Liberalisme Masuk ke Tasik, Lingkungan Pesantren Jadi Tempat Konser

rsz_konser-musik

Liberalisme Masuk ke Tasik, Lingkungan Pesantren Jadi Tempat Konser

Mustanir.com – Sebuah konser musik yang di gelar di komplek Pondok Pesantren Nurul Hakim, Malaganti, Desa Sukaharja, Kecamatan Sariwangi, Kabupaten Tasikmalaya di penuhi dengan anak muda yang mabuk dan menuai keributan. Dikutip dari initasik.com, 22/05/2016, mereka sengaja datang ke tempat itu untuk menghadiri perayaan hari jadi Slanker Leuwisari yang kesatu.
Selain bakti sosial, acara utamanya adalah konser musik. “Ada yang dari Singaparna dan Tasik, dari Garut juga datang ke sini,” sebut salah seorang panitia acara, Arif.
Konser dimaksudkan untuk mewadahi kreativitas para penyuka lagu Slank dalam bermusik. Diharapkan, kemampuan mereka dalam bermain musik semakin terasah. Namun faktanya acara dipenuhi dengan keributan. Banyak penonton yang menenggak minuman keras dan beberapa pasangan  muda-mudi malah joged sambil pelukan.
Liberalisasi remaja dikota santri telah sukses. Strategi yang mereka lakukan melalui kaum liberal adalah 3S (song, sport, seks) yang nyaris tidak disadari oleh kaum muslimin bahkan pemerintah daerah di lingkungan Kabupaten Tasikmalaya, yg konon mempunyai misi religious (Islami).
Adanya penonton yang menenggak minuman keras serta berperilaku bebas antara laki-laki dan perempuan menambah potret buram kalangan remaja kita yang diharapkan menjadi generasi penerus bangsa dan akan melahirkan generasi seterusnya.
Dalam arus liberalisme minuman keras dianggap biasa. Pergaulan bebas tak terbatas, zina tak lagi dianggap nista, perkawinan sejenis tak lagi dianggap miris. Mengumbar aurat tak lagi dinilai maksiat, pornografi-pornoaksi tak lagi dipandang tindakan jijik, dan seterusnya.
Sasaran liberalisasi menargetkan remaja muslim dengan mendangkalkan akidah dan akalnya. Sehingga ketika ‘hilang’ akalnya, ia tak ubahnya seperti binatang ternak, bahkan bisa jauh lebih sesat (Lihat: QS al-Furqan [25]: 44). Akibatnya, apa yang mungkin tidak pernah dilakukan oleh binatang ternak sangat mungkin dilakukan oleh manusia yang telah ‘hilang’ akalnya.
Hikmah Islam sebagai Rahmatan lil ‘Alamin yang salah satu fungsinya adalah menjaga akal (hifdzu ‘aql) sangat melindungi akal manusia, sehingga manusia terjaga muru’ah dan perilakunya. Hal ini tentu bertolak belakang dengan liberalisme.
Untuk itu kita harus menyadari bahwa berbagai kerusakan yang dilakukan di kalangan remaja hanya bisa dituntaskan dengan Islam. Syari’at Islam mempunyai cara pencegahan berupa penanaman ketaqwaan setiap individu masyarakat, kontrol masyarakat dengan amar ma’ruf nahi munkar, dan peran negara dalam mencegah kemaksiyatan berupa penerapan syari’at Islam secara sempurna. Namun semua itu hanya bisa di wujudkan dalam naungan negara khilafah. (banjarkotanews/adj)

Categories