Masjid dan Keutamaannya Bagi Umat Islam

Masjid dan Keutamaannya Bagi Umat Islam

Pahala Membangun Masjid, Berjalan Menuju Masjid dan Duduk di dalam Masjid

Di antara beberapa kemuliaan umat Nabi Muhammad Shalallahu alaiihi waAlihi wa shohbihi wa salam ialah kaitan khusus mereka dengan masjid. Banyak hadits yang menyebutkan pa­hala membangun masjid, dan pahala berjalan menuju masjid.

‘Utsman bin Afran r.a. menuturkan, “Saya mendengar Rasulullah Shalallahu alaiihi waAlihi wa shohbihi wa salam berkata: Barangsiapa membangun masjid semata-mata hanya mendambakan keridaan Allah, Allah akan membuatkan bangunan seperti itu di dalam surga.” (Diketengahkan oleh Bukhari dan Muslim).

‘Umar bin Al-Khaththab r.a. menuturkan juga, “Saya mendengar Rasulullah Shalallahu alaiihi waAlihi wa shohbihi wa salam berkata: Barangsiapa membangun masjid yang di da­lamnya disebut-sebut nama Allah, Allah akan membuatkan rumah bagi­nya di dalam surga.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Majah).

Jabir bin Abdullah r.a. menuturkan, bahwasanya Rasulullah Shalallahu alaiihi waAlihi wa shohbihi wa salam berkata:

من بنى مسجدا كمفحص قطاة او أصغر بنى الله له بيتا فى الجنة

“Barangsiapa yang membangun masjid (walau) sebesar sarang burung gereja, atau lebih kecil dari itu, Allah akan membuatkan bagi­nya rumah di dalam surga.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Majah).

Riwayat hadits yang lain, Rasulullah Shalallahu alaiihi waAlihi wa shohbihi wa salam berkata, “… Allah akan membuatkan baginya rumah yang lebih luas dari itu di dalam surga.” (Demikian menurut Ahmad di dalam riwayatnya). Riwayat lain lagi yang diketengahkan oleh Ahmad dan Thabrani disebut,”… Allah akan mem­buatkan rumah yang lebih baik baginya di dalam surga.”

Riwayat hadits lainnya yang semakna dengan itu disebut bahwa Ra­sulullah Shalallahu alaiihi waAlihi wa shohbihi wa salam berkata:

من بنى بيتا يعبد الله فيه من مال حلال بنى الله له بيتا فى الجنة من در ياقوت

 “Barangsiapa membangun rumah yang di dalamnya Allah disembah oleh manusia, (dan membangunnya) dengan harta yang halal, Allah akan membuatkan baginya rumah dalam surga (yang terbuat) dari mutiara dan yaqut.” (Diriwayatkan oleh Thabrani di dalam Al-Ausath. Al-Bazzar meriwayatkan hadits tersebut tanpa menyebut kata-kata “mutiara” dan “yaqut” (sejenis batu berharga).

Hadits yang lain lagi mengenai itu menuturkan:

من بنى مسجدا لا يريد به رياء ولا سمعة بنى الله له بيتا فى الجنة

“Barangsiapa membangun masjid tanpa maksud riya dan tidak un­tuk mencari popularitas (nama baik), Allah akan membuatkan bagi­nya rumah di dalam surga.” (Diriwayatkan oleh Thabrani di dalam Al-Ausath).

Pahala membangun masjid akan senantiasa kekal dan balasan kekal serta imbalan kebajikannya pun berlangsung terus-menerus meski orang yang membangun itu telah waf’at. Abu Hurairah r.a. menutur­kan, bahwasanya Rasulullah Shalallahu alaiihi waAlihi wa shohbihi wa salam berkata:

إن مما يلحق المؤمن من عمله وحسناته بعد موته علما علمه ونشره أو ولدا صالحا تركه اومصحفا ورثه او مسجدا بناه او بيتا لابن السا بيل او نهرااجراه او صدقة اخرجها من ماله فى صحته وحياته تلحقه من بعد موته

“Di antara amal dan kebajikan yang akan senantiasa mengikuti orang beriman sesudah wafatnya ialah ilmu yang diajarkan dan disebarkan olehnya, anak yang saleh yang menerima peninggalan Alquran sebagai warisan, orang yang membangun masjid, atau membangun rumah (penginapan) bagi ibnus-sabil (orang yang sedang bepergian jauh dan kekurangan bekal), orang yang membuat saluran air, orang yang mengeluarkan sedekah dari hartanya di waktu ia masih hidup dan dalam keadaan sehat; (pahala atas semuanya itu) diikutsertakan sesudah wafatnya.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Majah, termasuk lafalnya).

Categories