Pilkada Depok Rawan Terjadi Gesekan

kapolresta-depok-kombes-dwiyono-_150626182111-157

Pilkada Depok Rawan Terjadi Gesekan

Mustanir.com – Aparat kepolisian Kota Depok menyatakan siap mengamankan jalannya kampanye akbar terbuka yang dilakukan oleh dua pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Depok dalam Pilkada yang digelar 9 Desember 2015.

“Semua aparat sudah siap untuk mengamankan jalannya semua tahapan Pilkada,” kata Kapolres Depok Kombes  Dwiyono di Depok, Selasa (10/11).

Dia mengatakan, yang perlu mendapat perhatian penuh adalah ketika kampanye terakhir yang akan dilaksanakan pada awal Desember 2015, karena para pasangan calon akan mengerahkan pendukungnya. “Ini memang rawan terjadi gesekan antarpendukung, namun kami sudah siap untuk mengatasinya,” ujarnya.

Dia menyatakan, kedua pasangan calon Dimas Oky Nugroho-Babai Suhaimi dan Idris Abdul Shomad-Pradi Supriatna sebelumnya menginginkan kampanye akbar tersebut dilakukan pada 5 Desember 2015. Namun melihat kondisi yang ada tidak dilakukan berbarengan kampanye tersebut.

Untuk itu, pihaknya mengajak kedua belah pihak pasangan calon untuk tidak menjadwalkan kampanye akbar pada hari yang sama. “Kami minta untuk berbeda hari untuk melakukan kampanye akbar agar bisa terjaga situasi kondusif kota Depok,” ujarnya.

Hasil rapat yang dilakukan pihaknya dengan pasangan calon dan para tim sukses keduanya sepakat tidak melakukan kampanye pada 5 Desember 2015 tetapi akan dilakukan pada tanggal 1,2 atau 3 Desember 2015. “Kami beri keleluasaan kedua kedua pasangan calon untuk memilih tanggal tersebut,” katanya.

Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok diikuti dua pasangan, yaitu pasangan nomor urut satu Dimas Oky Nugroho dan Babai Suhaimi yang diusung PDI Perjuangan, Nasdem, PKB, dan PAN. Peserta nomor urut dua, yaitu Idris Abdul Shomad dan Pradi Supriatna yang diusung PKS dan Gerindra.

Partai lainnya, seperti Hanura, Golkar, dan PPP tidak mengusung secara resmi pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Depok periode 2016-2021. Sementara itu, Partai Demokrat memberikan dukungan kepada Idris-Pradi. (rol/adj)

Komentar Mustanir.com

Pilkada, entah di depok ataupun di daerah manapun di Indonesia sejak pertama kali di gelar memang rawan terjadi konflik. Sudah banyak sekali konflik horizontal terjadi antara sesama pendukung calon. Baik yang menimbulkan kehilangan nyawa atau hanya sekedar adu mulut. Tetapi jelas ini memberikan citra buruk dalam kedewasaan masyarakat Indonesia dalam melakukan proses demokrasi.

Sedewasa apapun masyarakat Indonesia dalam melakukan proses demokrasi, maka tetap saja, demokrasi bukanlah sistem aturan yang di desain untuk kehidupan manusia, karena jelas yang membuat aturan dalam demokrasi adalah manusia itu sendiri, sepintar apapun manusia, jika tidak dibimbing oleh bimbingan Pencipta manusia, maka akan sia-sia. Sistem aturannya akan menimbulkan banyak masalah di kedepannya.

Categories