Pencalonan Ahmad Dhani Ditanggapi Negatif Oleh Warga Bekasi

Pencalonan Ahmad Dhani Ditanggapi Negatif Oleh Warga Bekasi

Mustanir.com – Ahmad Dhani resmi diusung sebagai wakil bupati dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Bekasi 2017 mendatang. Sosoknya yang kontroversial menuai berbagai tanggapan dari masyarakat, tak terkecuali warga Kabupaten Bekasi.

Ahmad Dhani diusung oleh Koalisi Membangun Bekasi yang terdiri dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Gerindra, Demokrat, dan Hanura. Dhani akan berpasangan dengan Sa’duddin, mantan Bupati Bekasi periode 2007-2012 yang kini menjabat sebagai anggota DPR RI dari Fraksi PKS.

Tanggapan masyarakat terhadap pencalonan Ahmad Dhani sebagai wakil bupati sudah mulai santer di lini massa. Republika secara acak mencoba meminta tanggapan spontan warga Kab Bekasi terkait pencalonan suami Mulan Jameela ini. Salah satu warga Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Resty (25 tahun), memandang negatif pencalonan Ahmad Dhani.

Ia menilai, seorang pemimpin haruslah yang sudah terbukti mampu memimpin diri dan keluarga. Mengatur urusan orang banyak tidak mudah, dan tidak sama dengan musik.

Nggak banget. Ngurusin rakyat nggak sama kayak ngurusin komposisi musik,” kata karyawan swasta berusia 25 tahun ini kepada Republika, Selasa (20/9).

Senada, warga Tambun Selatan, Mustika (24 tahun), memandang Ahmad Dhani tidak cocok menjadi wakil bupati. Mustika menganggap, pencalonan Ahmad Dhani sebagai wakil bupati adalah hal yang lucu. Ahmad Dhani belum terbukti kemampuannya menata masyarakat.

“Makin gila sistem pemerintah,” ujarnya.

Apalagi, kata Mustika, selama ini Dhani tidak tinggal di Bekasi dan tidak tahu permasalahan di Bekasi. Musisi ini awalnya hendak mencalonkan diri dalam Pilkada DKI Jakarta 2017, namun tiba-tiba beralih ke Kab Bekasi. Ia pun mengaku prihatin dengan sistem perpolitikan negara ini. Menurut dia, politik sekarang ada di tangan siapa yang terkenal, punya uang, dan mempunyai kedekatan dengan atasan.

Calonin tuh pemimpin yang agamanya baik, pertanggungjawaban sama keluarga dan sekitarnya baik, sama punya modal hati nurani yang baik juga. Masa yang begitu bisa jadi calon,” ungkap Mustika.

Perempuan yang tengah mencoba berwirausaha ini bahkan menambahkan kemungkinan untuk golput. “Kalau terpaksa, mendinggolput kalau disuruh ikut pilih,” imbuh dia. (rol/adj)

Komentar Mustanir.com

Semua kota di Indonesia tidak hanya butuh pemimpin yang muslim dan baik agamanya, akan tetapi juga diperlukan sebuah sistem aturan politik yang dapat menggapai rahmat di dunia dan di akhirat. Pemimpin muslim dan sebuah sistem politik Islam mutlak diperlukan di negeri ini untuk mengatasi setiap masalah. Untuk menjadi sebuah negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.

Categories