Mendagri Cabut Ribuan Perda, Termasuk Pelarangan Miras

Mendagri Cabut Ribuan Perda, Termasuk Pelarangan Miras

Mustanir.com – Kementerian Dalam Negeri akan mencabut 3.266 peraturan daerah yang dianggap menghambat investasi dan pembangunan.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengakui bahwa di antara Perda tersebut, ada Perda berisi pelarangan terhadap minuman beralkohol.

Meski demikian, Tjahjo menampik pencabutan Perda-Perda itu bukan berarti pemerintah mendukung peredaran minuman beralkohol.

“(Perda) yang saya cabut itu karena mereka (pemerintah daerah) menyusun Perdanya bertentangan dengan peraturan dan perundangan,” ujar Tjahjo saat ditemui di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (20/5/2016).

Perda pelarangan miras yang akan dicabut, antara lain Perda di Papua, Yogyakarta dan Nusa Tenggara Barat.

Peraturan yang dimaksud, yakni Peraturan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Nomor 04/PDN/PER/4/2015 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengendalian, Peredaran, dan Penjualan Minuman Beralkohol Golongan A.

Pemerintah ingin minuman beralkohol tidak dilarang sepenuhnya, melainkan hanya perlu diatur peredaran penjualannya. Perda-Perda itu akan berorientasi pada prinsip itu.

“(Perda) yang sudah ada kami perbaiki saja. Yang di daerah pariwisata tetap diatur, peredarannya dikendalikan. Cuma boleh di hotel, misalnya, tidak boleh dijual ke anak di bawah umur,” ujar Tjahjo.

Komentar Mustanir.com 

Dengan dicabutnya perda anti miras, tentulah peredaran miras akan semakin meluas. Sadarkah pemerintah bahwa pelegalan miras akan membuka kran semua kejahatan? Sadarkan pemerintah bahwa sebagai seorang muslim dia sudah mengundang azab Allah dengan melanggar aturan Allah dan RosulNya?

Seberapa besarkah pengaruh investasi bisnis miras bagi kemajuan pembangunan, dibandingkan dengan kerusakan yang akan ditimbulkannya? Yang justru akan menguras devisa yang jauh lebih besar dikemudian hari.

Oleh karena itu, perlu dipertanyakan ulang kemanakah sebetulnya arah pembangunan negeri ini?
Apakah seperti masyarakat barat yg dianggap maju teknologinya tapi hancur moralnya? Layaknya seperti hewan berdasi yang hanya sebagai budak nafsu belaka.

Mungkin kita sudah lupa bahwa dalam sejarah, Islam telah membawa umatnya sebagai pemegang peradaban terindah selama ribuan tahun. Mirisnya saat ini kita justru berkiblat ke kehidupan liberal ala barat yang membawa kehinaan. Naudzubillah…

Allah sudah jelas-jelas mengharamkan minuman yg memabukkan/khamr (QS Al Maidah :90). Begitu juga dalam hadis Rosulullah saw , “Khamr adalah induk keburukan. Siapa saja yang meminumnya,Allah tidak menerima sholatnya selama 40 hari. Jika ia mati dan khamr itu ada di dalam perutnya maka ia mati dalam keadaan jahiliyyah.” (HR Athbthabrani,Ad daruquthni, Al Qodhaiy)

Itulah undang undang tertinggi bagi seorang muslim, yakni Al-Qur’an dan Assunah. Sedangkan kedudukan seorang penguasa adalah sebagai penanggungjawab bagi rakyatnya, ia seperti layaknya penggembala. Rasulullah saw bersabda,” “Seorang imam adalah perisai, tempat orang-orang berperang di belakangnya.”

Ketika sistem Demokrasi kapitalis yg diberlakukan, maka seorang penguasa tak lebih hanya sebagai kaki tangan para pemodal saja, rakyat hanya sebagai pelengkap penderita, tidak ada tempat bagi halal dan haram dalam kebijakan mereka. Istilah wakil rakyat hanyalah pemanis yang menutupi muslihat mereka untuk menggiring rakyatnya ke dalam jurang kehancuran.

Belum cukupkah bukti nyata dan alasan bagi kita untuk kembali kepada tuntunan Allah dan RosulNya? Yang akan membebaskan kita dari penghambaan kepada dunia? Yang akan melepaskan dari kesengsaraan di dunia dan akhirat? Dan akan membawa kita kembali menjadi pemimpin dunia sebagai rahmat lil alalamiin?

Categories