Hentikan Bencana Kelaparan di Gaza!

MUSTANIR.net – Kekejaman demi kekejaman entitas Yahudi di Gaza terus berlangsung tanpa henti. Mereka terus melakukan pembantaian warga Gaza. Mereka terus memporakporandakan wilayah Gaza dengan kekuatan militer. Kini mereka juga menciptakan bencana kelaparan bagi warga Gaza. Entitas Yahudi itu meblokade seluruh bantuan logistik berisi bahan makanan, obat-obatan dan kebutuhan hidup yang akan masuk ke Gaza.

Blokade pangan oleh Zionis Yahudi itu menyebabkan malnutrisi hingga kematian di tengah-tengah penduduk Gaza. Banyak foto dan video yang memperlihatkan penduduk Gaza, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, mengalami malnutrisi dan kurus kering. Lebih dari 40 persen kelompok ibu hamil dan menyusui mengalami malnutrisi berat. Kematian juga menyebar luas. Sampai tulisan ini dibuat ada 144 warga meninggal dunia akibat kelaparan di Gaza. Sebanyak 88 adalah anak-anak.

Kelaparan Tingkat Tinggi

Selain pengeboman dan penembakan, bencana kelaparan juga digunakan oleh Zionis Yahudi untuk terus melakukan genosida terhadap penduduk Gaza. ”Kita tidak seharusnya bernegosiasi dengan mereka yang membunuh tentara kita. Mereka harus dihancurkan, dibiarkan kelaparan dan tidak diberi bantuan kemanusiaan yang justru memberi mereka oksigen untuk bertahan hidup,” kata Menteri Keamanan Nasional sayap kanan Itamar Ben-Gvir pada laman situs Times of Israel di awal Juli.

Sementara itu, PM zionis Benjamin Netanyahu dengan liciknya membantah kabar bencana kelaparan di Gaza. Padahal berdasarkan kesaksian banyak pihak, kelaparan parah benar-benar terjadi di Gaza. Bahkan Badan Bantuan Pangan PBB (World Food Programme/WFP) menyebut Gaza sudah masuk fase catrastophic hunger atau bencana kelaparan. Hal ini diukur berdasarkan Klasifikasi Fase Keamanan Pangan Terpadu atau Integrated Food Security Phase Classification (IPC). Dengan skala 1-5, Gaza sudah masuk fase tingkat 5, yakni bencana kelaparan.

Badan Bantuan Pangan PBB melaporkan, hampir sepertiga warga Gaza “tidak makan selama berhari-hari”. WFP menyebut bahwa kebutuhan pangan di Gaza telah mencapai level yang mengkhawatirkan. Sekitar 90 ribu anak-anak dan wanita membutuhkan bantuan akibat malnutrisi.

Data WFP hingga saat ini menyebutkan, dari sebanyak 5,5 juta populasi di seluruh Palestina, 100% rakyat di Gaza menghadapi tingkat kerawanan pangan yang akut. Sementara itu, 70.000 anak-anak di Gaza diperkirakan membutuhkan perawatan mendesak karena kekurangan gizi akut.

Zionis Yahudi tidak hanya memblokade bantuan humanitarian ke Gaza. Mereka juga menghancurkan bantuan-bantuan tersebut. Lebih dari seribu truk pengangkut bahan pangan dihancurkan. Militer Yahudi juga menjadikan kerumunan warga yang mengantri makanan sebagai sasaran serangan. Tidak peduli korbannya orang dewasa, lansia, perempuan atau anak-anak. Sejak Mei 2025, lebih dari 1.060 orang telah tewas dan 7.200 orang terluka saat mencoba mengakses makanan.

Bukan hanya menciptakan bencana kelaparan, Pemerintah Yahudi juga meracuni penduduk Gaza dengan narkoba yang dicampurkan ke dalam tepung makanan. Bantuan pangan mengandung narkoba itu didistribusikan oleh Yayasan Humanitarian Gaza (Gaza Humanitarian Foundation/GHF). Lembaga ini adalah pusat distribusi bantuan humanitarian bekingan Israel dan Amerika Serikat (AS). Sungguh keji dan di luar nalar kemanusiaan.

Pengkhianatan Para Pemimpin Arab

Tak kalah kejinya, para rezim Arab, terutama rezim Mesir, juga terlibat dalam menciptakan bencana kelaparan di Gaza. Presiden as-Sisi sampai hari ini enggan membuka gerbang perbatasan Rafah. Padahal hanya dari sanalah bantuan ke Gaza dapat disalurkan. Sebabnya, penyeberangan Kerem Shalom di perbatasan Mesir dalam kendali militer Zionis.

Rezim Mesir berdalih bahwa membuka gerbang Rafah akan menciptakan perluasan konflik, ketidakstabilan dan banjir pengungsi asal Gaza masuk ke negaranya. Padahal pada tahun 2023, rezim Mesir dan entitas Yahudi setuju membuka pintu perlintasan Rafah untuk memberikan peluang kepada warga negara Amerika Serikat keluar dari wilayah konflik. Namun, rezim Mesir tidak mengizinkan Rafah dilewati penduduk Gaza. Rezim Mesir juga tidak mengizinkan bantuan ke Gaza masuk lewat Rafah.

Pengkhianatan rezim Mesir juga dilakukan dengan menekan Imam al-Azhar, Ahmad al-Tayeb, agar mencabut pernyataan yang mengecam kekejaman Zionis Yahudi. Pernyataan ini membuat pihak entitas Yahudi marah. Oleh sebab itu sebagai sekutu Zionis, rezim Mesir mengancam agar pernyataan ini dicabut. Tentu agar tidak mengganggu hubungan Mesir dengan Zionis, juga agar proses negosiasi Mesir dengan entitas Yahudi aman.

Sungguh, sikap para rezim Arab, terutama rezim Mesir, adalah pengkhianatan terhadap Islam dan kaum Muslim. Mereka lebih memilih berkasih-sayang dengan kaum kafir pembunuh dan penjajah umat dibandingkan dengan sesama Muslim. Padahal Allah SWT telah berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَتَّخِذُوا۟ بِطَانَةً مِّن دُونِكُمْ لَا يَأْلُونَكُمْ خَبَالًا وَدُّوا۟ مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ ٱلْبَغْضَآءُ مِنْ أَفْوَٰهِهِمْ وَمَا تُخْفِى صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ ۚ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ ٱلْءَايَٰتِ ۖ إِن كُنتُمْ تَعْقِلُونَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian menjadikan teman kepercayaan kalian adalah orang-orang yang berada di luar kalangan kalian. Mereka itu tidak henti-hentinya menimbulkan kemadaratan atas kalian. Mereka menyukai apa saja yang menyusahkan kalian. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, sementara apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepada kalian ayat-ayat (Kami) jika saja kalian paham (TQS Ali Imran [3]: 118).

Sungguh memuakkan sikap para rezim Arab, terutama yang bertetangga dengan Gaza. Mereka masih saja bisa tidur nyenyak, sedangkan penduduk Gaza dilanda bencana kelaparan hebat. Mereka tidak malu kepada Rasulullah saw. yang telah mengecam keras orang yang mengaku beriman, sementara dia membiarkan tetangganya kelaparan. Sabda beliau:

لَيْسَ بِمُؤْمِنٍ مَنْ بَاتَ شَبْعَانَ، وَجَارُهُ إِلَى جَنْبِهِ جَائِعٌ وَهُوَ يَعْلَمُ

Bukanlah Mukmin orang yang tidur dalam keadaan kenyang, sedangkan tetangga di sampingnya kelaparan, padahal ia tahu (HR Abu Ya’la).

Rasulullah saw. juga telah mengingatkan murka Allah SWT kepada orang-orang yang berdiam diri dan enggan menolong sesama Muslim, padahal mereka mampu memberikan pertolongan. Sabda beliau:

مَا ‌مِنِ ‌امْرِئٍ ‌يَخْذُلُ امْرَأً مُسْلِمًا فِي مَوْطِنٍ تُنْتَهَكُ فِيهِ حُرْمَتُهُ، وَيُنْتَقَصُ فِيهِ مِنْ عِرْضِهِ، إِلَّا خَذَلَهُ اللَّهُ فِي مَوْطِنٍ يُحِبُّ فِيهِ نُصْرَتَهُ، وَمَا مِنِ امْرِئٍ يَنْصُرُ امْرَأً مُسْلِمًا فِي مَوْطِنٍ يُنْتَقَصُ فِيهِ مِنْ عِرْضِهِ، وَيُنْتَهَكُ فِيهِ مِنْ حُرْمَتِهِ إِلَّا نَصَرَهُ اللَّهُ فِي مَوْطِنٍ يُحِبُّ فِيهِ نُصْرَتَهُ

Tidaklah seseorang membiarkan (tidak menolong) seorang Muslim di suatu tempat saat kehormatannya dilecehkan dan harga dirinya direndahkan, melainkan Allah akan membiarkan dia (tidak menolong dirinya) di tempat ia ingin mendapatkan pertolongan-Nya. Tidaklah seseorang menolong seorang Muslim di suatu tempat saat harga dirinya direndahkan dan kehormatannya dilecehkan, melainkan Allah akan menolong dia di tempat ia ingin mendapatkan pertolongan-Nya (HR Ahmad).

Hanya Jihad dan Khilafah

Genosida yang berlarut-larut di Gaza adalah bukti keras betapa dunia diam dan PBB tak berguna. Negara-negara Barat, seperti Uni Eropa dan Amerika Serikat, bahkan bersekutu mendukung genosida. Tragisnya lagi, para penguasa Dunia Islam yang punya kekuatan membebaskan Gaza justru bersekongkol dengan para penjajah.

Tanpa malu lagi mereka menggelontorkan uang ribuan triliun rupiah ke Amerika Serikat yang nyata-nyata berlumuran darah Gaza. Hanya setetes saja mereka mengocorkan bantuan ke Gaza. Lalu para penguasa ini memainkan retorika kosong demi menutupi pengkhianatan mereka di mata umat.

Wahai kaum Muslim!

Apakah Anda masih berharap PBB dan negara-negara Arab mau membantu Gaza? Apakah Anda masih berharap entitas Yahudi mau menerima solusi dua negara? Kapankah Anda akan sadar bahwa hanya jihad di bawah komando Khilafah Islamiyah yang bisa membebaskan Gaza?

Inilah perintah Allah SWT yang nyata:

وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوهُمْ وَأَخْرِجُوهُمْ مِنْ حَيْثُ أَخْرَجُوكُمْ وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ

Perangilah mereka di mana saja kalian menjumpai mereka. Usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kalian. Fitnah (kekufuran) itu lebih besar bahayanya daripada pembunuhan (TQS al-Baqarah [2]: 191)

Kelak pada Hari Kiamat, para penguasa Muslim tidak akan bisa berlepas diri di hadapan Allah SWT karena pengkhianatan mereka terhadap warga Gaza. Mereka pun tak akan punya alasan di hadapan Allah SWT atas keengganan mereka mengirimkan bantuan dan tentara untuk membebaskan negeri Palestina dari cengkeraman entitas Yahudi. Sungguh siksa Allah amat pedih!

WalLaahu a’lam bi ash-shawaab. []

Sumber: Buletin Kaffah

About Author

Categories