Mekkah Menjadi Saksi Konferensi Internasional Perbankan dan Keuangan Syariah

Konferensi-Perbankan-dan-Keuangan-Syariah-diadakan-di-Mekkah-31172srrtta7gub97utfy8

Mekkah Menjadi Saksi Konferensi Internasional Perbankan dan Keuangan Syariah

Mustanir.com – Bertempat di Makkah, hari Ahad-Senin (05-07/03/2016) kemarin dilaksanakan konferensi internasional tentang perbankan dan keuangan syariah dengan tema The First International Conference on Islamic Banking and Finance(ICIBF) di kota suci Makkah, Saudi Arabia.

“Konferensi kali ini menyedot hampir 1000 peminat namun yang berhasil lolos seleksi hanya 60 orang” ucap Ketua Panitia ICIBF 2016 yang juga Dekan College of Islamic Banking and Finance, Salah Alagla.

Dengan bantuan berbagai sponsor, panitia menyiapkan biaya tiket, penginapan, fasilitas antar jemput dan memberikan kesempatan untuk menunaikan ibadah umrah. Tentunya hal ini adalah sebuah penghargaan yang luar biasa bagi para pakar dan peneliti yang hadir.

Tema yang diusung adalah efisiensi dan stabilitas keuangan yang menyakup topik – topik syariah mulai dari manajemen resiko, analisa ekonomi, pasar modal, keuangan mikro, akuntansi, regulasi, dan isyu seputar manajemen.

Pakar keuangan syariah terkenal seperti Taqi Usmani, Muhammad Abdul Manan, Monzer Kahf, M Fahim Khan, Mehmet Asutay, M Kabir Hassan, turut hadir dalam acara. Adapun delegasi dari Indonesia kali ini adalah Rifki Ismal mewakili Bank Indonesia, Hafas Furqani dari UIN Ar-Raniry, Dian Masyita dari Universitas Padjajaran dan Murniati Mukhlisin mewakili STEI Tazkia.

Murniati mengatakan bahwa Universitas Umul Qura yang baru membuka program perbankan dan keuangan syariah dua tahun yang lalu yang akan meluluskan banyak lagi pakar – pakar yang fasih bahasa Arab dan penghafal Qur’an yang juga menguasai bidang keuangan syariah.

Yang tak kalah pentingnya adalah para lulusan ini harus dibekali dengan pendidikan akhlak yang baik yang dapat lebih membawa industri keuangan syariah menjadi makin efisiensi, stabil dan makin syariah,” tutup Murniati.

Aisyah Amin seorang mahasiswi asal Indonesia yang juga alumni STEI Tazkia mengatakan bahwa selain biaya pendidikan gratis, para mahasiswa juga diberikan uang tunjangan hidup sebesar SAR 800 atau sekitar 2.4 juta rupiah tiap bulan. (hidayatullah/adj)

Categories