Cara Menghadapi Orang-orang Pragmatis Menurut Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani

MUSTANIR.net – Bercokolnya tsaqafah asing dan racun-racun asing, serta merajalelanya kebodohan, telah memunculkan dua macam kelompok orang-orang pragmatis di tengah-tengah umat.

• Kelompok pertama, adalah kelompok orang-orang yang bersikap realistis/pragmatis, yang menyeru umat untuk menerima realitas, untuk rela dengan realitas dan menyerah pasrah kepada realitas, seakan-akan realitas adalah suatu keharusan yang tidak bisa ditolak.

Ini terjadi karena kelompok ini telah menjadikan realitas sebagai sumber (subjek) pemikiran dan sumber pemecahan bagi masalah-masalah yang mereka hadapi.

Satu-satunya cara untuk mengatasi kesulitan ini adalah berusaha membahas suatu perkara secara mendalam dengan mereka, sampai mereka melihat dan menyadari bahwa realitas itu adalah objek pemikiran, yang harus diubah. Dengan cara ini dimungkinkan untuk meluruskan pemikiran kelompok ini.

• Kelompok ke dua, adalah kelompok orang-orang zalim yang enggan hidup dalam kebenaran, karena mereka terbiasa hidup enak dalam kegelapan, terbiasa tidak peduli terhadap orang lain, dan berpikir secara dangkal.

Mereka ini adalah orang-orang yang mengidap penyakit malas, secara fisik maupun akal. Mereka berkeras kepala untuk terus memegang teguh peninggalan nenek moyang mereka —yang mereka warisi dari bapak-bapak mereka— semata-mata karena mereka adalah nenek moyangnya.

Inilah kelompok pragmatis yang sebenarnya, karena mereka termasuk dalam realitas itu sendiri (yang selalu hendak mereka lestarikan keberadaannya—pen). Mereka adalah orang-orang yang berpikiran jumud (beku).

Karena itu, untuk menyadarkan kelompok ini perlu usaha yang lebih keras. Cara mengatasi kesulitan ini adalah dengan berusaha mendidik mereka dan bersungguh-sungguh memperbaiki persepsi-persepsi mereka.

(Takatul Hizby, Pembentukan Partai Politik Islam)

Sumber: Amrinnas Nasroen

About Author

Categories