Pergantian Menteri Tidak Menjamin Kesejahteraan Rakyat Selama Sistem Ekonominya Masih Kapitalisme

MUSTANIR.net – Purbaya dicopot dari jabatannya oleh Prabowo. Banyak orang bersimpati kepadanya karena konon dia tidak mau diajak kongkalikong dalam membiayai proyek-proyek ambisius Prabowo.

Purbaya dianggap menteri yang diangkat karena profesionalitas dan bukan dari partai. Di awal pengangkatannya, Prabowo optimis ekonomi akan meroket.

Namun belum tuntas tugasnya sebagai Menkeu, Purbaya dicopot di tengah jalan. Naifnya lagi pada saat dia memimpin sidang.

Penggantinya adalah Suahasil Nazara, seorang ekonom mantan Wakil Menkeu. Dan harapan yang sama juga disematkan kepadanya, sebagaimana dulu awalnya Purbaya dilantik.

Sorak gemuruh pegawai Kementerian Keuangan menyambut Suahasil. Seremoni yang hampir sama dilakukan pada setiap Menkeu yang baru.

Purbaya yang dielu-elukan juga terbukti gagal, pajak semakin mencekik, penerimaan negara menurun, pengangguran semakin meningkat, ekspor melemah, hingga berkurangnya TKD atau Transfer Keuangan Daerah yang semakin kecil sehingga mengakibatkan terganggunya program kerja Pemda.

Pengangkatan Suahasil digadang-gadang akan memperbaiki semua itu. Namun pertanyaan mendasarnya, bisakah itu dilakukan? Sementara sistem yang dipakai masih sama.

Mustahil, itulah jawaban yang tepat menggambarkan harapan Prabowo kepada Suahasil. Karena selama sistem ekonominya masih menggunakan kapitalisme, tidak akan ada perubahan yang mendasar.

Pajak masih akan menjadi pokok penerimaan fiskal negara, sumber daya alam melimpah masih akan diberikan kepada swasta atau asing, pengangguran akan tetap tinggi, karena dominasi modal di sektor non riil dan kemiskinan masih akan mendominasi jumlah penduduk Indonesia.

Siapa pun penggantinya, maka dia hanya akan menjalankan template kebijakan fiskal dan moneter yang dikendalikan oleh komunitas ekonomi dunia, bisa IMF, Bank Dunia, atau PBB.

Kesalahan fundamental ekonomi Indonesia terletak pada ideologi kapitalisme yang diterapkan negara. Maka jika ingin keluar dari krisis ini, tidak bisa tidak kecuali harus mengganti ideologi pada awalnya.

Alternatif Ideologi

Islam adalah ideologi yang sempurna, karena dibagun dari konsep ilahiyah. Seluruh sistem yang ada di dalamnya berasal dari wahyu Allah, Dzat yang mustahil salah.

Islam memiliki sistem ekonomi. Di antara prinsip-prinsip ekonomi Islam adalah sebagai berikut:

• Pertama, konsep kepemilikan yang khas. Di dalam ada kepemilikan individu, kepemilikan umum, dan kepemilikan negara.

Konsep kepemilikan ini tidak bisa diganggu gugat. Sehingga hak kekayaan alam yang umum tidak boleh diserahkan kepada asing atau swasta. Konsep ini akan berimbas kepada kesejahteraan rakyat umum. Bagaimana tidak? Rakyat mendapatkan pendidikan, kesehatan, pupuk, infrastriktur secara gratis.

• Ke dua, Islam melarang pengalihan fungsi uang sebagai alat investasi, yang pada gilirannya menciptakan sektor non riil. Maka uang dalam Islam hanya sebagai alat tukar untuk jasa dan barang.

Hal ini secara langsung akan menciptakan lapangan kerja di sektor produksi atau jasa. Islam memfasilitasi setiap warga negara untuk beusaha dengan skema syirkah syar’i.

Ala kulli hal, sistem ekonomi Islam akan secara nyata menjadikan rakyat sejahtera. Tidak peduli siapa yang memerintah, selama menggunakan syariah Islam, maka negara akan sejahtera dunia dan akhirat. In sya Allah. []

Sumber: Muhammad Ayyubi (Direktur Mufakkirun Siyasiyyun Community)

About Author

Categories