MUI Jatim Lebih Pilih Demokrasi daripada Syariah Khilafah

mui-jatim-765x510

MUI Jatim Lebih Pilih Demokrasi daripada Syariah Khilafah

Mustanir.com – Majelis Ulama Indonesia Jatim menilai demokrasi berdasarkan Pancasila yang digunakan bangsa Indonesia sebagai dasar negara, kalau dijalankan dengan baik dan benar, itu melebihi sistem khilafah yang banyak digunakan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Pernyataan itu disampaikan Sekretaris MUI Jatim Ainul Yaqin saat dikonfirmasi Minggu (8/5), menanggapi wacana penerapan sistem khilafah di Indonesia yang belakangan ramai disuarakan oleh HTI.

Ainul Yaqin menjelaskan istilah khilafah memang tertera di Kitab Fiqih. “Namun penerapannya dalam konsep kenegaran sejak lama telah terjadi perbedaan pendapat di kalangan ulama,”tegas salah satu pngurus Muhammadiyah Jatim ini.

Dicontohkan dalam sejarah Islam, kepemimpinan setelah wafatnya Rasulullah Muhammad saw disebut khalifah. “Kita mengenal Khulafaur Rasyidin era kepemimpinan Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali,”beber Ainul Yaqin.

Tapi pada era kepemimpinan selanjutnya, setelah para sahabat Rasulullah itu wafat, menurut Ainul, telah terjadi beda pendapat tentang kekhalifahannya. Sehingga di banyak negara yang mayoritas Muslim pun kemudian berkembang sistem pemerintahan yang berbeda-beda, seperti di Indonesia sejak memperoleh kemerdekaannya tahun 1945 menerapkan sistem Demokrasi Pancasila.

Ia mengimbau masyarakat Jatim khususnya untuk tidak perlu berlebihan menanggapi perbedaan itu. Pasalnya Demokrasi Pancasila yang diterapkan di Indonesia sejatinya juga termasuk khilafah. Sehingga untuk menerapkan sistem khilafah di Indonesia ada koridornya.

“Pendiri Indonesia di masa kemerdekaan dulu telah menyepakati Pancasila sebagai dasar negara dimana arahnya tidak bertentangan dengan negara Islam dan pemeluk agama lainnya,”tegas Ainul Yaqin.

Ainul sendiri tidak ingin mempertentangkan dasar negara Pancasila yang telah digagas oleh pendiri NKRI. “Kalau sekarang ada orang atau kelompok yang mempertentangkannya dan ada yang mewacanakan untuk mengganti dengan konsep khilafah seperti para era sahabat sepeninggal Rasulullah dulu, saya kira perlu kita lawan bersama,”jelasnya.

Atas nama apapun, kata Ainul, jika ada yang merongrong Pancasila, maka harus ditolak dan dilawan. Sebab NKRI menurutnya dengan dasar Pancasila sudah sejalan dengan nilai-nilai perjuangan bangsa.

“Unsur agama Islam sudah bisa kita laksanakan secara baik dengan dasar negara Pancasila. Dan sesungguhnya jika kita menjalankan ajaran dan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara kita ini dengan baik dan benar, maka sistem pemerintahan kita akan berjalan melebihi dari khilafah itu sendiri,”pungkasnya. (sharia/adj)

Komentar Mustanir.com

Semoga para Kyai dan Ulama di Jawa Timur diberikan petunjuk oleh Allah dalam rangka menegakkan Syariah dan Khilafah. Bukankah di alam demokrasi, hukum Syariah hanya akan ditertawakan dalam forum kenegaraan? Padahal Allah yang telah menurunkan Syariah untuk diaplikasikan secara Kaffah bagi umat Islam dan akan memberikan rahmat bagi seluruh alam.

Categories