Pro-Kemerdekaan Menang, Krisis Katalan Berlanjut

Warga mengibarkan bendera Katalan pada unjuk rasa di Barcelona | foto: rep


MUSTANIR.COM, JAKARTA — Uruguay adalah salah satu negara yang menjamin kebebasan beragama warganya. Hal ini dibuktikan dengan adanya Konstitusi yang menetapkan kebebasan beragama, dan undang-undang dan kebijakan lainnya berkontribusi pada praktik agama yang umumnya bebas.

Islam adalah salah satu agama minoritas di Uruguay. Walaupun begitu jarang terjadi konflik antar agama atau masalah yang ditujukan pada Islam. Islam bebas bergeliat dan terus berkembang di negara ini. Karena pemerintah pun tidak melarang atau membatasi bagi etiap kelompok masyarakat untuk mengekspersikan agama mereka.

Sebuah perwakilan budaya Islam memperkirakan ada 300 sampai 400 Muslim atau 0.1 % di negara tersebu. Pada tanggal 25 April 2008, Islamic Center Mesir di Montevideo, yang didukung oleh Kedutaan Besar Mesir, diresmikan sebagai masjid pertama di negara ini.

Umat Muslim juga berkumpul untuk berdoa di Pusat Islam Uruguay di Canelones. Masjid dan pusat ini berfungsi sebagai pusat sosial bagi imigran Muslim yang ingin mempertahankan hubungan dengan budaya mereka dan bagi warga kelahiran asli yang telah masuk Islam.

Pemerintah Uruguay menetapkan Hari Tiga Raja, Karnaval (Senin dan Selasa sebelum Rabu Abu), Kamis Putih, Jumat Agung, Hari Jiwa, dan Natal sebagai hari libur nasional.

Instruksi agama di sekolah umum dilarang. Tetapi sekolah umum mengizinkan siswa yang tergabung dalam kelompok agama minoritas seperti Islam untuk melewatkan sekolah untuk liburan keagamaan tanpa hukuman.

Muslim mungkin mendapatkan kartu identitas opsional yang mengidentifikasi afiliasi keagamaan mereka kepada atasan dan mengizinkan mereka untuk meninggalkan pekerjaan sejak hari Jumat. Dan perusahaan tidak keberatan denga kebijakan ini. Pekerja muslim dapat diterima dengan baik dan tidak mengalami kesulitan dalam kehidupan sehari-harinya.

Negara ini memiliki luas 68.039 mil persegi dan total penduduk sekitar 3,24 juta (menurut sensus 2004). Menurut sebuah survei yang diselenggarakan oleh the Instituto Nacional de Estadística (Uruguay) tahun 2008 disebutkan bahwa Agama Katholik merupakan agama yang dipeluk oleh 45.7% penduduk Uruguay, menyusul ditempat kedua justru merupakan penduduk yang menyatakan diri menganut faham Non Sectarian atau mengakui adanya Tuhan namun tidak menganut agama manapun sebesar 30.1% dari total penduduk.

(republika.co.id/22/12/17)

Categories