Nusron Wahid : Keyakinan Agama tidak Bisa Digunakan untuk Kepentingan Politik

Nusron Wahid : Keyakinan Agama tidak Bisa Digunakan untuk Kepentingan Politik

MUSTANIR.COM, Jakarta Proses pemilihan kepala daerah (Pilkada) DKI Jakarta telah bergulir panjang. Berbagai isu dinilai terus berkembang untuk menjatuhkan salah satu pasangan calon, di antaranya isu agama.

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Nusron Wahid menyebut, isu agama saat ini sudah semakin luar biasa mawarnai perhelatan Pilkada DKI 2017. Bahkan, kata dia, isu tersebut sudah masuk ke lingkungan tempat ibadah.

“Sama-sama tahu. Saudara tentunya yang Muslim sering salat Jumat. Di masjid-masjid ada enggak politisasi agama itu? Enggak usah tanya saya. Saudara-saudara kan tahu sendiri hampir di semua tempat,” kata Nusron di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu 8 Maret 2017 malam.

Ia menilai hal ini bukan menunjukan sebuah tradisi atau proses demokrasi yang sehat. Ia meminta kepada semua pihak buat kembali ke proses demokrasi yang sebenarnya dengan menggunakan akal sehat dan sesuai dengan Pancasila.

“Orang punya keyakinan agama silahkan. Itu hak. Saya juga punya keyakinan agama. Tetapi keyakinan agama itu tidak bisa digunakan untuk provokasi,” tukas dia.

Ia menekankan, keyakinan agama tidak bisa digunakan untuk kepentingan politik. Apalagi, itu digunakan di tempat yang sifatnya milik publik, seperti masjid dengan dalih dakwah atau apapun.

“Dakwah kan, dakwah mengajak. Apa enggak ada metode dakwah yang lain? Apa enggak ada dakwah-dakwah yang lain? Yang mengajak kebaikan?” kata dia. (mtn/rs)

Komentar Mustanir.com

Keyakinan agama seorang muslim untuk memilih seorang pemimpin muslim adalah suatu hal yang baku dan mutlak yang mana sudah ditetapkan dalam Al-Qur’an. Jadi, tidak ada salahnya kalau dakwah untuk menyerukan memilih pemimpin muslim dengan dalih QS. Al-Maidah 51. Akan tetapi, jika menginginkan pemimpin muslim untuk menerapkan syariah-Nya secara kaffah hal ini hanya bisa terwujud dalam sistem yang sejalan dengan Islam dan bersumber dari Islam bukan dari sistem sekularisme. Yakni khilafah.

Categories