Kurikulum Merdeka Negara Pancasila Cetak Generasi Pro Zionis Yahudi?

MUSTANIR.net – Apakah kurikulum pendidikan Merdeka negara Pancasila akan mencetak generasi pro Zionis Yahudi? Bukan apa-apa, pasalnya media entitas penjajah Zionis Yahudi buat laporan yang memuji kurikulum Merdeka.

Kalau sudah memuji-muji begini, langsung terasa ngeri. Setidaknya ada empat poin mengerikan di balik pujian tersebut.

1. Media entitas penjajah Zionis Yahudi The Jerusalem Post memuji Kurikulum Merdeka karena berdasarkan penilaian baru oleh IMPACT-se, sebuah lembaga penelitian dan kebijakan internasional, penggambaran negatif ke Israel disebut telah dihilangkan dalam kurikulum.

2. Laporan itu menilai bahwa buku teks nasional Indonesia sedang mengalami transformasi yang signifikan dalam perbaikan sikap terhadap Yahudi, Israel, dan kelompok minoritas. Buku teks ini sekaligus mempromosikan kesetaraan gender dan membingkai ulang konsep-konsep seperti jihad.

3. Studi menganalisis lebih dari empat puluh buku teks humaniora dari kurikulum baru dan membandingkannya dengan edisi sebelumnya. IMPACT-se menemukan keselarasan yang lebih erat dengan standar pendidikan perdamaian dan toleransi yang diturunkan dari UNESCO.

4. IMPACT-se memperkirakan tren ini akan terus berlanjut, dalam membentuk pandangan 58 juta anak.

Kebayang kan 58 juta anak Indonesia mau dicetak jadi seperti Monique Rijkers (jurnalis dan aktivis Yahudi pro Israel asal Indonesia) semua? Begini amat ya nasib umat Islam di negara Pancasila?

Kurikulum Maunya Yahudi?

Sebenarnya tak terlalu kaget dengan berita di Republika (1/8) dengan judul: ‘Media Israel Buat Laporan Puji Kurikulum Merdeka, Apa Maksudnya?’

Intinya, media itu The Jerusalem Post, mengutip IMPACT-se, menyebut buku teks nasional Indonesia sedang mengalami transformasi yang signifikan dalam perbaikan sikap terhadap Yahudi, Israel, dan kelompok minoritas. Buku teks ini sekaligus mempromosikan kesetaraan gender dan membingkai ulang konsep-konsep seperti jihad.

Laporan itu mengonfirmasi jejaring Yahudi memang ada di sini. Mengingat, Israel punya jaringan internasional, termasuk di Indonesia. Bukan tidak mungkin, orang-orangnya sudah bercokol di Indonesia dengan menduduki posisi penting dan berpengaruh.

Negara Zionis ini terus berupaya mengubah cara pandang penduduk dunia agar Israel memperoleh legitimasi terhadap apa yang dilakukannya di Palestina.

Penjajah tanah kaum Muslim ini punya program “Hasbara”. Dalam bahasa Ibrani artinya, “penjelasan” atau “menerangkan”. Dalam konteks diplomasi publik Israel, hasbara merujuk pada upaya untuk menjelaskan dan membenarkan tindakan Israel kepada dunia luar, terutama dalam isu-isu yang kontroversial, seperti konflik Israel-Palestina.

Istilah ini sering dikaitkan dengan upaya untuk memperbaiki citra Israel dan mempromosikan narasi positif tentang negara tersebut di mata internasional.

Secara historis, hasbara telah berkembang dari konsep propaganda yang digunakan oleh kaum Zionis awal menjadi istilah yang lebih modern, yang menekankan pada penjelasan dan komunikasi. Upaya hasbara melibatkan berbagai organisasi, termasuk militer Israel, kantor perdana menteri, kementerian luar negeri, dan berbagai organisasi masyarakat sipil yang pro-Israel.

Jika kurikulum merdeka dipuji, itu berarti apa? Maunya Yahudi sudah dipenuhi? []

Sumber: Joko Prasetyo & Mujiyanto

About Author

Categories