Menteri Agama Fachrul Razi

Menteri Agama Fachrul Razi

Menag Marah Pendakwah Bodohi Umat, Komisi VIII DPR: Ya Dibimbing Dong Umat Ini

MUSTANIR.net – Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi marah kepada pendakwah-pendakwah yang membodohi umat. Komisi VIII DPR yang membidangi agama meminta Menag Fachrul membimbing para pendakwah itu.

“Tugas dia, supaya orang tidak melakukan itu. Caranya bagaimana? Ya dibimbing dong umat ini. Karena dia yang punya wewenang diberi tugas dalam hal bimbingan agama-agama, melahirkan dai-dai itu, ya dibentuk pendakwah-pendakwah yang betul-betul menyampaikan moral yang tinggi itu berlandaskan agama itu, tidak berdusta,” kata Wakil Ketua Komisi VIII Marwan Dasopang di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (31/10/2019).

Jika cara dakwah itu dinilai salah, Marwan meminta Fachrul tidak langsung mencerca. Menurutnya, Fachrul bisa memberi pemahaman kepada masyarakat dan membimbing para pendakwah agar sesuai dengan ajaran agama.

“Ada dua hal tugas Menteri Agama, satu, meyakinkan masyarakat bahwa perlu rasional, perlu pemahaman, perlu bertanya lagi apakah yang disampaikan ustaz itu perlu diikuti atau tidak,” ujar Marwan.

“Yang kedua, melahirkan para pendakwah yang betul-betul sesuai dengan ajaran agama. Itu tugas dia. Kalau begitu, ciptakan dong lembaga-lembaga dakwah atau forum-forum pendidikan dakwah. Itu penting,” imbuh anggota Fraksi PKB itu.

Sebelumnya, Menag Fachrul Razi berang terhadap pendakwah-pendakwah yang membodohi umat. Dia meminta imam-imam masjid tak menyampaikan dakwah yang membodohi umat.

“Sering saya katakan kadang-kadang kalau umat dibikin bodoh, saya kadang-kadang suka marah. Sebagai contoh, misalnya bencana alam di Aceh, kebetulan saya orang Aceh. Kemudian penceramah-penceramah dengan enaknya mengatakan itu karena orang Aceh banyak dosa, dibalas oleh Tuhan, dibunuh ratusan ribu karena tanam ganja, padahal yang tanam ganja yang di gunung sana segelintir orang, yang mati itu semua di pantai-pantai ahli ibadah semua itu,” kata Menag dalam sambutannya di Lokakarya Peran dan Fungsi Imam Masjid di Hotel Best Western, Mangga Dua Selatan, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Rabu (30/10/2019).

“Kenapa dia ndak cerita Aceh ini memang termasuk yang rawan gempa, karena ada lempeng-lempeng buminya yang tumpang-tindih satu sama lain dan sangat mudah berubah, lain dengan misalnya Kalimantan, tidak ada lempeng-lempeng bumi yang dekat dengan pulau sehingga relatif lebih aman. Namun demikian, sebagai hamba Tuhan, kita wajib berdoa mudah-mudahan tidak terulang kembali dan bencana ini cepat selesai. Itu artinya mencerdaskan umat, bukan membodohi umat,” sambung mantan Wakil Panglima TNI ini.[]

Sumber: Detik

Baca Juga:

Categories