Pelaku Terorisme Terbanyak di AS adalah Warga Negara AS

new-america-foundation-logo

Pelaku Terorisme Terbanyak di AS adalah Warga Negara AS

Presiden Amerika Serikat  (AS) Donald Trump pada 27 Januari 2017 memberlakukan pembatasan imigran dari tujuh negara mayoritas Muslim dengan alasan perlindungan warga AS dari tindak terorisme. Namun, riset dari New America Foundation menyebutkan pelaku terorisme terbanyak pasca serangan 9/11 justru berasal dari warga negara AS sendiri. Lembaga Think Thank yang berkantor di Washington DC itu menyebutkan pelaku serangan berkewarga  negaraan asli kelahiran AS mendominasi sebanyak 190 orang.

Pelaku terorisme di AS terbanyak juga merupakan warga negara naturalisasi dan penduduk permanen. Riset ini justru menunjukkan bahwa imigran yang menjadi teroris jumlahnya di bawah 50 orang dengan rincian 12 orang dari kelompok pengungsi, 11 orang dengan visa non-imigran, dan 8 orang imigran tidak berdokumen. New America Foundation menyebutkan kebijakan Donald Trump berpotensi salah arah karena banyak warga AS yang meninggal dunia akibat serangan dari dalam negeri. (katadata/rs)

katadata

Komentar Mustanir.com

Kebijakan Donald Trump tentang larangan imigran muslim masuk ke AS dengan alasan kemanan bagi warga AS demi ancaman terorisme merupakan alasan yang di buat-buat. Buktinya alasan ini terbantahkan oleh hasil riset Lembaga Think Thank AS New America Foundation. Kebijakan yang di tetapkan oleh Donald Trump terkait larangan imigran ini sebenarnya menunjukkan sikap takutnya terhadap berkembangnya Islam  di amerika. Sekaligus menunjukkan sikap permusuhannya kepada Islam dan kaum muslimin.

Categories