Menteri ESDM Pastikan Tarif Listrik 900 VA Tak Naik Per 1 Juli

Menteri ESDM Pastikan Tarif Listrik 900 VA Tak Naik Per 1 Juli

Mustanir.com – Dalam Rancangan APBN-P 2016 yang diajukan pemerintah ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), subsidi listrik diusulkan naik dari Rp 38,39 triliun menjadi Rp 57,18 triliun.

Kenaikan terjadi karena subsidi listrik sebesar Rp 38,39 triliun dalam APBN 2016 dibuat dengan asumsi tarif listrik untuk 18 juta dari 22 juta pelanggan listrik 900 VA naik per 1 Januari 2016.

Pasca penundaan pencabutan subsidi untuk 18 juta pelanggan 900 VA, subsidi listrik dipastikan bengkak, maka perlu ditambah dalam APBN-P 2016.

Verifikasi data pelanggan 900 VA telah diselesaikan PLN dan diserahkan pada pemerintah, hasilnya hanya 3,9 juta pelanggan yang dinilai layak disubsidi, sisanya dianggap sudah termasuk golongan mampu sehingga tak layak disubsidi.

Dalam APBN-P 2016, Kementerian ESDM mengusulkan subsidi sebesar Rp 57,18 triliun dengan asumsi kenaikan tarif listrik untuk 18 juta pelanggan 900 VA dimulai pada 1 Juli 2016 dan naik secara bertahap sebesar 23% di tiap tahap pada September 2016, November 2016, dan Januari 2017.

Tapi Menteri ESDM Sudirman Said berubah pikiran. Dia memastikan bahwa kenaikan tarif listrik untuk pelanggan 900 VA tak akan terjadi pada 1 Juli 2016. Sebab, tanggal tersebut mendekati Idul Fitri, momennya tidak tepat.

“Kita lihat nanti. Kasian orang mau Ramadan digangguin. Rasanya (kenaikan tarif listrik 900 Va) sesudah Lebaran, tetapi tergantung ratas (rapat terbatas),” kata Sudirman saat ditemui di PLTU Lontar, Banten, Jumat (10/6/2016).

Dia menambahkan, sampai saat ini pemerintah belum membahas bersama-sama dalam ratas soal kepastian pencabutan subsidi listrik untuk 18 juta pelanggan 900 VA. Maka kenaikan tarif pasti sesudah Lebaran.

“Sudah pasti nggak pas Ramadan, nggak sebelum Lebaran. Kan belum dirataskan,” ujarnya.

Sementara itu, Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jarman, menambahkan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah opsi untuk skema pencabutan subsidi listrik 900 VA.

“Itu baru usulan, kita mengusulkan beberapa alternatif, yang memutuskan Presiden. Kita serahkan ke Presiden, beliau punya pertimbangan lebih luas,” ucap Jarman.

Direktur Utama PLN Sofyan Basir mengaku belum melakukan persiapan maupun sosialisasi untuk pencabutan subsidi listrik bagi 18 juta pelanggan 900 VA secara bertahap. Pihaknya menunggu kebijakan dari pemerintah.

“Belum, belum ada (persiapan). Itu nanti dari pemerintah,” pungkasnya. (okezone/adj)

Categories