Menjemput Jodoh

green-wedding-ring-lg

Menjemput Jodoh

Menjelang bulan Muharram kemarin, banyak di antara kita yang mendapatkan undangan  nikah, baik itu dari keluarga besar, rekan kerja, teman kuliah, alumni sekolah atau  tetangga sekitar tempat kita berdiam. Tentu, bagi mereka pihak pengundang, ini merupakan sebuah kebahagiaan. Harapan mereka untuk membina rumah tanggaakan segera terwujud. Namun, belum tentu demikian halnya bagi penerima undangan. Hadirnya undangan nikah setidaknya akan menimbulkan tiga respon. Pertama, ikut merasa gembira karena yang mengundang adalah keluarga atau teman dekat, sementara dirinya pun sudah lebih awal mendapat pasangan hidup. Kedua, bahagia campur harap. Karena dia sendiri sedang dalam proses pernikahan, calon maupun waktu pernikahan sudah tergambar, tinggal pelaksanaan. Ketiga, bahagia campur tanya. Karena dia belum tahu kapan dan dengan siapa nantinya dia akan menikah.

Bagi mereka yang telah melangsungkan pernikahan, kita doakan semoga menjadi keluarga sakinah. Bagi mereka yang sedang berada di ambang pernikahan, kita doakan semoga dimudahkan urusannya, dan bagi mereka yang masih berselimut tanya, kita doakan semoga segera ditunjukkan jodohnya. Jodoh yang dimaksud di sini bukanlah kekasih atau pacar yang tidak sesuai dengan Islam, melainkan jodoh yang telah terikat dengan ikatan pernikahan yaitu suami atau istri. Karena,hanya nikah sajalah yang sesuai dengan sunnahRasulullah Shallâhu ‘Alaihi Wasallam sebagaimana tersebut dalam sebuah hadits:

لم يور

“Tidak ditemukan jalan lain bagi dua orang yang saling mencintai selain menikah” (HR. Ibnu Majah, [1]HR. Thobroni, Musnad Abi Ya’la)

Untuk mereka yangsedang berikhtiar menjemput jodoh inilah, tulisan Menjemput Jodoh saya persembahkan.Semoga bermanfaat.

Meluruskan Pemahaman.

Di dalam buku Bila Jodoh tak Kunjung Datang disebutkan, “Banyak orang keliru memahami takdir terutama yang hubungannya dengan jodoh. Pemahaman selama ini bahwa jodoh sepenuhnya urusan ALLAH SWT. dengan menyediakan pasangan sedetail mungkin termasuk nama dan alamatnya. Tak heran jika banyak yang menyalahkan takdir sebagai penyebab lamanya ia sendiri. Tak jarang pula yang tak ambil pusing dengan urusan jodoh karena itu urusan ALLAH Swt. sehingga ia tidak berusaha hingga lanjut usia.” [2]

Jika ada yang memiliki pemahaman seperti di atas, perhatikan petunjuk mulia dari Rasulullah Shallâhu ‘Alaihi Wasallam berikut:

تنكح

“(Biasanya) wanita itu dinikahi karena hartanya, keturunannya, kecantikannyadan agamanya (keislamannya). Pilihlah agamanya agar kamu selamat” (HR. Bukhori No. 5090)

Dan juga sabdanya yang lain :

يا معشر

Wahai para pemuda, barang siapa di antara kalian yang memiliki kemampuan maka menikahlah. Sebab, pernikahan itu lebih menyelamatkan mata dan lebih melindungi kemaluan.Barangsiapa yang tidak memiliki kemampuan maka hendaklah ia berpuasa, sebab puasa itu dapat meredakan gejolak syahwat.” (HR. Bukhori No. 5006 Bab. Man Lam yastati’ al-bâ’ata falyashum, HR. Muslim No. 1400)

Bukankah Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wasallammemerintahkan kita untuk menikah dan memilih? Tidakkah ini menunjukkan bahwa kita harus melakukan aksi bukan sekedar nrimo?

Satu persoalan lagi yang mungkin masih menggelayuti pikiran sebagian pemuda-pemudi Muslim.“Bukahkah dengan menikah akan menambah pengeluaran? Saat sendiri saja terkadang masih kekurangan, bagaimana mungkin nanti  bisa memenuhi kebutuhan suami istri setelah nikah?”

Maka, perhatikanlah perkataan sahabat yang mulia, Umar bin Khattab ra:

عجبي

Saya heran kepada orang-orang yang tidak mau mencari kekayaan melalui pernikahan, padahal ALLAH Ta’ala telah berfirman “Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya” [3]

Lantas, apa yang bisa dilakukan untuk menjemput jodoh[4]. Berikut diantaranya:

1. Perkaya diri dengan Iman dan Ilmu,

Iman adalah pondasi dari segala sesuatu, termasuk dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Adapun orang yang berilmu lebih tinggi derajatnya jika dibandingkan orang yang tidak berilmu, maka dari sini bisa disimpulkan bahwa peluang orang berilmu lebih besar dibandingkan dengan orang yang tidak berilmu dalam mendapatkan jodoh.

2. Tingkatkan nilai fisik dan penampilan (muru-ah),

Sebagaimana disebutkan dalam hadits Nabi di atas, seseorang dinikahi karena empat hal: hartanya, kecantikannya, keturunannya dan agamanya.

Rupawan tidaknya wajah kita, bagus tidaknya fisik kita merupakan keputusan ALLAH (Qadla[5] Allah) yang mana kita tidak akan di-hisab terkait rupawan tidaknya wajah kita.Namun, perawatan wajah, kebersihan wajah dan badan serta kerapihan pakaian akan meningkatkan “daya tawar” kita di hadapan calon suami / istri.

3. Bergaul hanya dengan orang-orang baik.

4. Mencari jodoh pada tempat-tempat yang baik.

Misalnya : Lembaga pendidikan Islam, tempat pengajian, tempat kerja Islami, maupun Organisasi Islam.

5. Mengetahui strategi mengungkapkan cinta.

Yaitu bisa dengan meminta bantuan pihak ketiga (Mak Comblang), atau berbicara langsung dengan orang tuanya atau keluarganya.

6.  Mengetahui jalur cepat mencari jodoh.

Yaitu bisa dengan meminta dipilihkan oleh orang tua, meminta dicarikan oleh teman dekat, meminta dipilihkan oleh pemimpin atau ustadz, maupun menerima tawaran. Untuk saya  sendiri saat mencari jodoh melalukan berbagai cara diantaranya dengan meminta bantuan orang tua, dicarikan teman, dan dipilihkan oleh Ustadz. Dan yang berhasil adalah dengan caradicarikan teman dan dipilihkan oleh Ustadz. Kok bisa dengan dua cara sekaligus?. Karena teman saya adalah seorang Ustadz!.Ustadz Adam Cholil al-Bantani[6] namanya.Semoga ALLAH senantiasa melindungi beliau dan keluarganya.

7. Teliti sebelum “Membeli”.

Dosen saya, Bpk. Nana Suparman, S.H, M.Si pernah menyampaikan “Salah memilih jurusan, menyesalnya 4-5 tahun.Tapi salah memilih jodoh, bisa menyesal seumur hidup”.Memang, menikah adalah kebutuhan mendesak, namun bukan berarti dilakukan tanpa melakukan penelitian mendalam tentang siapa calon pasangan kita.

8. Jika dihadapkan pada dua pilihan, lakukan Istikhoroh,  dan jangan lupa pula untuk

9. Senantiasa berdoa kepada ALLAH swt untuk diberi kemudahan.

Nasehat Sofyan bin Uyaiynah semestinya menjadi motivasi bagi kita untuk tidak berputus asa dalam berdoa kepada ALLAH SWT. “Janganlah seseorang menghentikan doanya, karena sesungguhnya ALLAH Ta’ala telah mengabulkan doa mahluk yang terjahat – iblis la’natullah ‘alayhi – sebagaimana firmanNya ‘Iblis berkata: ‘Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan, Allah berfirman: ‘Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh.’ (TQS. Al A’raf: 14-15).”[7]

Jika permohonan Iblis saja dikabulkan ALLAH, apalagi doa yang datang dari kalbu yang penuh keimanan, yang ingin menyempurnakn agamanya?. Insya ALLAH.

Selamat berikhtiar menjemput jodoh.Semoga dimudahkan oleh ALLAH SWT.

Tangerang, 16 Nov 2013 / 12 Muharram 1435 H

Mabsus Abu Fatih


[1] Lihat kitab Sunan Ibni Majah, I/593. Dan dalam kitab al-Zawa’id disebutkan bahwa sanad hadits tersebut shahih dan para rijalnya tsiqah

[2] Abu Al-Ghifari, Bila Jodoh tak Kunjung Datang, (Bandung: Mujahid Press, 2004)

[3]Imam Quthubi, Al-Jami’ul Ahkamil Quran, Tafsir QS an-Nur [24]: 32

[4]Penjelasan lengkap point 1-6 silahkan baca buku Bila Jodoh tak Kunjung Datang

[5]Untuk memperdalam masalah Qadla dan Qodar, bisa dikaji dalam kitab Nidzomul Islam / Peraturan Hidup dalam Islam, atau kitab Syakhsiyyah juz I, keduanya karya al-Allaamah Syech Taqiyudin an-NabhaniRohimahullahu Ta’ala

[6]Beliau adalah penulis buku-buku laris. Di antaranyaDahsyatnya Doa Anak dan Dahsyatnya Puasa Nabi Daud

[7]M. Iwan Januar, Quantum DOA Membangun Kekuatan Jiwa dengan Doa dan Menepis Penghalang-penghalang Terkabulnya Doa, (Bogor, Mahabbah Pustaka). Hal. 56.

 SUMBER

Categories