Politik Uang akan Gencar Pada Pilkada Satu Putaran

Politik Uang

Politik Uang akan Gencar Pada Pilkada Satu Putaran

Mustanir.com – Menurut ketua Badan Pengawas Pemilu, Muhammad, politik uang dalam pemilu bukan hanya sebuah pelanggaran, namun sudah masuk ranah kejahatan besar. Perlu adanya tindakan tegas untuk para calon yang melakukann tindakan tidak terhormat itu pada pemilihan kepala daerah (pilkada).

“Tentu pilkada ini potensi politik uang lebih besar karena satu putaran,” kata Muhammad, Rabu (7/10).

Ia menilai, pada pilkada serentak yang akan diselenggaralan pada tanggal 9 Desember itu akan memiliki pontensi politik uang yang lebih besar dari sebelumnya. Dengan hanya satu putaran, akan membuat para calon berlomba mengeruk suara pemilih untuk memdukung mereka agar bisa unggul meski hanya dengan selisih satu suara.

“Oleh karena itu kita mengajak semua untuk bersama-sama melakukan pengawasan,” kata ketua Bawaslu.

Ia menghimbau, bahwa untuk penyelenggaraam pilkada yang sehat dan bersih dari unsur politik uang sangat diperlukan kontribusi masyarakat. Ia meminta seluruh masyarakat tidak terjebak dalam koridor yang tidak bermartabat. (rol/adj)

Komentar Mustanir.com

Secara sistemik demokrasi melahirkan negara korporasi yang terbentuk dari simbiosis mutualisme elit politik dan pemilik modal yang merugikan rakyat. Akibatnya kebijakan yang muncul bukan untuk kepentingan rakyat tapi elit pemilik modal yang mendukung. Menjadi alat untuk mengembalikan investasi politik yang mahal sekaligus untuk mempertahankan kekuasaan.

Sistem ini menjadikan uang atau modal sebagai panglima. Konsekuensinya, praktik suap menyuap, manipulasi dan korupsi pun menjadi kanker ganas yang menjadi penyakit bawaan dari sistem cacat ini. Dalam bahasa sehari-hari, kata yang digunakan untuk percobaan mempengaruhi tindakan seseorang melalui insentif uang disebut dengan istilah ‘suap’. Tapi dalam dunia politik demokrasi, kita bersikeras menggunakan istilah-istilah seperti ‘dana’, ‘melobi’ atau ‘pinjaman lunak’. Ya, demokrasi adalah sistem politik yang mahal dan jahat.

Categories