Umat Islam Butuh Pertolongan Allah dan pada Syariah-Nya Ada Pertolongan-Nya

MUSTANIR.netBismillaahir rohmaanir rohiim.

Umat Islam di seluruh dunia sangat butuh pertolongan Allah dan pada penerapan syariat-Nya pasti ada pertolongan-Nya.

Berbagai problem kerusakan yang menimpa kaum muslim saat ini, di seluruh dunia dan di berbagai negeri, sudah sangat memprihatinkan. Mulai problem kerusakan privat, keluarga, masyarakat, sampai problem kerusakan politik, berbangsa dan bernegara. Kaum muslim yang berpegang teguh terhadap agamanya sampai diperlakukan layaknya binatang buas yang harus ditakuti dan diperkusi, dizalimi, dan dikhianati.

Banyak kerusakan yang tidak dapat terdeteksi kecuali oleh orang-orang baik (shâlihîn) yang memperbaiki (mushlihîn). Sedang orang-orang buruk (thâlihîn) yang rusak (fâsidîn) dan merusak (mufsidîn), mereka justru menikmati kerusakan itu.

Kerusakan itu sendiri adalah pelanggaran terhadap hukum-hukum Tuhan yang mengatur jalannya roda kehidupan, perbuatan manusia, dan kelestarian alam semesta. Dan pelanggaran itu adalah maksiat, mungkar, nifaq, kufur, dan syirik yang dilakukan oleh manusia yang rusak, merusak, munâfiq, kâfir, dan musyrik.

Kerusakan itu meliputi;

• Kerusakan kehidupan, seperti hilangnya ketentraman, kenyamanan dan keamanan;

• Kerusakan kemanusiaan,
seperti merajalelanya perampokan, pencurian, perjudian, penipuan, perzinaan, kezaliman, pengkhianatan, dan lain-lain;

• Kerusakan alam semesta, seperti pencemaran udara dan lingkungan, penggundulan hutan, dan lain-lain.

Ketika kerusakan itu dikarenakan maksiat, mungkar, nifak, kufur, dan syirik kepada Allah, Tuhan yang telah menciptakan kehidupan, manusia dan alam semesta, yaitu dengan meninggalkan hukum-hukum (syariah)-Nya terkait pengaturan terhadap semuanya, maka tidak akan pernah ada solusi komprehensif untuk memperbaiki kerusakan itu, selain kembali kepada penerapan hukum-hukum-Nya.

Lebih dari itu, pada hukum-hukum-Nya ada pertolongan-Nya kepada orang-orang mukmin yang menolong agama-Nya.

Allah subḥānahu wa taʿālā berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن تَنصُرُوا اللَّهَ يَنصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ

“Hai orang-orang yang beriman, jika kalian menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolong kalian dan meneguhkan kedudukan kalian” (QS Muhammad ayat 7)

Dan berfirman:

وَلَيَنصُرَنَّ اللَّهُ مَن يَنصُرُهُ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ

“Sungguh, Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa.” (QS al-Hajj ayat 40)

Menolong Allah itu bukan menolong Dzat-Nya, karena Dzat-Nya tidak butuh pertolongan, tapi menolong agama-Nya, yaitu dengan mendakwahkannya sampai bisa menerapkan syariah-Nya dalam kehidupan, masyarakat, dan negara.

Karena ketika syariah Islam dijadikan solusi untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi di dalam kehidupan, masyarakat dan negara, maka Allah akan menurunkan pertolongan-Nya atas kehidupan, masyarakat, dan negara.

Maka terapkan syariah-Nya untuk mengatur perekonomian, maka pertolongan-Nya turun seiring dengan pengaturan perekonomian. Terapkan syariah-Nya untuk mengatur pergaulan di antara manusia (muslim dan non muslim, laki-laki dan perempuan), maka pertolongan Allah turun seiring dengan pengaturan pergaulan.

Terapkan syariah-Nya untuk mengatur pendidikan (formal dan non formal), maka pertolongan-Nya turun seiring dengan pengaturan pendidikan. Terapkan syariah-Nya untuk mengatur sanksi hukuman (hudûd, jinâyât, ta’zîr, dan mukhâlafât), maka pertolongan-Nya turun seiring dengan pengaturan sanksi hukuman.

Terapkan syariah-Nya untuk mengatur pemerintahan, maka pertolongan-Nya turun seiring dengan pengaturan pemerintahan. Terapkan syariah-Nya untuk mengatur politik dalam dan luar negeri, maka pertolongan-Nya turun seiring dengan pengaturan politik dalam dan luar negeri. Terapkan syariah-Nya untuk mengatur bangsa dan negara, maka pertolongan-Nya turun seiring dengan pengaturan bangsa dan negara.

Juga ketika ideologi Islam diterapkan, maka menjadi kekalahan dan kehancuran bagi ideologi-ideologi yang lainnya. Karena pada penerapan ideologi Islam ada pertolongan-Nya untuk kemuliaan Islam dan kaum muslim.

Karena itu keberhasilan para khalifah amîrul mukminîn dalam mengatur jalannya politik pemerintahan, berbangsa, dan bernegara, tidak semata-mata karena lemah lembutnya khalifah seperti Abu Bakar raḍiyallāhu ‘anhu, karena tegas dan gagahnya khalifah seperti Umar bin Khaṭṭāb raḍiyallāhu ‘anhu, karena dermawannya khalifah seperti Utsman bin ʿAffān raḍiyallāhu ‘anhu, karena kependekarannya khalifah seperti Ali bin Abī Ṭālib raḍiyallāhu ‘anhu, tetapi karena mereka mampu menerapkan syariah-Nya untuk mengatur kehidupan, masyarakat dan negara di dalam bingkai daulah khilafah rosyidah mahdiyyah, khilafah ‘alâ minhâjin nubuwwah.

Karena itu juga, khilafah adalah wadah dan medan, di mana para khalifah saling berlomba untuk menjadi pemenang dalam menerapkan syariah-Nya. Siapa saja khalifah yang paling mampu menerapkan syariah-Nya, maka dialah yang paling sukses dalam memimpin dan mengatur pemerintahannya dan paling memuaskan akal dan menentramkan hati masyarakatnya.

Berbeda dari khilafah adalah sistem demokrasi dengan bermacam sifatnya di mana para pemimpin negara dalam sistem demokrasi, saling berlomba untuk membuang hukum-hukum Allah, untuk membuang syariah-Nya, seraya menggantinya dengan hukum-hukum produk manusia dewan terhormat di habitatnya, tapi terlaknat di alam ketuhanan dan kenabian.

Dilihat dari akidahnya yaitu sekularisme, dari ideologinya yaitu kapitalisme, dan dari sifatnya yaitu liberalisme, tidak ada tempat bagi syariah-Nya untuk diterapkan di dalam demokrasi. Karena demokrasi mendorong manusia untuk membuang, bahkan mengingkari hukum-hukum Alloh subḥānahu wa taʿālā.

Lebih parah lagi adalah sistem komunis dengan akidahnya materialisme, dengan ideologinya komunisme-sosialisme, dan dengan sifatnya yang bebas anti Tuhan dan anti agama, maka perbedaannya dari khilafah sangat menganga lebar dan dalam, laksana jurang yang tidak ada jembatan untuk menyeberanginya.

Sistem demokrasi dan komunis yang diterapkan di negeri-negeri kaum muslim adalah pangkal dari rusaknya kehidupan, masyarakat, dan negara. Karena itu, segera campakkan demokrasi dan komunis, dan masukkan keduanya pada keranjang sampah peradaban. Dan sekarang sudah saatnya terapkan sistem pemerintahan Islam, khilafah!

Mari kita segera jemput pertolongan Allah dengan menerapkan syari’at-Nya secara kaffah melalui penegakan khilafah ala minhajin nubuwwah!

Wallahu a’lam bish showwab. []

Sumber: Abulwafa Romli

About Author

Categories