Netizen Pertanyakan Jokowi Undang Pembantai Umat Islam Mesir

as-sisi-dan-jokowi

Netizen Pertanyakan Jokowi Undang Pembantai Umat Islam Mesir

Mustanir.com – Presiden Joko Widodo pada Jumat (4/9) sore dijadwalkan menerima kunjungan Presiden Mesir Jenderal Abdel Fatah al-Sisi di Istana Merdeka Jakarta.

Dalam jadwal resmi yang dikeluarkan oleh Istana Presiden di Jakarta, Jumat, Presiden Mesir akan diterima Presiden Joko Widodo pada pukul 16.15 WIB. Upacara penghormatan resmi kenegaraan akan dilakukan di halaman depan Istana Merdeka Jakarta.

Jadwal kunjungan as-Sisi mengundang perhatian pemilik akun di lini masa. Pasalnya, ia menjadi presiden Mesir dengan cara menggulingkan presiden yang dipilih secara demokratis, Mohamed Morsi. Beberapa netizen pun mempertanyakan keputusan Jokowi tersebut.

“Sy menyesalkan kedatangan Presiden Mesir Abdul Fatah As-sisi yang datang ke Indonesia atas undangan dari Presiden Joko Widodo (@jokowi),” kata pemilik akun Twitter, ‏@rofimunawardpr.

Akun ‏@Irsyad_Ali menulis, “Ada dua kemungkinan presiden Jokowi menerima Assisi penjahat kudeta Mesir. 1. Tidak tahu 2. Mendapat informasi yang salah.”

Akun milik pengacara Zainudin Paru juga ikut berkomentar. Dia pun menyebut Sisi sebagai penjahat perang, sehingga heran mengapa Jokowi menjamunya di Istana. “Assisi, Presiden Kudeta Mesir. Pembunuh perempuan & anak2 tidak berdosa dengan menyulut kebencian & perang sesama rakyat Mesir.#Tolak,” katanya melalui akun, ‏@ZParu.

“Assisi, Presiden Kudeta Mesir. Harus diposisikan sama seperti Slobodan Milosevic penjahat perang & kemanusian di Serbia. #Tolak Assisi,” imbuhnya. (rol/adj)

Komentar Mustanir.com

Memang patut dipertanyakan keberadaan Jenderal Assisi sang pembantai rakyatnya sendiri. Dia juga yang memimpin kudeta militer terhadap Presiden Mursi. Pembantaian dan kudeta militer dilakukan atas dasar pembelaan terhadap demokrasi. Dan ini jelas atas dorongan dan bantuan dari Amerika. Presiden Assisi tak lain adalah presiden boneka yang dikendalikan oleh Amerika untuk mengawal demokrasi di Mesir dan sekitarnya. Demokrasi merupakan musibah besar bagi umat Islam di seluruh dunia.

Categories