Mosul Kembali Memanas Antara ISIS dan Tentara Irak

Mosul Kembali Memanas Antara ISIS dan Tentara Irak

Irak Umumkan Serangan Untuk Rebut Kembali Mosul

Mustanir.com – Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi mengumumkan dimulainya serangan merebut kembali Mosul, ibu kota ISIS. Mosul adalah benteng besar terakhir milik kelompok radikal ISIS di Irak.

“Saatnya telah datang dan kemenangan besar sudah dekat. Saya mengumumkan hari pertama operasi untuk membebaskan Provinsi Nineveh,” katanya dalam pidato di televisi pemerintah.

Serangan terhadap ISIS di Mosul yang didukung koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) ini bisa menjadi salah satu operasi militer terbesar di Irak sejak 2003. Saat itu koalisi pimpinan AS berhasil menggulingkan Saddam Hussein.

“Kami bangga berdiri dengan Anda dalam operasi bersejarah ini,” ujar utusan koalisi AS untuk ISIS Brett McGurk melalui Twitterpribadinya.

Dengan jumlah populasi mencapai dua juta jiwa, kota Mosul di Irak adalah kota terbesar kedua yang dikendalikan ISIS. Kota ini dijuluki kota khalifah oleh ISIS sejak 2014. (rol/adj)

Tentara Asing ISIS akan Bentuk Kekuatan Besar di Mosul

Mustanir.com – Pejabat militer Amerika Serikat Gen Gary Volesky mengatakan, tentara asing ISIS sepertinya akan membentuk kekuatan besar di Mosul. Mereka akan bertahan untuk mempertahankan Mosul agar tak jatuh.

“Banyak tentara asing ISIS yang diperkirakan akan tetap bertahan di Mosul. Mereka tak bisa keluar dari Mosul dengan mudah karena wajah dan fisiknya akan dikenali, berbeda dengan tentara ISIS lokal, mereka mudah keluar Mosul karena fisiknya sama dengan warga lokal,” katanya, Kamis, (20/10).

Dengan banyaknya tentara asing ISIS yang masih bertahan, ujar Volesky, tentara Amerika dan koalisi akan tetap berada di Mosul. “Kami di sini akan bertempur melawan mereka.”

NGO Save The Children menyatakan, sebanyak 5.000 orang dari Mosul melarikan diri ke pengungsian di perbatasan Suriah selama 10 hari ini. Sedangkan 1.000 pengungsi lainnya sudah ada di perbatasan.

Pengungsian Al Hol dibangun untuk menampung 7.500 pengungsi. Namun saat ini pengungsian tersebut menampung 9.000 pengungsi.

Pengungsian Al Hol saat ini diperluas sehingga bisa menampung hingga 50 ribu pengungsi. Namun menurut Save The Children pengungsian tersebut fasilitasnya sangat terbatas.

Di pengungsian sebesar itu hanya terdapat 16 kakus. Namun kakusnya sangat jorok penuh dengan sampah dan feses. Bahkan tak ada air besih.

Tempat pengungsian telah dibangun di selatan, timur, dan utara Mosul. Ini dibangun sebagai tempat persiapan jika ada banjir pengungsi karena penduduk Mosul melarikan diri dari medan pertempuran.

Diperkirakan saat ini masih ada 1,5 juta penduduk Mosul tinggal di sana. Mereka ditahan oleh ISIS sebagai perisai manusia. (rol/adj)

Categories