Petani Gunung Kidul Akan Undang Paus Fransiskus

paus-fransiskus

Petani Gunung Kidul Akan Undang Paus Fransiskus

Mustanir.com – Umat Katolik di perbatasan Gunungkidul-Klaten, Dusun Sengonkerep, Desa Sampang, Kecamatan Gedangsari, yang mayoritas petani mengundang pemimpin Vatikan, Paus Fransiskus untuk bersedia menengok warga di sana saat mengunjungi Asia Youth Day (AYD) pada tahun 2017. Oleh karena itu sebagai tindak lanjutnya, Gunungkidul juga menawarkan diri sebagai tempat penyelenggaraan AYD.

Pernyataan tersebut diungkapkan Ketua Pemuda Katolik Komisaris Cabang Gunungkidul, FX Endro Guntoro, kepada media, Minggu (06/03/2016).

Menurut Endro Guntoro, rencananya, pada tahun 2017 Paus Fransiskus akan berkunjung ke Indonesia dan secara khusus menghadiri AYD di Yogyakarta. Hingga saat ini belum dipastikan tempat penyelenggaraan acara 3 (tiga) tahunan. Oleh karena itu, Gunungkidul menawarkan agar AYD diadakan di daerah tersebut. Alasannya adalah, lanjut Endro, Paus itu pribadi yang unik dan senang blusukan ke daerah pelosok-pelosok. Sehingga dibandingkan dengan daerah Yogyakarta lainnya, Gunungkidul adalah tempat yang sangat sesuai dengan pribadi Paus.

Paus pasti akan senang menerima undangan dari kami umat yang berada di pelosok supaya beliau juga bisa melihat secara langsung indahnya toleransi, menyapa daerah-daerah terkait dengan persoalan perdamaian dan persaudaraan lintas iman serta lainnya. Kami telah menyiapkan tempat yang sangat mendukung diselenggarakannya Asian Youth Day ,” ujar Endro Guntoro.

Tempat yang dimaksud oleh Endro, sebagai tempat penyelenggaraan AYD adalah, daerah pusat latihan tempur yang sangat luas. Tentu secara keamanan dan fasilitas daerah ini sangat mendukung untuk hadirnya Paus Fransiskus. Hanya saja, semuanya perlu kerjasama dan gagasan umat itu belum dikordinasikan dengan pihak manapun.

“Gunungkidul yang daerah pelosok akan sangat mendukung jika AYD ada di Gunungkidul. Daerah pelosok ini akan langsung mendapat sorotan dunia dan secara ekonomi akan terdorong dengan hadirnya Paus. Tempat itu memiliki lokasi yang paling strategis untuk berbagai kegiatan yang melibatkan banyak pengunjung / peserta,” ujar Endro selanjutnya.

Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) yang dimiliki AD itu berada di tempat strategis antara Playen dan Zona Selatan Gunungkidul yang menjadi pusat pariwisata belasan titik Pantai Selatan. Dengan dijadikan tempat penyelenggaraan AYD, menurut Endro, sudah pasti sorotan dunia akan ke Gunungkidul dan praktis meningkatkan dinamika kehidupan di Gunungkidul, yang senantiasa dipandang sebelah mata.

“Kami melihat bahwa momentum yang jarang terjadi dengan kunjungan Paus ke Yogyakarta itu tidak boleh dilewatkan begitu saja. Paus itu selalu membawa daerah yang dikunjungi ke arah yang sangat baik. Oleh karenanya, Gunungkidul yang memiliki fasilitas seperti itu harusnya juga dipandang sebagai alternatif dan manfaatnya pasti untuk seluruh rakyat Gunungkidul pada khususnya serta Yogyakarta pada umumnya. Kami ingin stigma minor atas Gunungkidul hilang karena kehadiran Paus di kabupaten ini. Apakah dikabulkan atau tidak, tidak menjadi masalah, namun yang jelas dirinya sudah melakukan satu langkah ke depan untuk Gunungkidul,” lanjutnya.

Oleh karena itu, umat Katolik Gunungkidul sedang menyusun surat permohonan yang akan dilayangkan ke Keuskupan Agung Semarang (KAS), Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), lembaga atau instansi terkait. (igk/adj)

Categories