MUSTANIR.net – Perang tidak hanya terjadi di Gaza, tetapi di seluruh dunia. Sesungguhnya hanya berbeda bentuknya saja.

Di Gaza, mereka memerangi kaum muslim secara fisik. Di seluruh dunia, mereka memerangi kaum muslim dengan ide dan pemikiran.

Di Gaza, mereka mengirimkan tank, pesawat tempur, juga helikopter untuk menjatuhkan roket, serta bom penghancur gedung dan bangunan milik kaum muslim.

Di seluruh dunia, mereka mengirimkan beasiswa, seminar, pelatihan, film, dan lainnya untuk menyebarkan ide pluralisme, demokrasi, HAM, dan lainnya. Ini semua untuk menghancurkan akidah kaum muslim.

Saat seorang muslim ditembak peluru dalam perang fisik, ia gugur dalam keimanan. Ia mati dalam keadaan terbaik, yakni syahid.

Saat seorang muslim ditembak ide kufur dalam perang pemikiran, fisiknya masih tetap hidup, tetapi imannya mati.

Ia masih hidup, tetapi setuju bahwa semua agama mengajarkan kebenaran dalam perspektif masing-masing.

Ia masih hidup, tetapi setuju mengganti hukum Allah dengan hukum anggota dewan dengan alasan kebinekaan.

Ia masih hidup, tetapi menolak mentah-mentah sistem pemerintahan warisan Rasulullah ﷺ demi mempertahankan demokrasi dengan alasan kesepakatan nenek moyang.

Di Gaza, perang fisik membuat kaum muslim gugur sebagai mujahid.

Di seluruh dunia, perang pemikiran membuat kaum muslim masih tetap hidup, tetapi mati keimanannya.

Semoga Allah segera memberi kesadaran kepada umat ini bahwa perang pemikiran jauh lebih berbahaya daripada perang fisik. []

Sumber: Doni Riwayanto

About Author

Categories