitalisme-sekulerisme faktanya pun hanya menjadi biang penjajahan gaya baru kapitalisme global asing-aseng yang mendera dan menjerat serta mencengkram negeri ini. Gara-gara demokrasi kapitalisme-sekulerisme beserta derivatnya tersebut, yang diadopsi dan diterapkan di Indonesia, lihatlah akibatnya:

– Lepasnya Timor Timur, pulau Sipadan dan pulau Ligitan dari pangkuan NKRI. [18]

– Kian subur dan merajalelanya gerakan makar separatis teroris OPM yang sangat radikal di Papua. Bahkan OPM terang-terangan mengibarkan bendera bintang kejora, menantang perang dengan NKRI dan memproklamasikan berdirinya Negara Federal Republik Papua Barat. Sebelumnya pun OPM sudah sering membunuhi puluhan lebih aparat TNI dan Polri serta menyandera 1.300 orang warga sipil Tembagapura di Papua. Bahkan OPM pun dengan sangat keji dan barbarnya membunuh 35 warga sipil yang menjadi pekerja pembangunan Trans Papua di Papua, dan lain-lain. [19]

– Tambang emas milik NKRI berton-ton segunung di Papua dirampok dan dikuasai puluhan tahun oleh Freeport perusahaan tambang milik AS. Melalui sejumlah regulasi UU yang disahkan oleh pemerintah dan DPR sejak akhir era Orde Lama dan era awal Orde Baru hingga era Reformasi dan Orde Gila di zaman now ini, bahkan diperpanjang hingga tahun 2040. Padahal perusahaan tambang Freeport milik AS tersebut merupakan simbol penjajahan kapitalisme global AS di bumi NKRI ini. [20]

– Hanya melahirkan gurita raksasa korupsi yang makin menggila di NKRI yang melibatkan koruptor kelas ikan teri, kelas ikan kakap hingga kelas ikan paus. Lihatlah seperti mega kasus korupsi: Eddy Tansil, BLBI, Century, e-KTP, Sumber Waras, Honggo, pengadaan bus Transjakarta, Reklamasi, Meikarta yang melibatkan Mendagri, 41 anggota DPRD Malang, Gubernur Jambi dan DPRD Jambi, pengadaan air mineral di Kementerian PU, serta korupsi Bupati Kotawaringin kader PDIP. Dan juga mega korupsi: Bansos Covid 19, Benur KKP, Jiwasraya, ASABRI, Bumiputera, Harun Masiku, KPU, Idrus Marham Mensos, Imam Nahrowi Menpora, Mardani H Maming Bendahara Umum PB NU, Profesor Karomani Rektor Unila Lampung, Surya Darmadi, Lukas Enembe (Gubernur Papua), BTS Johnny G Plate Menkominfo, dan lain-lain. Akhirnya korupsi pun makin hari makin menjadi kearifan lokal dan menjelma menjadi super mega gurita raksasa korupsi. [21]

– Indonesia dibanjiri berton-ton narkoba dari asing dan aseng, hingga narkoba pun menjadi gurita raksasa narkoba. Hingga narkoba pun menjelma menjadi kearifan lokal di negeri ini, sehingga sulit diberantas. Karena peredaran narkoba tersebut melibatkan sindikat jaringan mafia raksasa, yang melibatkan bandar narkoba kelas ikan teri, kelas ikan kakap hingga kelas ikan paus. Juga melibatkan aparat dan pejabat hitam nan korup. Bahkan melibatkan pula negara-negara imperialis kapitalis asing-aseng yang berkepentingan menguasai dan menjajah Indonesia, melalui perang candu dan perang proxy. Sehingga Indonesia terancam kehilangan generasi penerusnya, dan terancam pula kehilangan kedaulatan wilayahnya. [22]

– Nilai rupiah jatuh tersungkur dihadapan dolar AS di mana 1 dolar AS saat ini senilai lebih dari Rp. 15.000. Jatuhnya rupiah tersebut atas dolar hanya akan memicu terjadinya krisis keuangan dan krisis ekonomi, seperti krisis ekonomi tahun 1998. Dan tentunya pun jatuhnya rupiah tersebut hanya akan kian melambungkan jumlah utang negara yang kian membengkak dari Rp. 5.000 triliun lebih kian menjadi makin berlipat ganda. Serta hanya membuat pajak akan semakin naik dan harga-harga produk impor semakin naik pula, dan makin mahal. Otomatis pun akan menaikkan harga-harga produk turunan yang diproduksi dari produk impor tersebut. Dan akhirnya tahun 2021 utang luar negeri Indonesia sudah makin menggunung tinggi tembus menjadi 6.000 triliun lebih. Dan di tahun 2023 ini utang luar negeri Indonesia telah mencapai lebih dari 7.000 triliun. Melalui jeratan utang ribawi yang dilancarkan oleh lembaga-lembaga rentenir raksasa seperti IMF, Bank Dunia, Bank China, dan lain-lain. [23]

– Biaya hidup pun semakin hari makin mahal seperti naiknya: harga sembako, harga BBM, harga gas, tarif pajak, Tarif Dasar Listrik (TDL), biaya kesehatan, biaya sekolah, dan lain-lain. Sebaliknya yang turun hanyalah harga diri semata. Dan gaji rakyat serta pendapatan rakyat pun tidak naik-naik, bahkan cenderung minus. [24]

– Pemerintah justru impor berton-ton garam dari luar negeri, padahal NKRI adalah negara yang paling panjang garis pantainya dan paling luas lautannya. Dan pemerintah pun impor berton-ton beras dan gula dari luar negeri, di saat petani lokal yang notabene rakyat pribumi sedang mau panen raya berton-ton beras lokal dan berton-ton gula lokal. Hingga akhirnya hanya membunuh pasar dan pendapatan rakyat pribumi belaka. [25]

– ⅔ wilayah Indonesia dikuasai asing-aseng dan 80% lebih sumber daya alam dan migas NKRI pun dikuasai asing-aseng. Ini jelas kedaulatan NKRI terancam dan dalam kondisi sangat berbahaya. [26]

– Sangat tingginya tingkat kriminalitas, pornografi-pornoaksi, seks bebas, pelacuran, aborsi, LGBT, kenakalan remaja, degradasi moral, dan tumbuh suburnya komunis gaya baru, dan lain-lain. [27]

– Indonesia diserbu jutaan tenaga kerja asing dari Cina, legal maupun ilegal via pasar bebas CAFTA dan MEA. Di tengah jutaan rakyat pribuminya masih banyak yang pengangguran dan belum memiliki pekerjaan yang layak. [28]

– Rakyat dipalak melulu lewat pajak di semua lini kehidupannya. Dan juga dipalak melulu melalui BPJS yang berujung BPJS pun kian acak adut amburadul dan pemerintah pun lepas tangan. [29]

– Terjadinya kerusakan ekosistem lingkungan Indonesia darat, laut maupun udara. Serta terjadi polusi lingkungan dan pemanasan global efek rumah kaca. Karena efek domino banyaknya muncul rumah-rumah industri dari perusahaan-perusahaan raksasa multinasional. [30]

– DPR RI bersama pemerintah banyak melahirkan puluhan lebih undang-undang. Yang sangat liberal dan pro kepentingan asing penjajah, yang menindas rakyat serta membahayakan kedaulatan NKRI. Seperti: UU PMA, UU Pemilu, UU Omnibus Law Cilaka, UU Minerba, UU Tipikor, UU Terorisme, UU ITE, UU KPK, RKUHP, RUPKS, UU IKN, dan lain-lain. [31]

– Terjadinya kesenjangan sosial yang sangat curam di mana rakyat negeri ini masih banyak yang miskin, kelaparan, tidak punya pekerjaan, dan tidak punya rumah. Bahkan banyak yang busung lapar dan mati kelaparan seperti yang terjadi pada suku Asmat di Papua, dan lain-lain. [32]

– Di era Reformasi ini nyatanya UUD 1945 sudah diubah (diamandemen) sebanyak 4 kali di MPR RI-DPR RI. Bahkan ada upaya amandemen UUD 1945 untuk yang ke lima kalinya. [33]

– RI pun pernah diubah menjadi negara Republik Indonesia Serikat (RIS) pada era Orde Lama tahun 1950-an. [34]

– Pemerintah pun mengizinkan berdirinya gedung baru Kedubes AS di Jakarta. Padahal gedung baru Kedubes AS tersebut hanya menjadi markas pusat militer dan intelijen AS dalam melanggengkan cengkraman penjajahan kapitalisme globalnya di NKRI ini. [35]

– Pemerintah pun sangat rajin obral dan jual banyak aset-aset penting negara. [36]

– Hanya melahirkan rezim yang suka bohong dan khianat serta suka menipu rakyat dan suka menindas rakyat. Melalui sejumlah kebijakan politik ekonominya yang sangat neoliberal dan pro kepada kepentingan penjajah kapitalisme global AS dan RRC. [37]

– Hanya melahirkan wakil rakyat yang suka khianati rakyat dan korup serta suka turut menindas rakyat. Dengan sering banyaknya memproduksi dan melegalisasi sejumlah undang-undang yang bercorak neoliberal-kapitalistik yang sangat menguntungkan kepentingan para penjajah kapitalis. [38]

– Hanya membuat matinya keadilan, di mana hukum hanya tumpul ke atas dan hanya tajam ke bawah. Bahkan kini hukum pun hanya tajam ke Islām dan hanya tumpul ke kafir. Hukum tidak lagi menjadi panglima, tapi justru kekuasaanlah yang menjadi panglima, dan hukum hanya menjadi budak kekuasaan belaka. [39]

– Hanya melahirkan rezim ruwaibidhah anti Islām yang menjadi boneka negara penjajah kapitalis AS dan RRC. Yang sangat suka kriminalisasi ulama dan kriminalisasi ajaran Islām tentang tauḥīd, syariah, dakwah, jihād, dan khilāfah serta bendera tauḥīd. [40]

– Hanya melahirkan para agen-agen penjajah yang sangat liberal dan fobia Islam. Serta sangat anti ajaran Islām khususnya ajaran Islām tentang tauḥīd, syariah, dakwah, jihad, dan khilāfah. [41]

– Diperparah pula dengan telah ditekennya 28 proyek OBOR (One Belt One Road) Cina yang diteken oleh pemerintah RI. Yang justru ini hanyalah bunuh diri politik ekonomi dan kedaulatan NKRI. Dan hanya akan kian semakin ‘membakar’ secara sistematis dari totalitas wilayah dan kedaulatan NKRI. Sehingga justru akan semakin mengokohkan dan melanggengkan cengkraman gurita penjajahan kapitalisme global aseng di negeri ini. Hingga hanya akan berujung bakal membuat Indonesia menjadi Indocina seperti Singapura atau yang paling tragis seperti Uighur Turkistan Timur. [42]

– Bahkan parahnya pula kini justru pemerintah pun menggelar karpet merah kepada ratusan lebih hingga ribuan-jutaan lebih WNA Cina masuk dengan bebasnya ke dalam wilayah Indonesia. Di tengah mewabahnya pandemi Coronavirus (Covid 19) yang berawal dari episentrumnya di Wuhan RRC, hingga menyebar ke seluruh penjuru dunia. Dan WNA Cina itu pun ditengarai hanya menjadi biang penyebaran Coronavirus di Indonesia, hingga akhirnya pandemi Coronavirus itu pun menyebar dan mewabah ke seluruh penjuru wilayah Indonesia. Hingga akhirnya hanya melumpuhkan kesehatan, ekonomi, dan kehidupan rakyat dan negara saja. Bahkan sangat parahnya hingga membuat Indonesia pun makin terjebak dalam kubangan pandemi Covid 19 tersebut. Sehingga tembus dari 2 juta sampai menjadi 3 juta kasus Covid 19 tersebut, hingga melonjak menjadi 6 juta kasus Covid 19. Dan 100 ribu lebih rakyat banyak yang meninggal dunia karena pandemi Covid 19, sehingga Indonesia termasuk salah satu negara yang mengalami lonjakan kasus harian tertinggi Covid 19 tersebut. [43]

– Dan lain-lain.

Masihkah percaya demokrasi? Mikir!

Maka, Maha Benarlah Allāh subḥānahu wa taʿālā yang sudah menegaskan kepada kita, dalam firman-Nya:

أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ ۚ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ

“Apakah hukum (sistem) jahiliyah (kufur) yang mereka kehendaki, dan (hukum/sistem) siapakah yang lebih baik daripada (hukum/sistem) Allāh bagi orang-orang yang yakin (beriman)?” (QS al-Māʾidah [5]: 50)

Jadi sangat jelaslah sudah bahwa sesungguhnya demokrasi kapitalisme-sekulerisme beserta derivatnya itu adalah sistem terburuk, sangat zalim, penuh paradoks, sangat picik, dan sangat berbahaya serta terbukti sangat merusak dan sangat jahat. Sebab, demokrasi kapitalisme-sekulerisme adalah sistem kufur warisan penjajah sekaligus ideologi kufur penjajah dan alat penjajahan gaya baru penjajah kafir Barat (asing) dan Timur (aseng). Serta hanya menjadi jebakan batman negara-negara penjajah kapitalis Barat dan Timur tersebut dalam menguasai dan menjajah negara-negara berkembang seperti Indonesia serta seluruh negeri-negeri Islam lainnya.

Sekaligus demokrasi kapitalisme-sekulerisme sejatinya adalah alat dan metode efektif dan efisien negara-negara kafir penjajah kapitalis Barat dan Timur dalam melanggengkan kejahatan hegemoni dan gurita kekuasaannya, penjajahannya, dan keberlangsungan peradaban sampah kapitalismenya yang sangat korup dan sangat amoral serta sangat jahat tersebut.

Demokrasi kapitalisme-sekulerisme —yang notabene hadharah kufur, yang akarnya adalah filsafat Yunani kuno yang kufur dan pagan— hakikatnya adalah ajaran Dajjāl, ajaran setan dan ajaran Iblīs. Demokrasi kapitalisme-sekulerisme adalah berhala gaya baru di zaman now saat ini. Demokrasi kapitalisme-sekulerisme telah menjadikan uang dan kepentingan sebagai dewa tertingginya yang maha segala-galanya.

Dalam kamus demokrasi kapitalisme-sekulerisme tidak ada istilah teman sejati, dan tidak ada istilah musuh yang sejati, serta tidak ada istilah makan siang gratis. Yang ada dalam demokrasi kapitalisme-sekulerisme hanyalah kepentingan sejati nan abadi. Bahkan demi menjaga eksistensi kelestarian dan kepentingan kapitalisme-sekulerisme pun, demokrasi menempuh cara-cara yang tidak demokratis. Jadi, demokrasi kapitalisme-sekularisme itu juga sangat hipokrit, licik, dan culas.

Dan pada puncaknya kejahatan demokrasi adalah menuhankan kebebasan individu dan menjadikan kedaulatan rakyat (manusia) sebagai kedaulatan tertinggi, serta mengingkari kedaulatan Allāh subḥānahu wa taʿālā. Dan demokrasi kapitalisme-sekulerisme tersebut menghalalkan apa yang telah diharamkan Allāh serta mengharamkan apa yang telah Allāh halalkan. Juga demokrasi kapitalisme-sekulerisme pun menindas rakyat atas nama rakyat.

Demokrasi kapitalisme-sekulerisme pun merusak tatanan kehidupan, merusak fitrah manusia, merusak negara dan bumi atas nama kebebasan dan HAM. Juga demokrasi menghalalkan segala cara. Halal, haram, hantam. Dan hak orang, hak aku. Serta dalam demokrasi tidak ada istilah makan siang gratis, tidak ada musuh sejati, dan tidak ada teman sejati, dalam demokrasi yang ada hanyalah kepentingan sejati dan uang yang abadi.

Demokrasi kapitalisme-sekulerisme pun kian membuat para penikmat dan pemujanya kian semakin kehilangan akal sehat, hati nurani, dan imannya. Bahkan kian hilang rasa malu dan harga dirinya hingga kian ‘democrazy’ dan ‘dungukrasi’ alias hanya semakin menjadi tontonan dungu nan gila.

Sebaliknya justru khilāfah adalah antitesis dari demokrasi kapitalisme-sekulerisme tersebut. Sekaligus khilāfah adalah solusi real dari Islām —yang notabene Islam beserta syariah dan khilāfah adalah sistem terbaik yang diturunkan oleh Allāh subḥānahu wa taʿālā untuk umat manusia dan segenap alam— untuk menyelesaikan berbagai macam problematika yang mendera Indonesia dan dunia. Sekaligus pula, dalam menyelamatkan Indonesia dan dunia dari belenggu kejahatan penjajahan kapitalisme global AS, Eropa, Zionis Yahudi, RRC, dan negara-negara yang menjadi sekutu jahatnya.

Bahkan, khilāfah adalah solusi real dan tuntas dari Islām untuk mewujudkan Indonesia dan dunia yang benar-benar merdeka secara hakiki dan terbebaskan dari segala bentuk penjajahan dan kejahatan. Serta dalam mewujudkan Indonesia dan dunia yang lebih baik, lebih sejahtera, lebih berkeadilan, dan lebih rahmah serta lebih berkah. Hingga dapat terwujudlah cita-cita Indonesia —dan dunia— menjadi negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, ijo royo-royo, toto tentrem kerto rahardjo.

Sebab, khilāfah adalah ajaran Islām, warisan Rasūlullāh ﷺ dan Khulafāur Rāshidin serta ajaran ahlus sunnah wal jama’ah yang sanadnya sampai kepada Rasūlullāh ﷺ. Dan khilāfah pun pernah berkuasa selama lebih dari 13 abad lamanya dan menjadi mercusuar peradaban dunia hingga menguasai ⅔ dunia. Bahkan khilāfah adalah mahkota kewajiban dalam Islām, induk kebaikan dalam Islam, dan khilāfah pun merupakan janji Allāh (wa’dullah) yang pasti dan diwajibkan bagi umat Islām (baca: QS an-Nūr: 55). Serta khilāfah adalah kabar gembira Rasūlullāh ﷺ (bisyarah Rasūlullāh) sekaligus skenario Allāh dan sunnatullah yang pasti terjadi kembali. Sebagaimana diriwayatkan dalam hadits bahwasanya Rasūlullāh ﷺ bersabda:

….ثُمَّ تَكُوْنُ خِلَافَةً عَلَي مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ…

“….kemudian akan datang (kembali) masa khilāfah yang mengikuti metode kenabian…” (HR Ahmad)

Wallahu musta’an, Wallahu a’lam bish shawab. []

Sumber: Zakariya al-Bantany

Catatan Kaki:

  1. https://www.boombastis.com/pembantaian-indian/69796.
  2. https://www.google.com/amp/s/m.republika.co.id/amp/nacrcl#ampshare=https://www.republika.co.
  3. https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kategori:Perang_yang_melibatkan_Amerika_Serikat; https://id.m.wikipedia.org/wiki/Perang_Dunia_II; https://www.detik.com/edu/edutainment/d-6440246/kisah-hibakusha-penyintas-bom-atom-hiroshima-dan-nagasaki; https://id.m.wikipedia.org/wiki/Perang_Vietnam; https://id.m.wikipedia.org/wiki/Perang_di_Afganistan_(2001%E2%80%932021); https://id.m.wikipedia.org/wiki/Perang_Irak; https://www.liputan6.com/global/read/4560391/sejarah-dukungan-as-ke-israel-selama-konflik-dengan-palestina-dari-waktu-ke-waktu; https://en-m-wikipedia-org.translate.goog/wiki/Israeli%E2%80%93Palestinian_conflict
  4. https://id.m.wikipedia.org/wiki/Ateisme.
  5. https://id.m.wikipedia.org/wiki/Liberalisme.
  6. https://id.m.wikipedia.org/wiki/Hedonisme.
  7. https://travelingyuk.com/negara-tinggi-kriminal/11086/; http://koran-sindo.com/page/news/2016-01-13/0/25/Kota_dan_Negara_dengan_Kejahatan_Tertinggi_di_Dunia], terorisme [https://www.google.com/amp/s/medan.tribunnews.com/amp/2015/10/16/ini-bukti-amerika-menciptakan-al-qaeda-dan-isis#ampshare=https://medan.tribunnews.com/2015/10/16/ini-bukti-amerika-menciptakan-al-qaeda-dan-isis] dan radikalisme [https://media.neliti.com/media/publications/242968-none-4805b8c3.pdf; https://mediaumat.news/radikalisme-antara-realitas-dan-mitos/.
  8. https://www.google.com/amp/s/pinterpolitik.com/fenomena-perdagangan-manusia/amp/#ampshare=https://pinterpolitik.com/fenomena-perdagangan-manusia/; https://www.google.com/amp/s/news.okezone.com/amp/2018/04/03/337/1881471/ada-32-kasus-trafficking-dan-eksploitasi-anak-di-indonesia-pada-awal-2018#ampshare=https://news.okezone.com/read/2018/04/03/337/1881471/ada-32-kasus-trafficking-dan-eksploitasi-anak-di-indonesia-pada-awal-2018] dan perbudakan gaya baru; https://www.google.com/amp/s/nasional.tempo.co/amp/848280/tokoh-lintas-agama-tolak-perbudakan-gaya-baru#ampshare=https://nasional.tempo.co/read/848280/tokoh-lintas-agama-tolak-perbudakan-gaya-baru; https://m.cnnindonesia.com/ekonomi/20170920020954-92-242834/ilo-40-juta-orang-masih-terjebak-dalam-perbudakan.
  9. https://jalantikus.com/tips/negara-paling-sering-mengakses-situs-terlarang/; https://www.google.com/amp/s/www.kompasiana.com/amp/cangkoiburong/5c33686912ae945a9c136da2/indonesia-negara-dengan-putaran-uang-terbesar-dunia-di-sektor-prostitusi#ampshare=https://www.kompasiana.com/cangkoiburong/5c33686912ae945a9c136da2/indonesia-negara-dengan-putaran-uang-terbesar-dunia-di-sektor-prostitusi?page%3Dall; https://internasional.kompas.com/read/2016/02/23/16000071/Ini.12.Negara.Teratas.soal.Belanja.Seks.Indonesia.Jadi.Juru.Kunci.?page=2; pornografi-pornoaksi; https://m.kiblat.net/2016/03/11/sukar-dipercaya-tapi-inilah-100-fakta-bukti-kehancuran-moral-amerika/; https://www.google.com/amp/s/www.idntimes.com/news/indonesia/amp/indianamalia/kemenkes-983-persen-pelajar-terpapar-pornografi#ampshare=https://www.idntimes.com/news/indonesia/indianamalia/kemenkes-983-persen-pelajar-terpapar-pornografi], LGBT dan kumpul kebo; https://m.liputan6.com/global/read/2260668/pernikahan-sesama-jenis-dilegalkan-di-23-negara-ini; https://m.liputan6.com/bisnis/read/2444003/24-negara-dengan-belanja-seks-terbesar-ri-urutan-berapa; https://www.google.com/amp/s/www.kompasiana.com/amp/rumahbelajar_persada/63-persen-remaja-di-indonesia-melakukan-seks-pra-nikah_54f91d77a33311fc078b45f4#ampshare=https://www.kompasiana.com/rumahbelajar_persada/63-persen-remaja-di-indonesia-melakukan-seks-pra-nikah_54f91d77a33311fc078b45f4.
  10. https://www.google.com/amp/s/nationalgeographic.grid.id/amp/131656602/9-ancaman-terbesar-yang-dihadapi-laut-dan-isinya-akibat-ulah-manusia#ampshare=https://nationalgeographic.grid.id/read/131656602/9-ancaman-terbesar-yang-dihadapi-laut-dan-isinya-akibat-ulah-manusia?page%3Dall; https://www.voaindonesia.com/amp/penelitian-baru-peringatkan-rantai-makanan-laut-global-hancur/3004046.html; https://www.google.com/amp/s/blog.lindungihutan.com/9-dampak-akibat-kerusakan-hutan-bagi-lingkungan-hidup/#ampshare=https://blog.lindungihutan.com/9-dampak-akibat-kerusakan-hutan-bagi-lingkungan-hidup.
  11. https://www.google.com/amp/s/www.voaindonesia.com/amp/4604982.html#ampshare=https://www.voaindonesia.com/a/ilmuwan-peringatkan-bahaya-besar-pemanasan-global/4604982.html; https://foresteract.com/pemanasan-global/; https://www.google.com/amp/s/nationalgeographic.grid.id/amp/13962009/pemanasan-global-terjadi-lebih-cepat-ini-bahaya-yang-menghantui-bumi#ampshare=https://nationalgeographic.grid.id/read/13962009/pemanasan-global-terjadi-lebih-cepat-ini-bahaya-yang-menghantui-bumi?page%3Dall.
  12. https://youtu.be/QJ9715b3MhM; https://m.detik.com/finance/berita-ekonomi-bisnis/d-3707627/berapa-banyak-orang-miskin-di-muka-bumi-ini; https://m.liputan6.com/bisnis/read/3690495/ini-data-kemiskinan-di-ri-versi-bank-dunia.
  13. https://m.cnnindonesia.com/nasional/20190517062637-12-395609/angka-kriminalitas-naik-polri-fokus-empat-kasus-kejahatan; https://www.google.com/amp/s/www.kompasiana.com/amp/dwi_noer/amerika-negara-paling-berbahaya-di-dunia-dan-superhero-di-belakangnya_55290e52f17e61db2d8b460e#ampshare=https://www.kompasiana.com/dwi_noer/55290e52f17e61db2d8b460e/amerika-negara-paling-berbahaya-di-dunia-dan-superhero-di-belakangnya; https://m.cnnindonesia.com/nasional/20190414010945-12-386165/polri-konflik-sosial-potensi-ancaman-tertinggi-pemilu-2019; https://www.matamatapolitik.com/10-konflik-yang-dihadapi-dunia-tahun-2018/.
  14. https://www.cnbcindonesia.com/news/20180414181336-4-11035/daftar-negara-dengan-ketimpangan-ekonomi-terbesar-di-dunia; https://nusantaranews.co/oxfam-international-sebut-kesenjangan-si-kaya-dan-si-miskin-di-dunia-semakin-menggila/.
  15. https://www.google.com/amp/s/amp.tirto.id/lingkaran-setan-ketimpangan-sosial-di-indonesia-cFhB#ampshare=https://tirto.id/lingkaran-setan-ketimpangan-sosial-di-indonesia-cFhB; https://medium.com/@akhmad.ferdian729/kesenjangan-ekonomi-sosial-659e9a62ffd2; https://www.kompasiana.com/rizkyfebbyyolanda/5c811e7a677ffb1d4e7da6b2/ketidakadilan-ekonomi-indonesia-di-globalisasi; https://antikorupsi.org/id/news/ketidakadilan-ancam-negara; https://m.detik.com/news/berita/d-4471083/jk-ketidakadilan-jadi-pekerjaan-rumah-pemimpin-mendatang.
  16. https://www.kompasiana.com/noor.afeefa/556c4b5d4b7a6164048b4567/demokrasi-biang-kerusakan-keluarga; https://m.kiblat.net/2016/03/11/sukar-dipercaya-tapi-inilah-100-fakta-bukti-kehancuran-moral-amerika/; https://mediaumat.news/refleksi-2018-rezim-gagal-dzolim-dan-anti-islam-dunia-islam-butuh-khilafah/.
  17. https://id.m.wikipedia.org/wiki/Efek_rumah_kaca; https://www.academia.edu/6035587/PEMANASAN_GLOBAL.
  18. https://www.liputan6.com/news/read/3970285/20-mei-2002-timor-timur-lepas-dari-pangkuan-ibu-pertiwi; https://nasional.sindonews.com/read/269760/14/inilah-sejarah-kelam-lepasnya-pulau-sipadan-dan-ligitan-ke-tangan-malaysia-1608081124
  19. https://www.okenarasi.com/news/pr-7167572811/catatan-ringkas-kejahatan-tpnpb-opm-pimpinan-egianus-kogoya-di-tanah-papua; https://www.merdeka.com/tag/organisasi-papua-merdeka/index4
  20. https://www.merdeka.com/uang/sejarah-freeport-indonesia-hingga-jadi-rebutan-negara-maju.html; https://ekbis.sindonews.com/read/1234853/34/pemerintah-perpanjang-kontrak-freeport-hingga-2041-1503990393; https://mediaumat.news/media-umat-edisi-223-freeport-bohong-besar-rezim-jokowi/; https://mediaumat.news/media-umat-edisi-235-kedustaan-dan-kejahatan-di-balik-divestasi-freeport
  21. https://www.google.com/amp/s/www.alinea.id/amp/nasional/korupsi-menggurita-kpk-salahkan-sistem-politik-b1ZRN9wpZ; https://www.google.com/amp/s/amp.kompas.com/tren/read/2020/01/17/070300165/selain-jiwasraya-berikut-kasus-korupsi-terbesar-di-indonesia; https://style.tribunnews.com/amp/2020/07/10/7-skandal-korupsi-di-indonesia-dengan-kerugian-terbesar-garong-duit-negara-hingga-rp-137-triliun?page=2; https://m.akurat.co/id-49242-read-ini-daftar-mega-korupsi-yang-belum-mampu-dituntaskan-kpk?page=3; https://amp-kompas-com.cdn.ampproject.org/v/s/amp.kompas.com/nasional/read/2020/12/06/02081481/kpk-tetapkan-mensos-juliari-batubara-tersangka-kasus-dugaan-suap-bansos; https://www-bbc-com.cdn.ampproject.org/v/s/www.bbc.com/indonesia/indonesia-55067343.amp; https://nasional-tempo-co.cdn.ampproject.org/v/s/nasional.tempo.co/amp/1489274/jadi-buron-internasional-ini-perjalanan-kasus-harun-masiku; https://nasional.kompas.com/read/2023/05/18/14461621/deretan-korupsi-terbesar-di-indonesia-kasus-surya-darmadi-sampai-bts-4g
  22. https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-43198966; https://kostrad.mil.id/post_artikel/narkoba-menjadi-musuh-utama-negara; https://pusiknas.polri.go.id/detail_artikel/indonesia_berada_di_fase_darurat_narkoba; https://nasional.okezone.com/read/2018/02/26/337/1864867/ungkap-penyelundupan-narkoba-berton-ton-jk-sebut-aparat-torehkan-prestasi; https://bali.tribunnews.com/2016/08/06/keterlibatan-aparat-dalam-perdaran-narkoba-sudah-sejak-lama-saat-ini-pun-masih-ada; https://opinikuat.blogspot.com/2019/07/gurita-raksasa-narkoba.html?m=1
  23. https://www.cnbcindonesia.com/market/20181031192808-17-40001/apbn-2019-tetapkan-dolar-rp-15000-sri-mulyani-waspada; https://investasi.kontan.co.id/news/rupiah-kembali-melemah-ke-rp-15000-per-dolar-as-jumat-236-pagi; https://m.liputan6.com/bisnis/read/4012823/utang-luar-negeri-indonesia-rp-5379-triliun-pada-akhir-mei-2019?related=dable&utm_expid=.t4QZMPzJSFeAiwlBIOcwCw.1&utm_referrer=android-app%3A%2F%2Fcom.google.android.googlequicksearchbox; https://m-liputan6-com.cdn.ampproject.org/v/s/m.liputan6.com/amp/4614806/awas-utang-pemerintah-tembus-rp-655456-triliun-di-akhir-juni-2021; https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-6710182/utang-ri-tembus-rp-7879-t-sri-mulyani-kami-tetap-hati-hati
  24. https://www.merdeka.com/uang/mahalnya-harga-sembako-imbas-kenaikan-harga-bbm-tak-untungkan-petani-kok-bisa.html; https://politik.rmol.id/read/2022/04/01/528848/harga-bbm-dan-sembako-meroket-perpanjangan-masa-jabatan-presiden-semakin-tidak-relevan; https://www.liputan6.com/bisnis/read/5056569/harga-bbm-naik-sudah-7-kali-selama-jokowi-jadi-presiden; https://www.cnbcindonesia.com/news/20190920140849-8-100995/duh-biaya-hidup-serba-naik-di-era-jokowi-20;
  25. https://www.voaindonesia.com/a/ketua-asosiasi-petani-garam-garam-impor-pukul-petani-lokal-129599753/98041.html; https://m.merdeka.com/uang/kado-awal-2018-pemerintah-jokowi-impor-beras-hingga-garam-industri.html; https://m.bisnis.com/ekonomi-bisnis/read/20230328/12/1641212/jokowi-mau-impor-beras-lagi-saat-panen-raya-ini-respons-petani; https://m.bisnis.com/ekonomi-bisnis/read/20201005/9/1300749/luhut-sebut-jokowi-izinkan-impor-garam-dan-gula-industri-asal
  26. Http://www.google.com/amp/s/m.republika.co.id/amp/pb71t4328#ampshare=https://nasional.republika.co.id/berita/nasional/umum/18/07/01/pb71t4328-negara-ini-tanahnya-dikuasai-konglomerat-itu-benar; https://m.cnnindonesia.com/nasional/20160915175459-20-158611/komnas-ham-minta-negara-ambil-tanah-yang-dikuasai-konglomerat; https://www.google.com/amp/s/www.kompas.tv/amp/article/23219/videos/berita-kompas-tv/prabowo-80-tanah-indonesia-dikuasai-segelintir-orang#ampshare=https://www.kompas.tv/article/23219/prabowo-80-tanah-indonesia-dikuasai-segelintir-orang; https://mediaumat.news/buletin-kaffah-islam-mengatur-pengelolaan-sumberdaya-alam/; https://www.kompasiana.com/mustanirinfo/5ad98827bde575133a3d5042/waspada-asing-mencengkeram-sumber-daya-alam-kita
  27. https://jurnalpost.com/tingkat-kriminalitas-di-indonesia/49733/; https://matabanua.co.id/2023/01/12/negeri-darurat-gaul-bebas/; https://nasional.okezone.com/read/2021/12/22/337/2521124/ternyata-segini-jumlah-psk-di-indonesia-angkanya-mencengangkan; https://hidayatullah.com/berita/nasional/2022/08/04/234636/jumlah-lgbt-lebih-satu-juta-muhammadiyah-rumuskan-strategi-penanganan.html; https://sumbar.antaranews.com/berita/196915/waspadai-gerakan-komunis-gaya-baru-di-indonesia
  28. https://www.kompasiana.com/amp/nuryatimasewe/aftamea_56bed660ad7e612707ff629c; https://www.google.com/amp/s/www.cermati.com/artikel/amp/seberapa-pentingkah-mea-itu-inilah-penjelasannya#ampshare=https://www.cermati.com/artikel/seberapa-pentingkah-mea-itu-inilah-penjelasannya; https://www.google.com/amp/s/economy.okezone.com/amp/2018/05/07/320/1895378/3-fakta-di-balik-kerjasama-indonesia-china-dalam-belt-and-road-initiative#ampshare=https://economy.okezone.com/read/2018/05/07/320/1895378/3-fakta-di-balik-kerjasama-indonesia-china-dalam-belt-and-road-initiative; https://www.google.com/amp/s/www.kompasiana.com/amp/milisinasionalreturn/5c9350657a6d880fce0760b3/mahatir-jokowi-dan-jebakan-utang-cina#ampshare=https://www.kompasiana.com/milisinasionalreturn/5c9350657a6d880fce0760b3/mahatir-jokowi-dan-jebakan-utang-cina; https://mediaumat.news/media-umat-edisi-158-bahaya-serbuan-tenaga-kerja-cina
  29. http://fnn.co.id/post/iuran-bpjs-naik-listrik-naik-pajak-naik-terus-rakyat-mau-makan-apa; https://www.cnbcindonesia.com/news/20220401070730-4-327822/resmi-tarif-ppn-naik-11-barang-ini-jadi-makin-mahal
  30. https://www.kompas.com/skola/read/2020/08/04/173000569/penyebab-efek-rumah-kaca-sebagai-masalah-lingkungan-secara-global; https://www.kompas.id/baca/adv_post/pemanasan-global; https://www.walhi.or.id/kondisi-lingkungan-hidup-di-indonesia-di-tengah-isu-pemanasan-global
  31. https://mediaumat.id/uu-liberal-terus-muncul-sekjen-fpmi-solusinya-islam; https://mediaumat.id/jurnalis-pengesahan-uu-ikn-diduga-untuk-penuhi-permintaan-konglomerat; https://www.kompas.com/tren/read/2020/10/05/184950065/disahkan-ini-sejumlah-poin-omnibus-law-uu-cipta-kerja-yang-menuai-sorotan
  32. https://www.lemhannas.go.id/index.php/publikasi/press-release/1295-meluasnya-kesenjangan-sosial-ancaman-terbesar-revolusi-industri-4-0; https://www.merdeka.com/jatim/penyebab-kemiskinan-di-indonesia-yang-paling-utama-menarik-dipahami-kln.html; https://hidayatullah.com/artikel/opini/2018/01/18/133327/busung-lapar-ditengah-pesta-demokrasi.html
  33. https://www.kompas.com/stori/read/2021/12/10/080000779/berapa-kali-amandemen-uud-1945-dilakukan?page=all; https://m.antaranews.com/berita/2464189/amendemen-uud-1945-perlu-atau-tidak
  34. https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5722188/sejarah-terbentuknya-republik-indonesia-serikat
  35. https://www.google.com/amp/s/news.okezone.com/amp/2019/03/19/18/2031994/diresmikan-hari-ini-gedung-baru-kedutaan-as-di-jakarta-jadi-salah-satu-yang-terbesar-di-dunia#ampshare=https://news.okezone.com/read/2019/03/19/18/2031994/diresmikan-hari-ini-gedung-baru-kedutaan-as-di-jakarta-jadi-salah-satu-yang-terbesar-di-dunia; https://nasional.kompas.com/read/2013/01/08/13223495/hti.minta.jokowi.tak.izinkan.pembangunan.kedubes.as.
  36. https://mediaumat.id/media-umat-edisi-209-rezim-liberal-aset-negara-diobral; https://www.cnbcindonesia.com/news/20190806132510-4-90159/jokowi-jual-aset-negara-di-thamrin-cs-rp-150-t-buat-apa; https://www.google.com/amp/s/ekbis.sindonews.com/newsread/1245357/34/jokowi-minta-800-anak-usaha-bumn-dijual-1507108867#ampshare=https://ekbis.sindonews.com/read/1245357/34/jokowi-minta-800-anak-usaha-bumn-dijual-1507108867; https://mediaumat.news/media-umat-edisi-209-rezim-liberal-aset-negara-diobral/; https://www.academia.edu/9462985/Mengkhawatirkan_BUMN_di_tangan_Pemerintahan_Baru; https://m.kaskus.co.id/thread/5b5c7d39c1cb17835c8b4568/bumn-dijual-diam-diam-era-jokowi
  37. http://m.voa-islam.com/news/liberalism/2014/09/02/32620/ini-66-janji-manis-jokowi-saat-kampanye-pilres-ayo-catat-dan-tagih/; https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-4033631/catat-100-janji-jokowi-tak-ditepati-fadli-zon-ciri-ciri-munafik.
  38. https://news.detik.com/berita/d-3568067/sudah-disahkan-ini-5-isu-krusial-di-uu-pemilu; https://nasional-tempo-co.cdn.ampproject.org/v/s/nasional.tempo.co/amp/1248836/tok-revisi-uu-kpk-disahkan-dpr; https://m.mediaindonesia.com/ekonomi/312675/baru-disahkan-uu-minerba-yang-baru-langsung-panen-kritik; https://nasional-tempo-co.cdn.ampproject.org/v/s/nasional.tempo.co/amp/1344490/baru-disahkan-uu-perpu-covid-19-langsung-digugat-ke-mk; https://tirto.id/mengapa-mui-muhammadiyah-gp-ansor-sampai-fpi-tolak-ruu-hip-fHMK; https://amp-kompas-com.cdn.ampproject.org/v/s/amp.kompas.com/tren/read/2020/10/06/190300665/kenapa-pemerintah-dan-dpr-ngotot-mengesahkan-omnibus-law-uu-cipta-kerja; https://mediaumat.id/uu-liberal-terus-muncul-sekjen-fpmi-solusinya-islam; https://mediaumat.id/jurnalis-pengesahan-uu-ikn-diduga-untuk-penuhi-permintaan-konglomerat; https://www.kompas.com/tren/read/2020/10/05/184950065/disahkan-ini-sejumlah-poin-omnibus-law-uu-cipta-kerja-yang-menuai-sorotan
  39. https://www.kompasiana.com/maxiadityakusumawinarjo5220/61402e7106310e3d8c707005/mirisnya-ketidakadilan-dan-penegakan-hukum-di-indonesia; https://nasional.kompas.com/read/2022/03/24/01300001/kasus-kasus-ketidakadilan-di-indonesia
  40. https://mediaumat.id/media-umat-edisi-190-kekuatan-besar-di-balik-kriminalisasi-ulama-dan-ormas-islam
  41. https://balitbangdiklat.kemenag.go.id/berita/perkembangan-islam-liberal-di-indonesia; https://forumsumbar.com/opini/27895/islamophobia
  42. https://www.google.com/amp/s/bisnis.tempo.co/amp/1188812/proyek-one-belt-one-road-cina-di-indonesia-rp-1-288-t-apa-saja#ampshare=https://bisnis.tempo.co/read/1188812/proyek-one-belt-one-road-cina-di-indonesia-rp-1-288-t-apa-saja; https://mediaumat.news/tolak-proyek-obor-cina
  43. https://regional.kompas.com/read/2020/05/03/06400071/saat-500-tka-asal-china-akan-didatangkan-di-tengah-pandemi-corona-klaim?page=all; https://m.cnnindonesia.com/nasional/20200430202707-20-499085/ombudsman-minta-jokowi-tunda-kedatangan-500-tka-china; https://www.google.com/amp/s/www.bbc.com/indonesia/indonesia-51499652.amp; https://www.google.com/amp/s/amp.kompas.com/tren/read/2020/05/03/040304465/10843-kasus-positif-ini-10-daerah-di-indonesia-dengan-kasus-covid-19; https://m.detik.com/finance/berita-ekonomi-bisnis/d-4957376/begini-virus-corona-lumpuhkan-ekonomi-ri; https://www.cnbcindonesia.com/news/20200505162525-4-156501/60-industri-lumpuh-karena-corona-bagaimana-memulihkannya; https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pandemi_Covid-19; https://bnpb.go.id/berita/presiden-tetapkan-covid19-sebagai-bencana-nasional; https://www.cnbcindonesia.com/news/20210621164602-16-254811/total-tembus-2-juta-kasus-covid-19-ri-meroket-cetak-rekor; https://amp-kompas-com.cdn.ampproject.org/v/s/amp.kompas.com/tren/read/2021/07/02/160638265/10-negara-dengan-kasus-harian-tertinggi-di-dunia-indonesia-nomor-5; https://amp-kompas-com.cdn.ampproject.org/v/s/amp.kompas.com/tren/read/2021/08/07/075645165/update-corona-7-agustus-2021-tren-kasus-di-indonesia-meningkat-dalam; https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-60664347

About Author

2 thoughts on “Kejahatan Demokrasi

  1. Vous pouvez utiliser un logiciel de gestion des parents pour guider et surveiller le comportement des enfants sur Internet. Avec l’aide des 10 logiciels de gestion parentale les plus intelligents suivants, vous pouvez suivre l’historique des appels de votre enfant, l’historique de navigation, l’accès au contenu dangereux, les applications qu’il installe, etc.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories